Bisnis Kreatif Kaos Khas Tanjungpinang

Kiprah anak muda di dunia usaha kini tak bisa dipandang sebelah mata. Kreativitas serta ide-ide cemerlang yang dilahirkan dari tangan-tangan anak muda, kini ternyata tak hanya menjadi isapan jempol belaka namun juga bisa diwujudkan menjadi sebuah peluang usaha. Salah satunya saja seperti Kohen Sofi (22) yang sekarang ini sukses merintis bisnis kreatif kaos khas Tanjungpinang.

bisnis-kreatif-kaos-khas-tanjungpinang

Mengawali karirnya sebagai salah seorang staf produksi di Kaos Pinang, Kohen yang saat ini masih menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Maritim Raja Ali Haji ini mengaku mulai serius merintis bisnis kaos khas Tanjungpinang sejak tanggal 28 Oktober 2013 silam.

“Awalnya saya pernah menjadi bagian produksi di Kaos Pinang, kemudian kaos pinang itu tidak produksi lagi di Tanjungpinang karena kembali ke Bandung. Jadi, dia tidak memakai bagian produksi lagi dan saya mulai menciptakan ide-ide seperti itu untuk mencoba produksi kaos sendiri,” ungkap Kohen.

Mengusung Kaos Gurindam sebagai brand produk yang Ia miliki, Kohen mengaku sebagai pemula Ia juga menghadapi berbagai macam kendala usaha yang dialami oleh para pelaku bisnis lainnya. “Kendala utama saya lebih dari segi alat dan bahan bakunya, karena saya produksi kaos sendiri. Kita ambil bahannya dari Bandung sedangkan alat sablonnya dari Jakarta,” terangnya.

Mengusung Gurindam Sebagai Brand Produk

Ketika ditanya mengapa memilih nama Gurindam sebagai brand produknya, Kohen mengungkapkan bahwa gurindam itu sendiri puisi yang dituliskan oleh Raja Haji Fisabilillah yang merupakan pahlawan nasional dan makamnya ada di Pulau Penyengat yang memang menjadi tempat wisata daerah Tanjungpinang yang terkenal. “Jadi, kita sengaja mengambil nama itu untuk dijadikan brand agar Tanjungpinang dikenal dengan Gurindam city,” ucapnya.

Dengan menawarkan kaos gurindam yang desainnya sesuai dengan ciri khas Tanjungpinang dan dipasarkan dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, sekarang ini pengusaha muda ini bisa memproduksi sedikitnya 100 pcs kaos setiap bulannya.

“Kapasitas produksi per bulan bisa mencapai 100pcs, itu dipisahkan antara stok untuk jualan bisa produksi 30 pcs dan custom dari orang sekitar 70 pcs. Biasanya memang lebih banyak custom daripada pembelian langsung,” tutur lelaki kelahiran Tanjungpinang, 15 November 1992 tersebut.

Kendati Kohen belum genap setahun menekuni bisnis kaos khas Tanjungpinang, namun Kohen tetap optimis bila kaos gurindam ini bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas Tanjungpinang yang diminati para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. “Sekarang ini kaos gurindam kita pasarkan di Bandara Tanjungpinang dan bulan depan kita pasarkan di oleh-oleh Bintan,” katanya.

Mengakhiri pertemuan kami siang itu, Kohen berharap agar kedepannya bisa membesarkan usaha kaos gurindam ini. “Dari pelatihan-pelatihan ini semoga ada kelanjutan termasuk suntikan-suntikan dana karena kita kan untuk alat dan bahannya dari Jakarta, sehingga harganya cukup tinggi,” ujar Kohen menutup sesi wawancara bersama BisnisUKM.com.

Tim Liputan BisnisUKM