Kabupaten Bantaeng Membuka Peluang Investasi Di Bidang Hortikultura
Dengan luas lahan yang mencapai ±39.583 Ha, Kab. Bantaeng masih sangat potensial untuk dikembangkan menjadi sentra tanaman holtikultura untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.
Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5o21′23″-5o35′26″ lintang selatan dan 119o51′42″-120o5′26″bujur timur. Berjarak 125 Km kearah selatan dari Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayahnya mencapai 395,83 Km2, dengan jumlah penduduk 170.057 jiwa (2006) dengan rincian Laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa. Terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan.
Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol di daerah tersebut. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton, dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Kab. Bantaeng juga termasuk salah satu produsen Jagung terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Dari Total produksi Sulawesi Selatan sebanyak 800.000 ton jagung per tahun, produksi jagung di Kab. Bantaeng mencapai 186.561 Ton dengan luas lahan sebesar 36.178 Ha.
Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.Bahkan Kabupaten ini punya visi menjadikan sebagai kabupaten agribisnis terkemuka di kawasan timur Indonesia. Misinya mengembangkan jenis tanaman hortikultura yang punya prospek pasar dalam negeri maupun ekspor pada wilayah yang secara teknis sesuai baik agroklimat maupun lahan.
Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.
Potensi buah – buahan
Kab. Bantaeng saat ini memprioritaskan pengembangan sejumlah buah tropika nusantara, seperti : manggis, jeruk, rambutan, durian, dll. Dan dari jenis buah-buahan tersebut merupakan produk unggulan daerah yang dapat dikembangkan sebagai pendapatan daerah. Untuk mencapai hal tersebut, saat ini pemerintah darah setempat berusaha untuk memberikan informasi kepada para investor dalam menanamkan modalnya di bidang ini sekaligus dalam rangka lebih mengembangkan komoditi ini di Kabupaten Bantaeng.
Sebagai salah satu kabupaten di Indonesia, Kabupaten Bantaeng memiliki keanekaragaman agroklimat, sehingga boleh dibilang wilayah ini mampu menghasilkan hampir semua jenis buah tropika, termasuk diantaranya sejumlah jenis buah-buahan subtropik seperti buah-buahan dan sayuran dataran tinggi. Komoditi tersebut di Bantaeng punya potensi dan prospek yang bagus untuk dikembangkan secara agribisnis, karena ketersediaan sumberdaya alam, keanekaragaman jenis dan varietas, nilai ekonomis yang relatif tinggi, beraneka keadaan agroekologi dan pasar yang terbuka luas.
Pasar komoditi ini tidak diragukan, karena tingkat konsumsinya cukup meningkat setiap saat, industri hilir dan hulu sangat mendukung serta permintaan pasar luar negeri atau ekspor juga terbuka luas. Komoditi ini menjadi landasan bagi Bantaeng sekaligus penggerak roda perekonomian daerah dan merupakan lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja penduduk dalam jumlah besar.








Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Kab. Bantaeng bisa dikatakan adalah salah satu penghasil Dollar Sul-Sel kalau mau dikelolah dengan baik, ada pesan orang tua dulu “Batang Ubi Kayu dilempar saja bisa tumbuh apalagi ditanam” ini menunjukkan betapa suburnya Kab. Bantaeng.
Saran Saya : Bantaeng sebaiknya dibagi perlokasi sesuai komuditinya dan potensi wilayahnya, misalnya Tompobulu sebagai daerah perkebunan, ada lokasi holtikultura, ada daerah pengembangan rumput laut, ada daerah perikanan, ada daerah pertanian dan lainya agar daerahnya tetap Cantik dan tidak bersifat musiman serta tidak merusak lingkungan dan pendapatan penduduk merata dan bisa saling menunjang, pemerataan wilayah dan penghasilan.
mau usulkan agar rumput laut yang sepanjang pantai selatan Bantaeng ditertipkan areanya maksudnya pesisir pantai jangan semua ditanami rumput laut tapi ditata proporsi areanya yaitu ada daerah untuk wisata pantai, ada wilayah perikanan, ada khusus lokasi rumput laut, lokasi transportasi dan lainnya supaya agar lebih tertata rapi, pendapatan masyakat tidak tergantung pada satu komuditi, saling menunjang, dearahnya kelihatan cantik dan tertata serta pemerataan penghasilan petani pantai.
Demikian dari salah satu putra daerah di rantau orang mengadu nasib dan insyah Allah akan pulang kampung membangun tanah kelahiran.
Kaharuddin