Bisnis Sehat dengan Wedang Herbal Telaga Rasa

BISNIS SEHAT DENGAN WEDANG HERBAL TELAGA RASA

Bagi Anda yang tinggal di Indonesia, pastilah tidak asing dengan salah satu jenis wedang (minuman) herbal seperti wedang jahe, wedang secang, temulawak, maupun bajigur. Minuman yang dihasilkan dari bahan baku tradisional tersebut memang menjadi salah satu kuliner khas yang banyak ditemui khususnya di pulau Jawa. Tidak hanya di warung-warung sederhana seperti warung kopi kaki lima dan warung angkringan (khas Jogja), aneka minuman tradisional tersebut bahkan sudah ‘merambah’ hotel maupun restoran sebagai sajian unggulan dengan beragam varian serta kemasan khusus.

Makin tingginya permintaan akan produk minuman herbal tidak terlepas dari kesadaran masyarakat kita akan dampak buruk dari minuman-minuman instan yang dewasa ini ‘menguasai’ pasar dalam negeri. Masyarakat kini mulai kembali percaya dengan aneka jenis minuman herbal yang selain nikmat juga memiliki khasiat kesehatan tubuh. Kondisi demikian memancing berbagai pihak untuk ‘mengolah’ wedang herbal menjadi sebuah bisnis yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu orang yang kemudian sukses dalam mengembangkan bisnis tersebut adalah Mukhlis Hari Nugroho S.E. (35).

Pak Mukhlis Telaga Rasa

Pak Mukhlis Telaga Rasa

Ditemui tim liputan bisnisUKM di rumahnya Jln. Godean Gamping Sleman, Rabu (15/5), Pak Mukhlis begitu beliau biasa disapa mengungkapkan awal mula dirinya mengembangkan bisnis minuman herbal. “Saya mengembangkan ini (minuman herbal) pertama kali di daerah Tempel Sleman tahun 2000 dengan dua varian, yaitu jahe wangi dan kunir putih, kedua produk tersebut kemudian saya pasarkan ke koperasi mahasiswa,” jelas Pak Mukhlis yang mengaku belajar memproduksi minuman herbal dari pelatihan. Respon positif dari pasar (koperasi mahasiswa) membuat Pak Mukhlis memberanikan diri untuk melebarkan sayap pemasarannya ke beberapa swalayan yang ada di seputaran Yogyakarta.

Hasilnya di luar dugaan, produk wedang herbal yang Pak Mukhlis titipkan di swalayan-swalayan juga mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat. Atas dasar itulah Pak Mukhlis merasa tertantang untuk mengembangkan varian-varian lain wedang herbal dengan menggunakan brand/ merk ‘Telaga Rasa’. “Dari situ saya belajar hingga saat ini bisa memproduksi 13 varian wedang herbal, diantaranya kunir putih, kunir asem, jahe merah, jahe wangi, beras kencur, temulawak, dan masih banyak lainnya,” ujarnya. Produk-produk tersebut kemudian dikemas menggunakan box, plastik, dan kemasan sachet.

Dibantu 8 (delapan) orang tenaga kerjanya, Pak Mukhlis saat ini bisa memproduksi 75 kg s.d. 1 kuintal bahan baku setiap harinya. Adapun bahan baku (rempah-rempah) yang digunakan merupakan kualitas unggul dan sudah melalui proses sortir yang sangat ketat. “Pedoman saya, untuk bisa menghasilkan produk yang berkualitas, maka bahan baku yang digunakan pun juga harus berkualitas, dalam hal ini saya cukup ketat dalam menyeleksi bahan baku yang ada,” imbuhnya.

Keunggulan Produk Wedang Herbal Telaga Rasa

Produk Wedang Herbal Telaga Rasa

Produk Wedang Herbal Telaga Rasa

Harga yang dipatok Pak Mukhlis untuk aneka jenis wedang herbal miliknya sangat bervariasi, mulai dari Rp800,00 s.d. Rp6.000,00/ pcs kemasan. Dengan harga tersebut, wedang herbal Telaga Rasa kini sudah dipasarkan ke hampir seluruh swalayan di yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Selain direct selling ke hampir seluruh wilayah di Indonesia, produk-produk kami ini justru juga dominan kami pasarkan di swalayan dan toko oleh-oleh,” jelas Pak Mukhlis. Benar saja, dengan tim serta peralatan (mesin) produksi yang dimilikinya saat ini, Pak Mukhlis tidak mengalami kesulitan dalam pemenuhan kapasitas produksi yang umumnya menjadi kendala dari para UMKM.

Melalui CV Anugerah Sukses Mandiri miliknya, Pak Mukhlis juga membuka kesempatan bagi pihak lain untuk menjadi agen dan reseller produk wedang herbal miliknya. Diakui Pak Mukhlis, dengan dibukanya sistem keagenan tersebut, arus cashflow bisnisnya juga mengalami peningkatan serta jangkauan pemasarannya menjadi lebih luas. “Meningkatnya permintaan terhadap wedang herbal juga tidak lain karena masyarakat semakin sadar terhadap kesehatan, sehingga semakin mengurangi makanan dan minuman yang mengandung zat kimia dan beralih ke produk herbal,” lanjutnya.

beer pletox Telaga Rasa

beer pletox Telaga Rasa

Kualitas rasa dan bahan baku menjadi beberapa keunggulan yang dimiliki Wedang Herbal Telaga Rasa jika dibandingkan dengan produk sejenis lainnya. Hal demikian menjadi semacam kekuatan tersendiri bagi Pak Mukhlis dalam menghadapi persaingan dalam bisnis sejenis yang semakin marak belakangan ini. “Inovasi menjadi kekuatan lainnya jika tidak ingin tenggelam dalam persaingan bisnis, sehingga kami selalu menerima masukan dan senantiasa meningkatkan kreasi maupun inovasi produk agar tetap bisa bertahan dan mempertahankan kualitas,” terang ayah dua orang putrid tersebut.

Di akhir wawancaranya dengan bisnisUKM.com, Pak Mukhlis berharap usaha miliknya ke depannya bisa lebih berkembang lagi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas produknya. Di samping itu, beliau juga berpesan kepada para pelaku bisnis lainnya agar tidak terlalu percaya diri (over confidence) terhadap produk dan usahanya. Hal demikian agar para mereka (pelaku usaha) tidak cepat puas dan selalu berinovasi menghasilkan produk-produk yang lebih berkulitas.

Tim liputan bisnisUKM