Dikenal Jago Berdagang, Ini 5 Rahasia Sukses Orang Minang

/ / Manajemen UKM /

Dikenal Jago Berdagang, Ini 5 Rahasia Sukses Orang MinangTak kalah jago dengan kejelian orang Tionghoa dalam berdagang, hampir di seluruh nusantara rasanya tak sulit kita menemukan keturunan orang Minang. Hebatnya lagi, sebagian besar dari mereka yang merantau di kota-kota besar, kini telah sukses menjadi seorang pengusaha, terutama berdagang makanan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, di tahun 2006 jumlah pelaku UMKM di daerah tersebut baru sekitar 500 ribu. Tapi di tahun ini, Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat memprediksikan angka tersebut meningkat hingga dua kali lipat.

Meski sudah memiliki bakat merantau secara turun temurun, namun kesuksesan mereka sebagai pengusaha di tanah rantau tak datang begitu saja dari langit. Kegigihan, kejelian, dan kemauan mereka, menjadi rahasianya untuk bisa sukses menjadi pengusaha.

Nah, buat kamu yang pengen belajar dari orang Minang. Ini dia 5 prinsip hidup orang Minang yang bisa coba kamu terapkan, siapa tahu ikut ketularan jadi jutawan di tanah perantauan.

1. Orang Minang lebih suka cari uang sebagai pedagang daripada cari pekerjaan.

Kebanyakan orang Minang lebih suka buka usaha daripada hidup sebagai seorang pekerja. Terlahir dan dibesarkan di lingkungan pedagang, secara turun temurun orang Minang sudah dipersiapkan untuk menjadi pengusaha. Bahkan pendidikan formal yang ditempuh pun tidak mereka tujukan untuk mendapat gaji besar dari kantoran, tetapi sebagai modal keterampilan mereka untuk terjun di dunia usaha.

Ada yang bilang orang Minang mau jadi tukang cuci piring di rumah makan, tapi sambil bekerja sebagai tukang cuci piring, pikirannya selalu menjelajah dan mencari peluang agar suatu saat nanti mereka bisa buka usaha rumah makan sendiri.

2. Sejak kecil anak Orang Minang sudah dikenalkan dengan urusan dagang

Seperti halnya etnis Tionghoa, orang Minang juga sudah memperkenalkan dunia perdagangan kepada anak cucunya sejak mereka masih kecil. Karena sebagian besar dari orangtuanya juga pengusaha, sejak kecil anak orang Minang sudah dilibatkan untuk ikut mengelola usaha keluarganya. Mulai dari membantu jaga toko, packing barang, ikut mengambil stok dagangan ke supplier, dan lain sebagainya.

3. Prinsip hidup orang minang, tak malu untuk mulai melangkah dari bawah.

Orang Minang tak pernah malu atau sungkan  untuk mulai melangkah dari nol. Walaupun mereka harus memulai kesuksesan dengan menjual peniti, sisir rambut, dan ikat pinggang di emperan toko maupun keliling dari rumah ke rumah, namun mereka tetap memperjuangkannya demi merubah nasib mereka.

4. Banyak orang Minang memilih merantau. Di perantauan mereka belajar survive, menantang kerasnya kehidupan.

Kebiasaan anak Minang yang memilih merantau di usia remaja, membuat mereka banyak belajar dari alam dan pengalaman. Keberanian mereka untuk hidup mandiri di tanah perantauan, mencoba hal-hal baru yang belum pernah mereka temui di daerah asal, berhasil menempa mereka menjadi pribadi yang tangguh.

5. Orang Minang cukup perhitungan dalam mengeluarkan uang, inilah yang membuat mereka pintar mengelola keuangan usaha.

Anggapan “pelit” yang terlanjur melekat pada orang Minang, ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka ketika menjalankan usaha. Ketika mengeluarkan uang, orang Minang cenderung jeli dan teliti. Bahkan dalam membelanjakan uangnya mereka sangat selektif. Inilah yang menjadikan usaha orang Minang tak pernah “Besar pasak daripada tiang”.

Terlepas dari kelima rahasia di atas, pada intinya orang Minang mau bekerja keras dan tak pernah takut untuk sebuah perubahan. So, kalau orang Minang saja bisa jadi pengusaha, kamu juga punya peluang yang sama untuk bisa jadi pengusaha! Buatlah karya sebaik-baiknya dan salam sukses!