Pernahkah terlintas di benak Anda untuk membangun bisnis usaha bumbu masakan? Jika belum, sebaiknya Anda belajar dari seorang Budi Sutrisno (36). Lelaki asal kota lumpia Semarang ini sejak satu setengah tahun yang lalu menggeluti usaha di bidang pembuatan bumbu masakan dan tepung kentucky. Bagi sebagian orang, menggeluti usaha bumbu masakan skala home industry seperti Pak Budi merupakan sesuatu yang baru. Selama ini masyarakat lebih banyak mengkonsumsi bumbu-bumbu masakan instant buatan pabrik yang sudah familiar di lidah dan sudah banyak dikenal.

Tergugah dari banyaknya bumbu-bumbu masakan dan tepung Kentucky yang mengandung bahan kimia. Pak Budi beserta istri kemudian mulai membuat tepung Kentucky dengan 100 % bahan alami. Dengan basic ilmu kuliner yang dimilikinya, Pak budi mulai membuat dan menganalisa tepung Kentucky yang bebas dari bahan-bahan kimia. Ditemui di rumahnya di Timoho Yogyakarta (11/1), Pak Budi menjelaskan bahwa produk yang dihasilkannya memang bertujuan untuk kesehatan. “Misalnya orang yang menderita sakit maag akut kemudian mengkonsumsi bumbu kuliner yang ada bahan kimianya, pasti tambah parah sakitnya, tetapi kalau dengan bumbu produksi kami yang bebas bahan kimia aman untuk dikonsumsi penderita maag”, begitu keterangan Pak budi.

Saat ini Pak Budi beserta istri membangun usaha dengan nama Dua Pinang. Produk yang menjadi andalan Dua Pinang sendiri ada empat macam, yaitu Ayam Goreng Bumbu Kuning; Bumbu Kering Sehat dan Alami untuk bumbu capcay, sup, dan berbagai masakan, Tepung kremes (bahan alami), dan Tepung Kentucky (lebih kering dan krispi 8 jam). Produk-produk buatan Dua Pinang tersebut saat ini sudah mulai banyak dijumpai di pasar dan beberapa supermarket di wilayah Jogja, Solo, hingga Semarang. Meskipun pada awal pemasaranya sempat mengalami kendala, terutama mengenalkan kepada masyarakat tentang keunggulan produknya, namun Pak Budi beserta istri lantas tidak patah arang hingga saat ini usaha yang mereka rintis sudah mulai diterima masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga.

Dengan harga yang terjangkau yaitu berkisar Rp. 2.000,00 hingga Rp. 8.000,00 per produknya, Dua Pinang yakin akan semakin banyak masyarakat yang menerima produk mereka. Hal tersebut semakin dikuatkan dengan mulai banyaknya masyarakat yang sudah sadar akan pentingnya kesehatan dan mulai mengurangi makanan yang mengandung bahan-bahan kimia di dalamnya.

Selain membangun usaha produksi bumbu-bumbu masakan dan tepung Kentucky tersebut, Pak Budi juga memiliki usaha kursus kuliner atau culinary training center. Dengan basic kuliner yang dimilikinya, Pak Budi membuka kursus kuliner dengan food product yang ditawarkan ada 50 jenis masakan. Berbagai jenis masakan dari mulai masakan lokal, nasional, chinese food, bahkan masakan-masakan asing dikuasai dengan baik oleh Pak Budi. Hal tersebut lantas membuat Pak Budi merintis juga berdirinya kursus kuliner yang memang sudah berjalan beberapa tahun. Masakan seperti mie Jakarta, bakso berbagai macam jenis, ayam bakar, siomay, pempek, nugget, steak, martabak, soto, donut, bubur ayam, pizza, bakpia pathuk, burger, dan masih banyak lagi menjadi andalan kursus kuliner Pak Budi. “Untuk biaya training berkisar Rp. 150.000,00 s.d. Rp. 200.000,00 dengan jaminan pasti bisa karena kami mengajarkan praktik secara langsung sampai bisa”, tambah Pak Budi.

Banyak ‘murid’ Pak Budi yang pernah kursus di tempatnya saat ini sudah membangun bisnis kuliner di berbagai daerah. Hal tersebut kemudian memberikan inspirasi Pak Budi untuk membangun sebuah sekolah kuliner yang praktis, yaitu yang mengajarkan secara langsung peserta didik dengan skill kuliner hingga bisa. Namun, karena masih banyak pertimbangan di dalamnya, saat ini Dua Pinang masih fokus di kursus kuliner dan produk-produk bumbu kulinernya. Serta Pak Budi juga berpesan untuk masyarakat yang ingin membuat bumbu produk lainnya, Dua Pinang juga siap untuk membuatkan sesuai pesanan. Untuk kontak bisa menghubungi Budi Sutrisno di (0274) 789 0323/ 081 5651 5995.


Tim Liputan BisnisUKM