Bebas Membuat Kaos dan Jaket di Mbojo Souvenir

BEBAS MEMBUAT KAOS DAN JAKET DI MBOJO SOUVENIR

Dunia desain yang belakangan ini mengalami peningkatan, ternyata dimanfaatkan banyak kalangan untuk mendatangkan keuntungan. Salah satunya saja seperti Muhammad Fuady, S.Farm, Apt (24) yang mulai serius menekuni bisnis konveksi sejak Ia duduk dibangku perkuliahan pada tahun 2007 silam.

Meskipun saat itu dirinya menempuh pendidikan di Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII), namun Fuad lebih tertarik mengasah bakat menggambar dalam dirinya secara otodidak. Hobi dan kemampuan inilah yang akhirnya menjadi modal utama bagi lelaki kelahiran Bima, 1 April 1988 ini untuk mulai berkreasi dan berinovasi menciptakan desain kaos, jaket, serta produk fashion lainnya yang banyak dibutuhkan kalangan anak muda.

Mengusung “Mbojo Souvenir” sebagai nama usahanya, Fuad yang ditemui tim bisnisUKM pada Selasa (20/11) mengaku bahwa kata Mbojo sendiri berasal dari salah satu nama daerah di kampung halamannya (Nusa Tenggara Barat). “Awalnya kami berinisiatif untuk membuat desain jaket kelas dan memproduksinya agar bisa digunakan teman-teman di sekolah maupun kampus,” ujarnya. Siapa sangka bila ide tersebut diterima pasar dengan baik, dan mendapatkan respon yang cukup positif dari para pelajar maupun mahasiswa di sekitar Yogyakarta.

mbojo souvenirDalam perjalannya, Mbojo Souvenir mulai memproduksi aneka macam produk fashion dengan desain-desain yang disesuaikan dengan keinginan para konsumen. Sebut saja seperti jaket, jumper, hoodie, almamater, kaos, kemeja, topi, jaket parasut, dan lain sebagainya. “Presentasi produk yang kami buat paling banyak adalah jaket, karena banyak komunitas yang ingin menunjukan identitas mereka dengan menggunakan jaket, kemudian tidak sedikit juga yang ingin menggunakan kaos,” jelas Fuad ketika ditanya mengenai produk unggulannya.

Jika dibandingkan dengan produk lain milik pesaing, Fuad berani menjamin bila produk yang Ia produksi tidak kalah bersaing dengan produk serupa di pasaran. “Kami memberikan pelayanan yang cepat, memberikan kenyamanan bagi konsumen yang membutuhkan desain gambar, serta memasarkan produk berkualitas dengan harga yang bersaing,” ungkapnya. Mbojo Souvenir menawarkan kisaran angka yang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 45.000,00 untuk sebuah kaos serta Rp 110.000 sampai Rp 130.000,00 untuk harga jaket.

Lika-liku perjalanan Mbojo Souvenir

Selama ini dalam menjalankan usahanya, tak sedikit kendala yang sering dihadapi Fuad. Seperti misalnya masalah bahan baku yang persediaannya masih belum stabil, cuaca yang sering hujan sehingga menghambat proses pengeringan sablon, serta masalah pengiriman barang yang sering kali kurang lancar.

Namun dengan bantuan puluhan tenaga produksi yang Ia miliki, kendala tersebut bisa Ia atasi dengan baik dan setiap bulannya Fuad bisa memproduksi kurang lebih 500 produk dengan omzet sekitar Rp 6,9 juta.

pengusaha konveksiMemanfaatkan berbagai macam situs media online seperti misalnya blog, facebook, twitter, serta aplikasi BlackBerry Massanger (BBM) dalam proses pemasarannya, sekarang ini reseller produk Mbojo souvenir telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan mulai menjangkau pasar internasional seperti misalnya Negara Jepang dan Korea. “Di tahun 2013 kami berencana akan menggunakan website resmi untuk pemasaran,” terang Fuad kepada tim bisnisUKM. Dari strategi tersebut, Fuad berharap kedepannya Mbojo Souvenir bisa berkembang dengan pesat, memiliki desainer sendiri dan jangkauan pemasarannya juga bisa lebih luas.

Tim liputan BisnisUKM