Inspirasi Bisnis

7 Benda Ini Sering Disingkirkan Padahal Laris Manis Kalau Dibisniskan

Ide bisnis sederhana

Ilustrasi ide bisnis sederhana dari barang-barang yang sering kita singkirkan (Foto : https://www.hobbybaecker.de)

Tanpa kamu sadari, terkadang ide bisnis bisa didapatkan dari hal-hal kecil di sekitar kita. Bahkan dari sebuah benda yang keberadaannya sering kali kita sepelekan.

Apalagi sekarang ini dengan dukungan kemajuan teknologi yang semakin pesat, kamu tidak harus memiliki produk luar biasa untuk menjadi seorang pengusaha. Dengan sedikit polesan, barang yang dulunya sering kamu singkirkan pun bisa menjadi produk komoditas yang laris manis kalau dibisniskan.

Penasaran Barang Seperti apa yang Bisa Dijadikan Ide Usaha?

Coba simak 7 Barang yang sering kita sepelekan, padahal kalau dijual laku keras di pasaran.

Soklat Banget, Murah Banget

Soklat Banget, Murah Banget

Paket mulai dari 3,8 Juta mendapatkan semua perlengkapan lengkap.

1. Goodie bag dan loot bag itu seperti tas kedua. Sehari-hari orang membutuhkannya untuk membawa barang-barang tak terduga

Goodie bag dan loot bag adalah barang yang fungsinya tidak diragukan lagi. Sehari-hari kamu pasti sering melihat orang membawa dua tas sekaligus, satu tas sesungguhnya dan satu lagi goodie bag yang digunakan untuk mengangkat barang-barang tak terduga. Untuk membawa bekal, membawa baju ganti, membawa buku, dan masih banyak lagi. Goodie bag dan loot bag adalah tas kedua yang keberadaannya selalu dibutuhkan.

Di sini, kamu bisa membuat kreasi tas sendiri. Kamu bisa membuat inovasi misalnya goodie bag yang bisa dilipat seperti dompet, sehingga bisa disimpan dalam tas dan dikeluarkan ketika dibutuhkan. Jangan lupakan style yang menawan. Sebab meski hanya tas kedua, kalau cantik pasti banyak yang suka bukan?

2. Sebagai orang Indonesia, keberadaan kerupuk udang dan sambal adalah mutlak. Makan tanpa kerupuk dan sambal bagaikan taman tak berbunga~

Sebagai orang Indonesia, kerupuk dan sambal adalah makanan pokok. Seperti orang barat yang tidak bisa makan tanpa roti, kamu juga merasa kurang bila makan tanpa kerupuk. Begitu juga dengan sambal. Meski enak bukan kepalang, terkadang orang malas bila harus membuat sambal sendiri dengan cobek dan ulegan. Karena itu, membuat produk kerupuk dan sambal bisa menjadi peluang. Carilah kerupuk yang punya nilai jual. Kerupuk udang misalnya. Lalu ciptakan juga sambal dengan cita rasa yang khas. Bisa juga kamu menggabungkan keduanya, kerupuk dan udang, menjadi camilan yang ramah kantong serta asyik dimakan dalam berbagai suasana.

3. Daripada menuh-menuhin kamar, buku-buku yang sudah kamu baca bisa dijual untuk tambah-tambah uang tabungan

Sebagai pecinta buku, kamu pasti punya dua tipe buku. Pertama, buku yang isinya begitu memikat sehingga membuatmu ingin membacanya berulang-ulang. Kedua, buku yang isinya biasa saja (atau justru sangat buruk), sehingga setelah membacanya sekali, kamu akan menaruhnya di bagian paling bawah dari rak.

Daripada memenuhi rak bukumu, kamu bisa menjual kembali buku-buku yang sudah kamu baca dan tidak kamu suka itu. Memang harganya tidak mungkin setinggi ketika kamu membelinya. Tapi hasil penjualan beberapa buku bisa untuk membeli buku baru. Lumayan bukan? Toh, sekarang sudah banyak situs-situs yang bisa menjadi lapak jualanmu.

4. Dengan kreativitas dan keterampilan, kamu bisa memanfaatkan barang bekas untuk membuat aksesoris hijab yang kece abis!

Tidak bisa dipungkiri, hijab kini menjadi lini fesyen tersendiri yang membuka banyak peluang kreasi. Bila dulu hijab hanya sekadar kain sebagai penutup aurat, kini mode hijab sudah berkembang pesat. Seiring dengan itu, aksesoris pemanis penampilan juga semakin berkembang. Mulai dari bros hingga ikat kepala. Karena perempuan selalu ingin tampil cantik sekaligus dimengerti, kamu bisa membuat aksesoris-aksesoris hijab dengan bahan-bahan murah. Misalnya dengan kain perca. Produk yang cantik tidak harus berasal dari bahan-bahan yang mahal ataupun modal tinggi. Asal kamu cukup kreatif, segala bahan bisa menjadi kreasi unik yang membuat semua mata melirik.

5. Mulailah dari produk sederhana yang dibutuhkan semua orang. Seperti melihat peluang bisnis dari bawang goreng

Siapa sih yang pernah terpikir bahwa makanan sesepele bawang goreng bisa dijadikan komoditi? Padahal kebutuhan bawang goreng ini hampir mirip dengan nasi. Ketika kamu membeli ayam goreng di restoran, pasti ada bawang goreng yang dibubuhkan di atas nasi. Sop, soto, sate, nasi uduk adalah menu-menu yang membutuhkan bawang goreng untuk jadi sempurna. Di sini kamu bisa mencontoh Aiman Ricky, salah seorang aktor Indonesia yang pernah mencicip rasanya menjadi penjual bawang goreng. Hingga saat ini meski sudah terkenal, Aiman tetap berjualan bawang goreng dengan brand andalan BAPER (Bawang Pedas Renyah). Hanya modal bawang, minyak goreng, dan cabai. Sederhana bukan? Tapi bermanfaat dan menguntungkan.

6. Karena persoalan berat badan selalu krusial buat urusan kesehatan dan penampilan, timbangan berat badan bisa kamu tawarkan!

Karena berat badan adalah hal yang krusial terutama untuk perempuan, kamu bisa menjadikannya komoditi untuk dijual. Kamu bisa membuat design yang unik dengan menghias atau melukisinya sehingga punya nilai plus yang menjual. Selama ini orang sering mencuri-curi kesempatan untuk menimbang berat badan ketika sedang di rumah sakit, puskesmas, atau apotek. Tapi masa iya, kamu harus ke puskesmas dulu untuk tahu berat badanmu? Sudah begitu, terkadang di tempat satu dan lainnya angka yang kamu dapat sering berbeda karena tergantung pada setelan awal. Jadi kamu tidak tahu apakah berat badanmu memang naik ataukah timbangannya yang salah. Daripada galau melulu, akan lebih mudah kalau kamu punya satu di kamar ‘kan?

7. Sama seperti baju, seprai adalah benda yang kebutuhannya ada sepanjang waktu. Buat yang lucu-lucu ya!

Selain baju, seprai adalah barang sepele yang sudah pasti selalu dibutuhkan umat manusia. Pertama-tama kamu bisa menawarkannya kepada teman-teman sekantormu. Terutama kepada yang baru pindah rumah. Tapi tentunya kamu harus membuat seprai yang beda dari yang sudah ada di pasaran. Misalnya, kamu bisa menawarkan seprai homemade dengan berbagai motif yang menarik. Cara pertama, bila kamu tidak bisa membuat sendiri, kamu harus mencari produsen seprai yang bagus. Selanjutnya kamu harus membuat strategi promosi yang gencar, baik dari mulut ke mulut ataupun via media sosial. Tak apa repot jadi mbak sis di instagram. Toh terbukti online shop adalah peluang yang menjanjikan.

Kunci utama dari sebuah produk bisa dijual adalah nilai guna. Tidak perlu harus barang hebat yang sangat bergengsi. Bawang goreng sambal, dompet, dan lain sebagainya adalah produk-produk yang pasti dibutuhkan masyarakat. Asal kamu mau usaha sedikit untuk memolesnya dan gencar melakukan promo, barang-barang sepele pun bisa jadi komoditi.

Sumber