Bisnis Tanpa Modal Kini Ayam Gobyos Mulai Dikenal

Memutuskan terjun di dunia usaha pada bulan januari 2013, Danang Prihastomo yang lahir 21 Juli 1987 kini sukses memperkenalkan Ayam gobyos di kalangan masyarakat Jogja dan sekitarnya. Mengusung menu olahan pedas dengan bahan dasar ayam, Ayam Gobyos mencoba menawarkan beragam menu seperti ayam geprek, ayam geprek saus telur, ayam geprek lombok ijo dan lain sebagainya.

 

BISNIS KULINER TANPA MODAL KINI AYAM GOBYOS MULAI DIKENAL

Melihat perubahan selera makan masyarakat Jogja khususnya kalangan mahasiswa yang sekarang ini lebih cenderung mengarah kepada makanan-makanan pedas, pengusaha muda yang akrab dipanggil Danang ini menemukan ide bisnis cemerlang untuk membuat warung Ayam Gobyos yang menyediakan menu ayam serba pedas .Warung makan ayam gobyos

“Warung Ayam Gobyos ini menyediakan berbagai macam olahan khusus ayam pedas karena di Yogyakarta sendiri tingkat konsumsi ayam sangat tinggi apalagi dikalangan mahasiswa, selain itu rumah makan saya tidak takut kehabisan bahan baku karena stok ayam untuk kota Yogyakarta sangat melimpah,” ujar Danang.

Ketika merintis bisnis kuliner serba ayam ini, Danang mengaku bahwa modal utama berdirinya warung gobyos ini adalah niat dan jiwa untuk berwirausaha. “Modal usaha tidak semata-mata dalam bentuk uang, namun sebuah gagasan, pemikiran dan tenaga juga merupakan sebuah modal,” katanya.

Meskipun demikian, Danang menambahkan bahwa uang tetap berpengaruh untuk menunjang sebuah usaha yang dijalankan. “Untuk modal usaha berupa uang, kita tidak harus menggunakan uang kita sendiri. Kita dapat menggunakan uang investor dengan cara dan perjanjian yang jelas, menjalin kersama dengan teman atau dengan modal usaha dari orang tua,” tambahnya.

Modal usaha untuk bisnis kuliner Ayam Gobyos sendiri berasal dari investor yang kebetulan juga merupakan rekan dari Danang Primastomo. Keduanya memiliki visi misi yang sama, karena itulah mereka memutuskan untuk membuka warung makan ayam gobyos.

“Strategi dalam menjalin kerjasama dengan investor kuncinya adalah jujur dan apa adanya dalam mengungkapkan prospek bisnis kedepannya. Jujur yang ditawarkan disini bukanlah sebuah mimpi yang kita tawarkan, akan tetapi realita dengan berbagai pendukung seperti riset atau history sehingga investor dapat percaya dengan usaha yang akan kita bangun,” jelas ketua komunitas TDA Jogja tersebut.Bisnis kuliner ayam gobyos

Kendati awalnya modal dana yang dimiliki pengusaha muda ini terbilang cukup terbatas bahkan bisa dikatakan sebagai bisnis tanpa modal, namun dengan modal kepercayaan yang Ia bangun kepada para investor sekarang ini warung Ayam Gobyos telah berkembang dengan memiliki 4 varian menu yang ditawarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp 8.000,00 sampai Rp 13.000,00.

“Untuk saat ini setiap harinya penjualan atau omset dari Ayam Gobyos sendiri sudah mampu mencapai 250 porsi. Dari angka penjualan tersebut saya bisa mengantongi omzet kira-kira Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per hari,” ungkap Danang.

Ditanya mengenai kunci suksesnya, Danang berujar bahwa pencapaiannya dalam menjalankan bisnis kuliner Ayam gobyos ini bukan ke hanya untuk dirinya pribadi tetapi lebih kepada pencapaian secara team. “Jadi saat seluruh team bisa tersenyum bahagia maka saya akan lebih tersenyum lebar daripada mereka,” terangnya kepada tim liputan BisnisUKM.com.