Care dengan Anak, Pasutri Ini Buka Jasa Daycare

Usaha jasa penitipan anakUsia 0-5 tahun adalah masa keemasan dalam pertumbuhan anak. Sadar dengan potensi tersebut, pasangan suami istri (pasutri) Riyanto dan Yuli Wulandari membuka bisnis jasa penitipan anak (daycare) yang menekankan nilai-nilai edukasi pada anak usia dini dalam keseharian.

Kehadiran daycare yang diberi nama Rumah Ananda Daycare itu kini membuat orang tua makin banyak pilihan untuk menitipkan anak tanpa harus tergantung lagi oleh Asisten Rumah Tangga (ART).
Jasa daycare pasutri ini telah dimulai sejak 11 Juli 2013. Tempat ini dibuka selain untuk memfasilitasi orangtua yang sibuk bekerja, juga sebagai alternatif aktivitas bagi Yuli Wulandari yang kerap disapa Wulan pasca keputusannya keluar dari tempatnya bekerja sebagai guru TK.
Usaha daycareTerlebih, pengalamannya sebagai orangtua yang juga pernah menitipkan anak pertamanya di daycare, semakin menginspirasinya untuk membuka jasa daycare. Tak disangka, usahanya ini mendapat sambutan positif dari kalangan orangtua yang rata-rata memiliki kesibukan tinggi di luar rumah.
“Daycare ini kami buat berdasarkan pengalaman dan latar belakang pendidikan yang kami miliki, serta melihat kebutuhan orang mencari pengganti asisten rumah tangga,” ujar Riyanto kepada BisnisUKM.com, Selasa (21/6).

Baca Juga Artikel Ini :

Peluang Bisnis Rumahan Dengan Jasa Penitipan Anak

Sukses Berbisnis Tempat Penitipan Anak

Pria yang akrab disapa Anto itu menambahkan, karena titik beratnya adalah menanamkan moral dan edukasi, di awal usahanya ia tidak hanya mencari tempat yang strategis dan mudah dijangkau, tapi ia juga harus menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan sayang dengan anak.
Untuk orangtua yang menitipkan anaknya di tempat itu dan belum menjadi member, pihaknya menerapkan biaya bervariasi tergantung usia anak. Sedangkan untuk anak yang telah terdaftar sebagai member pihaknya menerapkan biaya antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.
“Untuk investasi awal membutuhkan biaya kurang lebih sekitar Rp 500 juta. Kesulitan yang kami hadapi saat ini adalah mencari SDM yang sesuai dengan kriteria yang kami butuhkan,” jelas Anto.

Ajarkan Kemandirian Pada Anak

Peluang bisnis daycareDikatakan Anto, lantaran tempat ini mengakomodir kebutuhan orangtua yang sibuk di hari kerja, maka Rumah Ananda Daycare hanya buka di hari kerja saja dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00. Sedangkan jika anak terlambat dijemput orangtua, ia akan mengenakan biaya tambahan (over time).
“Biaya over time per 30 menit Rp 6.000 dari jam empat sore sampai jam enam sore. Kalau lewat jam enam sore per 15 menit Rp 10 ribu,” ucapnya.
Di saat anak-anak itu berada di daycare, Anto selaku pengelola mengajarkan kemandirian pada anak seperti berlatih minum tidak menggunakan dot dan melatih toilet training agar anak tidak selalu bergantung dengan diapers/pampers.
“Kami juga mengajarkan bagaimana bersosialisasi dengan orang lain. Tidak ketinggalan kami juga melatih mengenai spiritual seperti shalat dan baca Iqra,” katanya.
Agar anak tidak bosan dengan aktivitas yang itu-itu saja, pihaknya juga menyediakan aneka mainan seperti perosotan, ayunan, sepeda dan sebagainya.

Pasca Lebaran Ada Kenaikan Jumlah Siswa

Sebagai orangtua dari dua anak, Anto dan Wulan mengerti benar situasi repotnya orangtua tanpa pengasuh anak. Namun begitu, anak yang dititip di daycare juga tidak serta merta langsung bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Sebab, biasanya ada juga anak yang waktu adaptasinya memakan waktu lama.
BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini
Kondisi itu, bukan masalah berarti baginya. Terlebih, agar tidak keteteran pihaknya yang memiliki sekitar 20 siswa juga menyediakan 4 orang guru yang telah dilatih secara profesional.
“Habis Lebaran biasanya ada kenaikan jumlah siswa sekitar 5-7 siswa. Biasanya karena pengasuhnya atau eyangnya belum balik dari kampung, sehingga akhirnya dititipkan di tempat kami,” tambah Wulan.
Tim Liputan BisnisUKM
(/Dunih)
Kontributor BisnisUKM.com wilayah Depok