Berkah Ramadhan, Timun Suri Laris Manis Diserbu Pembeli

Bisnis timun suri di bulan ramadhanRamadhan menjadi berkah tersendiri bagi Herman yang berdagang timun suri di Depok. Dagangannya lari manis diserbu pembeli yang ingin menikmati buah berdaging lembut itu sebagai menu santapan berbuka puasa.

Usaha berjualan timun suri baru digeluti Herman pada Ramadhan tahun ini. Sebelumnya ia berjualan aneka buah musiman seperti durian, mangga, dan jeruk.

Baca Juga Artikel ini :

Sotong Pangkong, Menu Khas Ramadhan di Pontianak

Es Kelapa Muda Diburu Pelanggan Di Bulan Ramadhan

Meski baru berjualan timun suri tahun ini, Herman termasuk berani mengambil resiko. Ia berani mendatangkan timun suri dalam jumlah banyak dari kawasan Bogor, Jawa Barat.
Herman penjual timur suri di DepokSekali pesan, tak kurang 1.000 buah timun suri didatangkan ke lapaknya. Timun suri segar yang cukup mengundang selera itu, tidak hanya diminati pembeli eceran. Beberapa pedagang keliling juga rela antre untuk mendapatkan timun suri darinya.
“Sekali pesan 1.000 buah, dibawa pakai truk dari Bogor. Pembelinya tidak hanya eceran, pedagang juga ke sini. Tapi, untuk pedagang kita kasih diskon,” ujarnya kepada BisnisUKM.com di lapaknya Jalan Keadilan, Pancoran Mas, Depok, Sabtu (11/6).
Herman menyebutkan, satu timun suri kecil dijualnya Rp 10 ribu. Sedangkan untuk timun suri besar dijualnya Rp 25 ribu. Namun, untuk ke pedagang biasanya ia memberi potongan harga Rp 3.000 per buah timun suri.
Timun suri laris manis di bulan ramadhan“Dua hari timun suri habis. Kita sengaja tidak ambil untung banyak, karena pembeli kita rata-rata pedagang,” jelas pria asal Parung itu.
Untuk di lapaknya saja, sehari ia bisa menjual 100 buah timun suri kepada pembeli secara eceran. Sedangkan selebihnya diborong pedagang. Jumlah penjualan biasanya akan meningkat saat cuaca mendukung.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

“Kalau cuaca panas untuk pembeli eceran saja kita bisa jual 100 lebih. Sehari omzetnya Rp 1 juta dari sini (lapak) saja. Itu belum termasuk yang dari pedagang untuk dijual lagi,” tandasnya.

Tim Liputan BisnisUKM
(/Dunih)
Kontributor BisnisUKM.com wilayah Depok