Busana Muslim Kaos R&G Design Bandung

/ / Inspirasi Bisnis, Video UKM /

Keinginan untuk memiliki usaha (berwirausaha) membuat Ibu Dewi Eka Kurniaty (42) memutuskan untuk mengundurkan diri dari sebuah BUMN yang bergerak pada bidang industri telekomunikasi. Kondisi mapan sebagai staff BUMN yang telah dilakoninya selama 14 tahun tidak menghalangi niat bagi istri Bapak Kusmara tersebut untuk terjun dalam bisnis konveksi yang belum jelas jaminan kesuksesannya. Namun, dukungan dari keluarga terutama anak dan sang suami membuat Ibu Eka mantap untuk resign dan lebih terfokus dalam bisnis konveksi yang dijalaninya.

Ditemui tim liputan bisnisUKM di rumahnya, Rabu (31/10), Ibu Eka berujar jika keinginan untuk fokus dalam bisnis tersebut telah dipendamnya selama setahun lebih. “Sebelumnya selama kurang lebih setahun, saya menjalani usaha ini sembari bekerja, namun karena fokusnya masih terbagi dua (antara bisnis dan bekerja), maka usaha ini belum bisa berjalan maksimal, sehingga saya memutuskan untuk pensiun dini,” ujarnya. Keputusan tersebut langsung beliau respon dengan mengikuti kursus/ pelatihan konveksi demi mematangkan skill dan pengalamannya.

Seragam dan kerudung menjadi fokus produk awal yang diproduksi ibu dua orang putri tersebut di rumahnya Jalan Kencana Wangi Raya No.13 Margacinta Bandung. Namun, selang beberapa waktu Ibu Eka berfikir untuk memiliki produk unggulan yang menjadi trade mark usaha yang mengusung brand R&D Design tersebut. “Bandung selama ini dikenal sebagai kota mode atau fashion, sehingga untuk bisa dikenal orang maka kami harus memiliki produk unggulan yang menjadi pembeda dengan produk fashion kebanyakan (di Bandung),” jelas Ibu Eka. Alhasil, setelah melakukan riset pasar, maka di tahun 2009 beliau mulai menemukan produk spesifik yaitu busana muslim.

Proses produksi R&G kaos‘Busana muslim kaos’, begitulah Ibu Eka mendeskripsikan produk unggulannya. Dikatakan begitu karena bahan baku utama yang digunakan dalam produk busana muslimnya adalah kain yang biasa digunakan untuk kaos. “Produk kami memang spesifik dengan bahan baku kaos, selain itu model yang kami produksi juga mengikuti perkembangan trend busana saat ini, dengan warna dominan cerah, terlebih segmen pasar kami memang sebagian besar untuk kalangan muda,” lanjut Ibu Eka. Adapun untuk referensi model, beliau biasa memperolehnya dari majalah fashion luar negeri dan internet.

Saat ini tidak kurang 15 model busana muslim yang mampu diproduksi Ibu Eka. Dengan dibantu 5 orang tenaga produksinya, beliau mampu menghasilkan ratusan busana muslim setiap bulannya. “Dalam sebulan rata-rata tenaga kami bisa memproduksi 150 pcs busana muslim per penjahit, sehingga dalam sebulan kisaran produksi kami bisa berada diangka 450 pcs untuk 3 orang penjahit,” imbuhnya. Produk-produk tersebut kemudian beliau pasarkan melalui media online (jejaring sosial), serta dititipkan (konsinyasi) ke beberapa toko rekanan di seputaran Bandung.

Harga jual yang dipatok Ibu Eka untuk setiap produknya ditentukan oleh bahan baku serta model/ jenisnya. “Secara umum, harga yang kami patok sangat terjangkau untuk semua kalangan, yaitu berkisar diangka Rp120.000,00 s.d. Rp150.000,00/ pcs,” jelasnya. Dengan kisaran harga itu, R&G Design dalam tahun pertama sudah mengantongi omzet hingga 18 juta Rupiah. Sementara untuk tahun ini, beliau mengaku bisa mengantongi omzet 20 juta Rupiah, dengan keuntungan ±20%.

Keunggulan Produk R&G Design

Owner R&G kaosKeunikan serta kreatifitas yang dihasilkan oleh R&G Design ternyata memperoleh apreasiasi yang sangat bagus dari masyarakat. Terbukti kreasi busana muslim tersebut kini sudah tersebar ke beberapa daerah, diantaranya Aceh, Balikpapan, Bali, Mojokerto, dll. Selain melalui pemasaran langsung, tersebarnya produk R&G hingga ke beberapa daerah dikarenakan sistem keagenan yang dijalankan oleh Ibu Eka. “Memang kami juga menerapkan sistem keagenan untuk produk-produk kami, namun jujur sistem tersebut masih harus disempurnakan agar bisa memperoleh hasil yang lebih maksimal lagi,” terangnya sembari tersenyum.

Ketika ditanya mengenai keunggulan yang dimiliki kreasi produknya, Ibu Eka tanpa ragu menjawab design dan model lah yang menjadi keistimewaannya. “Dari segi design, kami memiliki eksklusifitas yang belum dipunyai produsen-produsen lain, selain itu model yang kami produksi juga selalu mengikuti trend perkembangan yang sedang in di pasaran lokal maupun internasional,” imbuh Ibu Eka. Terang saja karena kiblat model dan design yang selama ini Ibu Eka ikuti tidak hanya dari busana lokal, tetapi juga fashion mancanegara yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Di akhir wawancaranya, Ibu Eka berharap usahanya tetap bisa eksis dan dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, keinginan untuk memiliki workshop/ toko sendiri yang bisa menampung semua produk kreasinya juga menjadi mimpi besar yang beliau miliki. “Untuk mewujudkan semua itu pastinya diperlukan kerja keras dari semua pihak, di samping itu karena usaha ini merupakan pilihan hidup yang saya pilih, maka sebisa mungkin saya harus senantiasa menjaga komitmen atau konsekuen dengan pilihan tersebut,” jelasnya.

Tim Liputan BisnisUKM