Semprong adalah jenis makanan tradisional yang biasa menjadi hidangan setiap acara hajatan yang digelar masyarakat di pedesaan. Dan tidak sulit untuk mendapatkan camilan ini. Hampir bisa dipastikan semua pedagang panganan di pasar-pasar tradisional menyediakan kue ini.

Walaupun kini sudah mudah didapatkan dimana saja, namun makanan yang terbuat dari campuran tapioka, terigu, gula pasir, mentega, telur, dan wijen ini adalah makanan khas kota Purworejo.

Kue yang asik dinikmati saat santai sembari ngobrol-ngobrol dengan teman ataupun keluarga ini, ternyata memiliki keunggulan yang menjadi nilai jual tersendiri. Yakni rasa manisnya benar-benar berasal dari gula pasir, bukan obat gula. Sedangkan renyahnya tercipta dari proses pembakaran alamiah yang tetap dipertahankan para pembuatnya.

Proses pembakarannya tidak menggunakan oven, tapi panasnya dihasilkan dari arang kayu yang dibarakan menggunakan kipas angin. Jadi rasanya khas, dan berbeda jika di panggang menggunakan oven.

Satu rumah produksi bila semua pekerjanya masuk rata-rata bisa memproduksi kue semprong hingga satu kuintal.  Harganya bervariasi tergantung jenisnya. Yang paling mahal jenis semprong wijen harganya Rp 40.000 per kg, semprong biasa Rp 12.000 per kg, dan semprong lempit Rp 15.000 per kg.

Usaha ini termasuk salah satu peluang usaha dengan modal kecil. Mengingat proses pembuatannya yang sederhana, bagi anda yang berminat mengembangkan bisnis ini, yang paling penting adalah keuletan dan ketekunan. Siapa tahu dari tangan anda, bisa menghasilkan semprong dengan bentuk dan sajian yang bukan lagi hanya sekedar camilan tradisional.

sumber gambar: http://2.bp.blogspot.com/_DdWvmvrBdYM & http://2.bp.blogspot.com/_DOovgacPAAE