bisnis kreatifHajatan pernikahan bagi kebanyakan orang dianggap sebagai sebuah moment yang penting dan sangat berarti dalam hidup. Sehingga dalam mempersiapkan hajatan spesial pernikahan, tidak jarang kedua belah pihak dibuat super sibuk agar moment yang dilakoni sekali dalam seumur hidup tersebut berlangsung lancar dan berkesan. Salah satu persiapan yang menjadi tradisi masyarakat selama ini antara lain pengajian, siraman, midodareni, akad nikah, resepsi, dan beragam acara pendukung lainnya. Beragam tradisi yang dijalani tersebut ternyata bagi sebagian orang mampu dimanfaatkan menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan.

Kebutuhan akan pernak-pernik dan hantaran pernikahan menjadi sebuah hal yang bisa dikembangkan menjadi bisnis menarik dan inovatif. Peluang bisnis itulah yang sejak tahun 1997 dikembangkan Ibu Retno Savitri (almh) dengan memproduksi aneka pernak-pernik pernikahan menggunakan bahan alami seperti akar wangi, biji nyamplung, dll. Perlahan tapi pasti, usaha yang dibantu dua orang tenaga produksi tersebut terus mengalami perkembangan dalam inovasi produk dan jenisnya. Dengan didukung 3 buah ruko kala itu, Ibu Savitri yang kemudian menamai usahanya “Savitri Wedding” mampu mengembangkan bisnisnya dengan memproduksi beragam box dan hantaran pernikahan.

hantaran pernikahanSaat ini, usaha yang awalnya berasal dari hobi dan kecintaan akan produk pernak-pernik tersebut dipegang oleh putra-putri Ibu Savitri yaitu Muhammad Satria Vidyatama (22) dan Soraya Ayu Hapsari (20). Ditemui di workshop yang sekaligus sebagai lokasi produksi Kamis (14/3), Soraya yang didampingi salah seorang staff produksi Mbak Idah (34) mengaku jika saat ini manajemen dikendalikan dirinya dan kakaknya. “Setelah ibu meninggal dunia, kami berdua (dengan M.Satria) yang bertanggung jawab melanjutkan perjuangan beliau mengembangkan Savitri Wedding agar tetap eksis dan makin inovatif,” terang Soraya yang kini kuliah di Fakultas Ekonomi UGM.

Pengembangan usaha

Didukung 15 orang karyawan yang saat ini menangani berbagai bidang, “Savitri Wedding” semakin melebarkan sayap usahanya dengan menyediakan souvenir, undangan, sewa bed cover set, hantaran, dekorasi gedung, catering, tenda, dokumentasi, hiburan, sewa mobil, sewa kebaya, rias pengantin, wedding organizer, dll. “Kami memiliki keunggulan pada produk kami yang lebih lengkap, baik itu pernak-pernik dan beragam hal kebutuhan pernikahan lainnya,” kata Mbak Idah yang menjadi tenaga produksi sejak awal mula usaha tersebut berdiri. Sementara Soraya menambahkan untuk bisa mengembangkan usahanya tersebut dibutuhkan inovasi produk terus menerus beragam jenis agar masyarakat tidak merasa jenuh.

box hantaranHarga yang ditawarkan Savitri Wedding sangat bervariasi, tergantung dari macam dan jenis produknya. “Saat ini untuk aneka souvenir dan pernak-pernik kami berikan harga Rp.2.500,00-Rp.45.000,00 sementara hantaran pernikahan pada kisaran ratusan ribu rupiah, yang lainnya tergantung dari jenis produknya,” imbuh Soraya yang saat ini bekerjasama dengan 40 supplier produk souvenir dan pernak-pernik. Dengan kondisi seperti itu, Soraya mengakui “Savitri Wedding” dalam satu bulan bisa memperoleh omzet sekitar 60 juta rupiah.

Proses pemasaran menjadi faktor penting dalam mengembangkan sebuah usaha. Hal tersebut disadari betul oleh Soraya dan manajemen yang saat ini melakukan berbagai macam cara memasarkan produk “Savitri Wedding” secara offline maupun online. “Untuk promosi offline, kami melakukan titip jual ke berbagai toko, selain itu ikut serta dalam beberapa pameran dengan brosur dan kartu nama, sementara untuk online kami memiliki website Savitri-group, jejaring sosial seperti facebook dan twitter,” jelas Soraya tentang proses pemasarannya. Saat ini “Savitri Wedding” memusatkan pemasarannya di workshop yang terletak di wilayah Pakualaman, Yogyakarta. Sementara untuk area pemasaran saat ini sudah hampir mencakup selauruh wilayah di tanah air.

Di akhir wawancara, Soraya berharap usaha yang sudah dirintis oleh ibunya tersebut bisa terus eksis dan menghasilkan beragam inovasi produk terbaru. Selain itu, bersama dengan kakaknya Soraya berkeinginan untuk memiliki usaha yang lain sebagai bagian dari proses pengembangan bisnis keluarganya tersebut. “Bisa jadi kami ingin mendirikan restoran ataupun usaha sejenis, yang penting dari usaha kami tersebut nantinya bisa memberikan lowongan pekerjaan bagi masyarakat banyak,” terang Soraya menutup wawancara tim liputan bisnisUKM sore itu.


Tim liputan bisnisUKM