Bagi sebagian besar orang tua, mengajarkan anak-anak mereka untuk rajin menjalankan ibadah (terutama shalat) terkadang menjadi kesulitan tersendiri. Kondisi demikian membuat banyak pihak mulai memunculkan ide-ide kreatif untuk merangsang semangat anak-anak kembali rajin menjalankan ibadah. Salah seorang diantaranya adalah Ibu Trisviani Juli Astuti (30), yang sejak empat bulan yang lalu (Mei 2012) mulai mengkreasi mukena anak karakter. Berbekal hobi dan kemampuan jahit yang dimilikinya, Ibu Trisvi memproduksi aneka kreasi mukena dengan beragam karakter yang disukai anak-anak.

“Sejujurnya awalnya hanya coba-coba karena sebelumnya saya lebih fokus dalam produksi khusus kebaya, pada waktu itu saya membuat (mukena) dan memberikannya kepada keponakan, ternyata dia menjadi lebih semangat dan rajin beribadah, dan teman-temannya (keponakan) juga banyak yang suka,” kata Ibu Trisvi kepada tim liputan bisnisUKM, Rabu (8/8). Atas dasar masukan dari berbagai pihak, Ibu Trisvi lantas memutuskan menekuni serta mengalihkan fokus usahanya dengan memproduksi mukena anak karakter di kediaman ibundanya di Jalan Wonosari Bantul (Modiste Kartika Sari).

Info Bisnis Mukena Anak

mukena-anak-karakter

Dibantu penuh oleh ibunya, Ibu Trisvi rata-rata mampu menghasilkan 9 pcs mukena setiap harinya. “Biasanya kita bagi tugas, saya yang mendesain serta memotong bahan dan polanya, kemudian ibu yang menjahit, terkadang ketika pesanan banyak, saya juga ikut serta menjahit,” imbuh ibu 2 orang putra tersebut. Adapun bahan baku yang digunakan Ibu Trisvi dalam kreasinya adalah kain cotton nikita, yang memiliki kualitas dan cocok digunakan sebagai bahan baku mukena. Beliau mengaku tidak mengalami kesulitan dalam pengadaan bahan baku karena disuplay langsung dari langganannya dengan harga Rp30.000,00/ meter.

Harga yang ditawarkan untuk produk mukena anak karakter tersebut cukup terjangkau, yaitu Rp110.000,00/ pcs untuk harga grosir, serta Rp150.000,00/ pcs untuk harga satuan. “Untuk yang order memang lebih banyak yang grosiran dibandingkan dengan yang beli ecer atau satuan, kami menerapkan minimal order 3 pcs untuk harga grosirnya,” imbuhnya. Produk-produk tersebut kini sudah menjangkau wilayah pemasaran seperti Jakarta, Samarinda, Bontang, dll. Dalam sebulan, Ibu Trisvi mengaku bisa memasarkan rata-rata 100 pcs mukena dengan target konsumen dari berbagai macam kalangan.

Selama ini, dibantu suaminya Ahmad Fauzi Nasution, Ibu Trisvi memasarkan produk-produknya melalui media online dan jejaring sosial. Menurutnya, pemasaran melalui media online serta jejaring social dirasa sangat efektif karena jangkuan wilayah pemasarannya yang tidak terbatas. “Awalnya dulu hanya saya pasarkan via BBM, dan responnya cukup lumayan saat itu, kemudian untuk lebih memperluas jaringan pasarnya, suami ikut bantu dengan membuat blog serta jejaring sosial,” jelasnya. Hasilnya, saat ini dalam sebulan mereka rata-rata bisa mengantongi omzet 11 juta Rupiah dengan keuntungan bisa mencapai 50 %.

Ketika ditanya tentang kompetisi atau persaingan produk sejenis yang cukup ketat, Ibu Trisvi tidak terlalu khawatir. “Pastinya kompetisi itu ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya, kalau saya yang terpenting adalah kualitas, baik bahan baku maupun jahitannya, untuk urusan yang lain, biar konsumen yang akan menilainya sendiri,” imbuhnya. Benar saja, bahkan untuk pelayanan, beliau tidak ragu memberikan jaminan 100% ketika terdapat kekeliruan yang tidak sesuai dengan pesanan konsumen.

Diakhir wawancaranya, Ibu Trisvi berharap usahanya ke depan bisa semakin maju dengan jangkauan pemasarannya yang semakin luas. Di samping itu, beliau juga ke depan ingin selalu menciptakan kreasi-kreasi produk baru, baik untuk mukena maupun kreasi yang lain, agar konsumen tidak jenuh. “Yang pasti, kunci dalam kita mengembangkan sebuah usaha adalah ketekunan, dan tentunya juga diimbangi dengan kualitas produk,” terangnya.

Tim liputan bisnisUKM