Kategori Lainnya

Bertahan di Tengah Gempuran Persaingan E-commerce Indonesia

William Tanuwijaya, Ceritakan Cara Tokopedia Bertahan di PersainganPersaingan start up digital yang semakin kompetitif, memaksa para pemilik perusahaan e-commerce lokal seperti salah satunya Tokopedia harus bisa terus menunjukkan taringnya agar bisa bertahan di tengah serbuan pemain asing.

Sebagai pemain lokal, William Tanuwijaya selaku CEO Tokopedia justru memandang persaingan tersebut sebagai suatu hal yang positif. “Dulu kami disepelekan. Kami mulai sebagai startup lokal dengan tim kecil. Jadi, kami harus percaya dengan diri sendiri ketika nggak ada yang percaya dengan kami,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana cara Tokopedia bertahan di tengah gempuran persaingan e-commerce Indonesia? Simak cerita William ketika menjadi bintang tamu pada event Tech in Asia Jakarta 2016 .

Franchise King Coklat Premium

Franchise King Coklat Premium

Harga Promo 3,8 Juta Saja Mendapatkan Booth, Blender, X-Banner, 100 Bahan Baku Gratis, dan semua perlengkapannya.

1. Selalu Punya Alasan Untuk Bangkit

Startup identik dengan mencoba dan tak luput dari trial and error. Meski begitu, jangan cepat menyerah, dan pastikan kamu selalu punya alasan untuk mencobanya lagi. “Mendapatkan pendanaan setiap tahunnya bukan tujuan Tokopedia. Tapi, kami bangun produk untuk pelanggan. Misi kami mau demokratisasi perdagangan dengan internet dan teknologi,” pesan William dikutip dari id.techinasia.com.

2. Jangan Terbawa Arus

Ketika pemain lainnya ramai-ramai memberikan diskon besar-besaran, menggelar hari belanja nasional (Harbolnas), selamanya gratis ongkir ke seluruh Indonesia, tidak demikian dengan Tokopedia. “Kami tentukan apa kebutuhan pelanggan, bukan apa yang mereka inginkan,” tambah William.

3. Pastikan Pelanggan Nyaman Dengan Layanan yang Tersedia

Yang terpenting bagi Tokopedia adalah kenyamanan dan kesetiaan pelanggan. Agar mereka setia dengan Tokopedia, William berusaha memberikan pelayanan yang nyaman agar mereka tak sungkan untuk kembali menggunakan layanan tersebut. “Ini bukan soal satu juta orang yang terdaftar tapi bagaimana membuat sepuluh ribu pendaftar yang ada bisa kembali menggunakan layanan ini,” katanya.

4. Tim Support yang Selalu Peduli Dengan Pelanggan

Untuk bisa membuat pelanggan merasa nyaman, dibutuhkan tim support yang selalu peduli dan respect terhadap setiap permasalahan pelanggan. Meski bukan yang tercerdas, tapi setidaknya tim Tokopedia selalu peduli tentang perusahaan dan permasalahan pelanggannya.

5. Berusaha Pahami dan Pecahkan Masalah E-commerce Lokal

Meski sekarang ini banyak startup lokal yang meniru model bisnis digital dari luar negeri, tapi William tidak tertarik melakukannya. Ia lebih tertarik menyelesaikan solusi dari setiap permasalahan pelaku UKM lokal. Contoh kecilnya seperti permasalahan modal, Tokopedia mencoba memberikan pinjaman dana bagi penjual online di Tokopedia yang kesulitan mendapatkan pinjaman dana dari bank.

Nah, semoga kelima cara William membesarkan Tokopedia bisa menjadi inspirasi bagi kamu-kamu yang juga memiliki minat di dunia usaha. Selamat berkarya, dan salam sukses!