pariwisata-pokdarwis-dkiKesulitan pemerintah dalam menggiatkan dunia pariwisata adalah mengubah perilaku warga yang negatif seperti ketidakdisiplinan dalam kebersihan, kerapian dan keindahan di obyek wisata, serta belum adanya rasa mencintai dan memiliki pariwisata. Saat ini dibutuhkan upaya bersama para pelaku wisata, pemerintah, dan masyarakat untuk mencari solusinya.

Video Praktisi

Membuat Konsep Produk Coklat

Untuk menggeliatkan pariwisata tersebut di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan gebrakan dengan membina 200 warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pembinaan Pokdarwis ini yang pertama kalinya dilakukan pemprov. Jika sudah berjalan, diharapkan ada persamaan persepsi untuk memajukan dan mengembangkan dunia pariwisata di Jakarta.

Untuk pertama kalinya, ada 200 orang yang masuk dalam Pokdarwis dengan rincian, di Jakarta Pusat ada dua kelompok yang terdiri dari 40 orang. Mereka terbagi dalam kelompok lingkungan pariwisata dan akomodasi. Kemudian di Jakarta Timur terdapat kelompok Panca Warna yang terdiri 40 orang, di Jakarta Selatan ada Kelompok Rawa Jati, Banjar Sari, dan Setu Babakan (40 orang), di Jakarta Utara Kelompok Jaya Cup (40 orang), dan Jakarta Barat terdapat Kelompok Pariwisata Kota Tua (40 orang).

Pokdarwis ini menjadi forum komunikasi untuk menyebarluaskan program pemprov di bidang pariwisata. Mereka dapat juga memberi masukan pada pemprov demi kemajuan dunia pariwisata. Agar terbuka wawasan pariwisatanya, Pokdarwis akan mendapat pembekalan dari berbagai narasumber yang bekompeten seperti dari, Program Studi Lingkungan Universitas Indonesia, Yayasan Bhakti Mitra Wisata, Caring Community, Direktur Pengamanan Obyek Vital Polda.

Kepala Sudin Pariwisata Jakpus, Sahat Sitorus, mengatakan, pembentukan Pokdarwis bertujuan mengembangkan kretivitas masyarakat lokal di sekitar tempat-tempat tujuan wisata. Dengan demikian, katanya, diharapkan timbul kreativitas lokal yang bernilai wisata. “Akhirnya pariwisata berkembang tanpa takut berbenturan dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat sekitar,” terangnya, Selasa (16/12).

Tujuan berikutnya, lanjut Sahat, Pokdarwis akan menjadi mitra dalam mengembangkan pusat-pusat tujuan wisata. Dia mencontohkan, masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis yang ada di sekitar Jl Jaksa selama ini telah berpartisipasi dan berkreasi mengembangkan daerahnya menjadi kampung wisatawan mancanegara. Untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat, ujar Sahat, pemprov melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis. “Saat ini, Dinas Pariwisata melakukan pelatihan dua hari. Dari Jakpus, kami mengirimkan dua kelompok Pokdarwis dari Jalan Jaksa,” ungkapnya.

Kepala Seksi Aktraksi Pariwisata Jakpus, Didi Alam, mengungkapkan, masyarakat sekitar Jl Jaksa merupakan salah satu contoh keberhasilan peran serta masyarakat dalam meningkatkan pariwisata. Dia mencontohkan, Festival Jalan Jaksa yang sebelumnya kurang aktraktif kini berkembang setelah melibatkan warga dan wisatawan yang ada di sana untuk memformat festival. “Format acaranya pun akan lebih akrab dan membumi,” ujarnya.

sumber gambar : tapabrata.wordpress.com