Gelang Kulit Asli Jogja Tembus Pasar Mancanegara

/ / Inspirasi Bisnis, Video UKM /

Membicarakan kreativitas anak Jogja memang selalu mengundang decak kagum bagi orang-orang yang melihatnya. Termasuk salah satunya adalah kreativitas Hendra Atmaja (23) dan Arsyanisa Azwari (22) yang belakangan ini tak hanya menyedot perhatian kalangan anak muda di Yogyakarta namun juga mulai dilirik pasar mancanegara.

 

GELANG KULIT ASLI JOGJA TEMBUS HINGGA PASAR MANCANEGARA

Berawal dari ide sederhana Hendra yang ingin memberikan kado istimewa bagi Arsyanisa Azwari, yang akrab dipanggil Icha, siapa sangka bila hari ulang tahun Icha menjadi moment awal berdirinya bisnis gelang kulit yang mereka rintis bersama. Hadiah kecil berupa gelang kulit dengan hiasan grafir nama sang kekasih (Icha), ternyata tak hanya menarik perhatian Icha namun juga diminati teman-teman kampusnya.

“Awalnya saya memberikan gelang kulit secara gratis kepada teman-teman saya, namun lama-lama semakin banyak yang minat. Akhirnya saya mulai jual, saya jadikan sampul foto di BBM dan banyak yang bertanya hingga salah satu teman minat jadi reseller saya.” jelas Hendra.

Meski sampai saat ini sepasang kekasih tersebut masih berprofesi sebagai seorang mahasiswa, namun kreativitas dan kejelian yang mereka miliki tak menghalangi keduanya menjadi pengusaha muda dengan mengusung brand Arshend Leather. Nama Arsend sendiri berasal dari gabungan nama Arsyanisa Azwari ‘Ars’ sedangkan kata ‘Hend’ berasal dari nama Hendra Atmaja.

Gelang kulit arshend leather“Gelang kulit kita bisa custom, sesuai dengan keinginan konsumen. Bila konsumen ingin menulis nama di gelang sesuai dengan keinginan mereka, bisa kita buatkan persis seuai dengan permintaan konsumen. Semua permintaan konsumen bisa Arshend Leather tangani,” ungkap lelaki asli Jogja tersebut.

Ketika ditanya oleh Tim Liputan BisnisUKM.com mengenai modal usaha yang mereka butuhkan di awal usaha, Hendra mengaku hanya memanfaatkan limbah kulit sisa-sisa produksi bisnis tas yang sempat Ia jalankan. “Modal bukan hanya berupa materi. Karena saya menggunakan bahan kulit dari limbah produksi tas dari bisnis saya yang lama. Setelah itu, modal berikutnya adalah handal di bidang corel karena berhubungan dengan inovasi desain gelang kulit yang baru,” ujar pengusaha muda yang saat ini menuntut ilmu di Teknik Industri UGM Yogyakarta.

Mengatasi Sulitnya Pemasaran Melalui Reseller

Sebagai pemula, Hendra mengaku masalah pemasaran menjadi salah satu kendala yang Ia hadapi dalam merintis bisnis kerajinan kulit ini. Namun, permasalahan tersebut tak lantas membuat Hendra dan Icha mengurungkan niatnya untuk terjun di dunia usaha. Untuk mengatasi kendala pemasaran, Hendra sengaja menggandeng para reseller agar pemasaran produknya bisa lebih luas tanpa mengganggu fokus mereka untuk produksi.

Bisnis kerajinan gelang kulit“Pasar Arshend memang lewat online, dan dari awal saya tertarik menjual melalui reseller. Karena saya sendiri kurang jago dalam hal pemasaran, lebih baik saya produksi barang yang bagus dan bekerjasama dengan reseller-reseller yang lebih pintar dalam hal pemasaran,” tuturnya.

Strategi ini ternyata sangat efektif, terbukti melalui bantuan puluhan reseller yang dimiliki Arshend Leather, saat ini gelang kulit custom tersebut bisa menjangkau pasar di luar Jogja bahkan dalam waktu satu tahun produk gelang kulit buatan Arshend Leather bisa tembus pasar mancanegara. “Untuk saat ini produk Arshend sudah masuk ke Kanada, Jepang, India, Jerman, dan Perancis,” kata Hendra.

Dalam sebulan, Arshend Leather bisa memproduksi gelang kulit sekitar 1.000 hingga 10.000 pcs ketika permintaan konsumen sedang tinggi. “Waktu surut-surutnya pesanan, pernah dalam sebulan hanya memproduksi kurang dari 50 pcs. Tapi ketika naik terkadang hingga 10.000 pcs tergantung banyaknya pesenan,” paparnya.

Pada kesempatan ini, Hendra tak hanya berbagi pengalamannya selama merintis bisnis kerajinan gelang kulit namun Ia juga membocorkan kunci suksesnya hingga bisa menjadi pengusaha di usianya yang masih cukup muda. “Menurut saya kunci sukses bisnis yang pertama adalah selalu bersyukur, selalu sabar jangan cengeng, tetap kreatif dan berinovasi, dan yang terakhir harus tetap sedekah,” pesan Hendra bagi calon pengusaha muda lainnya.

Tim Liputan BisnisUKM.com