bekicotBekicot tergolong ke dalam hewan lunak (mollusca) dari kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Oleh karena mudah berkembang biak, bekicot menyebar ke seluruh kawasan dunia. Bekicot selain sebagai pakan ternak, juga merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Banyak masyarakat yang menggemari makanan bekicot (sate bekicot, keripik bekicot). Selain itu, bekicot juga dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, radang selaput mata, sakit ketika menstruasi, sakit gigi, gata-gatal, dan lain-lain.

Pada awalnya, bekicot banyak diburu kaum petani karena merupakan musuh dan hama bagi tanaman. Namun, kini bekicot banyak diburu dan dikumpulkan untuk komoditas ekspor. Permintan terhadap bekicot termasuk sangat tinggi, terutama dari Negara Prancis, Jerman, serta Jepang sebagai makanan.

Bekicot juga bisa dibudidaya dengan cara yang cukup mudah, sederhana, dan menguntungkan. Mengingat prospek bekicot yang cukup cerah, diperlukan upaya untuk menghasilkan bekicot secara terus-menerus tanpa harus bergantung pada kondisi alam. Berikut beberapa hal yang dibutuhkan untuk budidaya bekicot:

1. Lokasi

Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.

2. Sarana dan Peralatan

- Kandang

Persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan budidaya bekicot. Karena dalam kehidupan aslinya, untuk berkembang dengan baik, bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang tersebut didirikan pada tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30º C. Dalam pemeliharaannya, bekicot dapat juga dipelihara secara terpisah maupun campuran antara yang besar dan yang kecil. Bila dilakukan secara terpisah, maka resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:

- Kandang kotak kayu

Kandang terbuat dalam lembaran kayu triplek yang berkaki dengan ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi

kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.

- Kandang bak semen

Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.

- Kandang galian tanah

Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir. Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.

3. Pembibitan

Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.
-  Pemilihan Bibit Calon Induk

Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

- Reproduksi dan Perkawinan

Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

Beberapa perawatan dalam budidya bekicot antara lain sebagai berikut:

1. Menjaga kelembaban lingkungan bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.

2. Pemberian pakan yang bermutu secara teratur agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, dan lain sebagainya.

3. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain agar bekicot dapat tumbuh baik tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.

Diolah dari berbagai sumber

sumber gambar: http://djons.files.wordpress.com/2008/02/bekicot.jpg