sirup bregasTak ingin kalah bersaing dengan aneka jenis minuman soft drink dari luar negeri, Priyantoro seorang lelaki asli Yogyakarta ini terdorong untuk melakukan inovasi dan mengemas minuman tradisional (jamu) dalam kemasan botol siap minum. Jika biasanya minuman tradisional disajikan dengan menggunakan gelas atau bathok kelapa setelah diramu langsung para pedagangnya, maka lain halnya dengan minuman jamu soft drink buatan Priyantoro yang diberi merek Bregas ini. Minuman tradisional buatannya memiliki kemasan yang lebih praktis yakni menggunakan botol kaca, sehingga bisa dinikmati kapan saja dan dibawa kemana saja.

Video Praktisi

Menanggapi Adanya Pasar Jenuh

Mengawali bisnisnya pada tahun 2005 silam, awalnya Priyantoro bekerja sebagai salah seorang distributor produk minuman. Pengalaman inilah yang kemudian mengantarkan Priyantoro sebagai pengusaha minuman jamu kemasan yang cukup sukses di pasaran.

Untuk memanjakan para konsumennya, lelaki 44 tahun ini sengaja menawarkan minuman tradisional dalam berbagai pilihan rasa. Sebut saja seperti rasa jeruk nipis, jahe, kunir asem, beras kencur, gula asem, hingga rasa temulawak yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan masyarakat. Dikemas dalam botol kaca dan kemasan botol sirup, Priyantoro yang mengangkat Bregas sebagai brand produknya ini berharap agar keberadaan bisnisnya bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

Sesuai dengan tagline yang Ia usung, yakni istilah Bregas berarti sehat dan kuat dalam Bahasa Jawa. Priyantoro selalu mengutamakan kualitas produk dan menggunakan bahan-bahan alami dalam proses produksinya. Meskipun minuman tradisional yang Ia produksi sudah dikemas secara modern, namun dalam proses pembuatannya Ia masih menggunakan cara-cara tradisional dan menghindari bahan pengawet maupun pemanis buatan yang bisa membahayakan kesehatan para konsumen.

syrup-temulawak-curcumaBahan-bahan alami seperti misalnya gula pasir, gula aren, temulawak, kencur, kapulaga, jeruk nipis, serta gula asem, semuanya diracik menggunakan tangan-tangan manusia dan dipanaskan menggunakan kompor tradisional (tungku arang) agar tidak mengurangi cita rasa jamu yang diproduksinya.

Tidak hanya itu saja, untuk menjaga keawetan produk secara alami. Priyantoro tak lupa melakukan tahapan pasteurisasi, sehingga tidak heran bila produk Bregas ini bisa bertahan selama satu tahun bila kemasan tutupnya tidak bocor.

Dibantu oleh para karyawannya, setiap harinya Priyantoro bisa memproduksi sekitar 300-400 botol soft drink jamu (minuman tradisional) dan kurang lebih 60 sampai 70 botol syrup Bregas yang khasiatnya tak kalah hebat. Dari bisnis rumahan ini, setiap bulannya Priyantoro bisa mengantongi keuntungan hingga 10 juta rupiah dan menjual sekitar 8.000 botol minuman tradisional di berbagai penjuru nusantara.

Semoga informasi berita bisnis yang mengangkat inovasi minuman tradisional dalam kemasan botol ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pemula untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://www.bregasnatural.com/images/jelang%20siang.jpg
2. http://gb01.iklanabc.com/gb/01343271285-syrup-temulawak-curcuma.jpg