Fenomena Berjualan Kambing Qurban

kambingAnimo masyarakat untuk terjun dan menekuni bisnis jual beli kambing belakangan ini terlihat semakin meningkat tajam. Terbukti, samakin hari banyak pedagang kambing yang tersebar di setiap wilayah dari mulai kecamatan hingga kabupaten yang menjual dagangannya di pasar dan di pinggir-pinggir jalan. Jumlah para pedagang kambing akan semakin membanjir menjelang Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada tanggal 27 november nanti. Idul Adha, memang mengharuskan bagi mereka yang mampu untuk berkurban, dengan memotong kambing atau pun hewan lainnya seperti sapi atau kerbau. Saat itulah, penjualan hewan ini terbilang laris manis, walau pun harganya berlipat ganda dari harga lazimnya.

Khusus di Indonesia, memang pasokan domba dan kambing masih terfokus memenuhi kebutuhan hewan qurban Idul Adha, akikah, serta konsumsi daging potong untuk sate dan gule. Sementara itu, segmen untuk pemasaran lain, misalnya produk olahan belum berkembang.

Di Indonesia, fenomena penjual kambing menjelang Idul Adha banyak dijumpai di pinggir-pinggir jalan di berbagi kota. Dengan memajang kambing di pinggir-pinggir jalan tersebut makin memudahkan calon konsumen untuk melihat kualitas dari kambing yang dijualbelikan. Hal lain yang menjadikan bisnis ternak domba dan kambing ini memberikan peluang adalah terus naiknya permintaan akan pembelian domba kambing jika pembelian dilakukan dalam jumlah yang besar.

Menjelang Idul Adha harga domba jantan biasanya  minimal Rp 1.000.000,00/ekor ukuran sedang, sementara yang besar di atas Rp 1 juta/ekor, dengan kenaikan harga per tahun selisihnya rata-rata Rp 200.000,00/ekor sampai Rp 300.000,00/ekor. Terus naiknya harga domba dan kambing disebabkan minat pasar yang terus bertambah. Pebisnis dan lembaga belakangan harus memenuhi kuota pesanan. Di beberapa kota besar di Indonesia, banyak lembaga pemasok hewan qurban membutuhkan cadangan minimal seribu ekor/bulan. Sejauh ini, terbuka lebar potensi peningkatan pemasaran domba dan kambing. Dengan segmentasi pasar bervariasi berdasarkan klasifikasi kualitas, karakter, umur dan lain-lain yang selama ini belum sepenuhnya terisi, baik kebutuhan lokal maupun ekspor.

Melihat peluang tersebut, masih sangat mungkin dioptimalkan pembangunan agrobisnis ternak domba dan kambing di Indonesia. Karena tidak hanya produk dagingnya yang bisa menjadi komoditas bisnis, namun juga peluang terbuka untuk industri pupuk organik, pakaian, tas, dan banyak lagi.

Melihat peluang usaha itu, upaya pembangunan agrobisnis ternak domba dan kambing kini dibangun di Jawa Barat. Bukan hanya produk daging, makanan olahan, tetapi juga industri pupuk organik, pakaian, tas, dan banyak lagi. Pengembangan agrobisnis ternak domba dan kambing diharapkan pula mampu menjadikan daging ternak ini makin luas konsumen. Setidaknya, pemasaran tidak usah menunggu setahun sekali saat Hari Raya Kurban.

Diolah dari berbagai sumber

Sumber gambar : http://www.republika.co.id/images/news/2008/11/20081124151438.jpg