Cluster Pertanian Terpadu Bantu Buka Pasar Hidroponik

Cluster pertanian terpadu hidroponik di KudusKudus – Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus bersama Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Kabupaten Kudus, pada Rabu (27/4) meresmikan pembentukan cluster pertanian terpadu yang telah lama mati suri. Acara ini dihadiri sebagian besar Komunitas Hidroponik Kudus (KHK) dan para petani hidroponik di Kudus untuk pembentukan pengurusan yang baru.

Acara yang berlangsung di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Museum Kretek No. 10 Getas Pejaten, Jati, Kudus ini bertujuan untuk membentuk pengurus cluster pertanian terpadu, agar para petani konvensional dan terutama pelaku hidroponik dapat terkoodinir dengan baik.

Baca Juga Artikel Ini :

Komunitas Hidroponik Kudus Raup Keuntungan dari Hobi Bercocok Tanam

Bisnis Hidroponik Peluangnya Kian Banyak yang Melirik

Ketua FEDEP Kudus Ardi Muhayat Ridlo mengatakan, pihaknya memang berperan sebagai penyedia fasilitas bagi UMKM di Kudus. Melihat kegiatan KHK yang positif dan menghasilkan nilai ekonomi, FEDEP akhirnya mengajak dari pelaku hidroponik untuk membentuk cluster. Agar memudahkan pemasaran hasil para petani hidroponik.

Pembentukan pengurus cluster pertanian terpadu hidroponik di Kudus“Mengetahui KHK dari facebook setengah tahun lalu, melihat kemandirian mereka luar biasa membangun jaringan dan usaha. Kemudian saya melapor ke BAPPEDA agar segera diresmikan, sekaligus bisa memantau dan membimbing para pelaku. Karena pangsa pasar di Kudus sangat potensial untuk sayuran hidroponik, tentunya membuka peluang usaha baru,” paparnya.

Salah satu pelaku bisnis hidroponik Deni Saputra (25) mengaku merasakan hasil dari bertanam hidroponik. Berawal dari coba-coba bersama sang kakak yang mendapat ilmu hidroponik dari Jakarta dan dipraktikan di Kudus pada 2012 lalu. Gagal berkali-kali tapi tetap terus mencoba. Belajar ke beberapa teman dan browsing di internet, akhirnya memberanikan diri memulai lagi dengan lahan 200 meter persegi dan modal Rp 6 juta. “Dari sayuran setiap panen bisa meraup untung bersih Rp 600 ribu. Dalam waktu setahun bisa balik modal. Dan berlanjut sampai sekarang juga menanam melon,” ungkapnya.

Bappeda Malu, Terlambat Mengenal Petani Hidroponik

Gunadi Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kudus mengatakan, pihaknya merasa malu karena terlambat mengetahui keberadaan para petani hidroponik yang potensial dan mandiri. Mereka tanpa dibimbing dan dibantu bisa berjalan dan berkembang.

“Petani-petani tak bercaping dan bercangkul ini melakukan sistem pertanian melalui teknik rekayasa tanam. Mengapresiasi KHK yang bisa merekrut anggota dan membagi ilmu. Termasuk mengenalkan beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Kami bersama FEDEP selain memfasilitasi UMKM dalam bentuk pameran, pendampingan, dan pemasaran juga pembentukan cluster setiap bidang UKM. Bappeda memfasilitasi dan mendanai, karena ada dana dari provinsi yang harus disalurkan ke pihak yang tepat,” terangnya.

Bappeda & FEDEP Kudus meresmikan pembentukan cluster pertanian terpadu hidroponikKetua KHK Nanang menuturkan, pihaknya menyambut baik adanya pembentukan cluster pertanian terpadu ini. Dia yang juga terpilih menjadi ketua pengurus cluster pertanian terpadu ini juga berharap semoga tak hanya anggota KHK tetapi juga para petani hidroponik lainnya dapat terkoordinir dengan baik. Hasil dari tanamannya bisa memenuhi kebutuhan pasar khususnya di Kudus. “Semoga dari anggota yang terdaftar ini bisa menanam semua minimal 100 titik tanam, dan dapat dirasakan hasilnya. Baik produknya maupun nilai ekonominya,” jelasnya.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

Acarapun dilanjutkan pembagian kinerja kepada pengurus cluster pertanian terpadu tersebut. Mereka langsung merekrut anggota dan membagi ilmu hidroponik kepada masyarakat yang hadir dan ingin belajar hidroponik. “Kami langsung membagi tugas dan mewajibkan tiap individu yang datang untuk mencoba menanam. Agar bisa serempak kami pantau perkembangannya. Mereka juga sangat antusias bertanya. Sembari jalan, komunikasi selanjutnya lewat grup Whatsapp dan sharing di grup Facebook KHK,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pelaku hidroponik ini tidak lagi khawatir akan dikemanakan hasil pertaniannya. Karena dari Bappeda dan FEDEP Kudus senantiasa membantu membuka pasar. Dari KHK juga senantiasa berbagi ilmu bertanam hidroponik yang baik dan benar.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Ayu)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Kudus