Makanan Tradisional di House of Raminten

info produkJika biasanya menu makanan yang kita temui di sebagian besar cafe adalah menu modern ala mancanegara serta menu kopi-kopian yang diracik dengan berbagai varian rasa. Lain halnya di cafe yang satu ini, The House of Raminten. Dilihat dari namanya saja sudah sangat unik, menggunakan perpaduan antara bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Namun keunikan tempat ini akan semakin terlihat setelah Anda masuk ke dalam cafe tersebut.

Berlokasi di jalan FM Noto 7 Kotabaru, Yogyakarta, House of Raminten merupakan salah satu bisnis makanan tradisional yang dikemas secara modern dan elegan. Menyajikan berbagai macam kuliner tradisional mulai dari menu angkringan seperti sego kucing, sego liwet, aneka macam sate (sate kerang, sate telur puyuh, sate ayam, sate usus, sate ampela ati) sampai beragam menu jamu herbal seperti wedang uwuh, wedang secang, es kunir asem, wedang jahe, beras kencur, es purworukmi, serta masih banyak lagi pilihan menu lainnya yang disajikan cukup modern layaknya penyajian di sebuah restoran mewah.

Meskipun semua menu tradisional tersebut telah naik kelas masuk ke cafe, namun Hamzah Hendro Sutikno sebagai owner tidak mematok harga yang terlalu mahal. Untuk nasi kucing per porsinya dibandrol dengan harga Rp 1.000,00 sampai Rp 3.000,00, sedangkan untuk aneka macam lauk diberi harga tidak lebih dari Rp 10.000,00.  Untuk menu minuman pun juga standar, harga aneka macam wedang herbal berkisar antara Rp 6.000,00-Rp 9.000,00. Dan untuk menu paling mahal yaitu steak mahesa selagrama (hot stone steak) berkisar Rp 20.000,00/porsi.makanan tradisional

Selain menawarkan kreasi menu yang unik dengan harga yang menarik, House of Raminten juga didukung dengan desain interior yang sangat kental dengan tradisi Jawa. Ketika pertama kali masuk cafe ini saja para konsumen langsung disambut dengan alunan gamelan Jawa yang selalu dimainkan selama 24 jam non-stop, sama halnya dengan jam operasional cafe tersebut. Bahkan tidak hanya gamelan saja yang membuat bisnis cafe ini semakin menarik, bangunan cafe yang terlihat etnik dan dilengkapi dengan kereta pusaka menambah kesan tradisional pada cafe tersebut.  Sehingga para konsumen yang datang seakan merasakan kenyamanan Yogyakarta dari nuansa Jawa yang cukup dominan di House of Raminten.

Tak heran bila konsumen pun rela menunggu antrian hingga berjam-jam hanya untuk menikmati makanan tradisional di cafe Raminten ini. Kenyamanan yang ditawarkan dan sensasi keunikan yang disajikan kepada konsumen berhasil menjaring ratusan bahkan ribuan pengunjung setiap harinya. Tidak hanya konsumen lokal saja yang tertarik mengunjungi cafe tersebut, wisatawan domestik hingga mancanegara juga menjadi salah satu bagian dari pelanggan tetap House of Raminten saat ini.

Penyajian makanan tradisional di House of Raminten yang cukup menarik menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga mereka tidak ragu lagi untuk kembali mengunjungi cafe ini. Semoga info produk pekan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan memberikan inspirasi bisnis bagi para pemula yang tertarik menekuni bisnis cafe. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang mudah dan mulailah dari sekarang. Salam sukses.

Sumber gambar : http://us.images.detik.com/content/2010/06/22/921/inijiectt.jpg dan http://i236.photobucket.com/albums/ff137/xipheyx/020320090461.jpg