Usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk bisa mengembangkan kreativitas dan hobi yang dimilikinya. Bahkan di usia yang tergolong sepuh pun (tua-bahasa Jawa), seseorang masih bisa mengembangkan hobi menjadi sebuah usaha yang menghasilkan pundi-pundi Rupiah. Hal itulah yang sejauh ini dijalankan oleh Ibu Siti Sumartiah, dimana dalam usianya yang ke-62 tahun, beliau masih semangat mengembangkan bisnis kreatif berbahan dasar limbah kain perca bernama Ciplak Cipluk.

Sebagai seorang staff pengajar di salah satu kampus swasta di Yogyakarta, Ibu Tiah begitu beliau biasa disapa memang memiliki hobi dalam mengkreasi pernak-pernik berbahan baku limbah kain perca sejak usia muda. “Sejak awal (muda) sebetulnya saya memiliki cita-cita untuk mengembangkan hobi ini menjadi sebuah usaha, namun karena kesibukan, saya baru bisa merealisasikannya pada tahun 2005,” jelasnya kepada tim liputan bisnisUKM.

tto

kreasi bisnis ciplak cipluk“Saya di kampus mengampu mata kuliah kewirausahaan, sehingga saya berfikir hanya dengan memiliki usaha sendiri, maka saya bisa membagi ilmu yang riil kepada para mahasiswa,” lanjutnya. Dengan Ciplak Cipluk yang dikembangkannya, Ibu Tiah bisa berbagi banyak dengan para mahasiswa seputar pengalaman dalam membangun usaha, proses pengembangan dan pemasaran usaha, serta kendala-kendala yang sering dihadapi para pengusaha, baik pemula maupun pelaku usaha.

Beberapa produk yang dikembangkan Ibu Tiah di Ciplak Cipluk memang berbasis handmade, dengan bahan baku limbah kain perca, kain jeans, dan kain nagata. “Saat ini yang saya produksi antara lain tas kain perca, tas lukis, dompet lukis, dll, semuanya saya kerjakan bersama dengan dibantu ibu-ibu dari lingkungan sekitar,” terangnya. Memang selain karena pengembangan hobi, dalam bisnis tersebut Ibu Tiah juga melibatkan warga dari kalangan ibu-ibu di lingkungannya dalam sebuah bentuk program pemberdayaan.

produk ciplak ciplukBukan tanpa alasan, keterlibatan ibu rumah tangga di sini memang menjadi salah satu niatan dari Ibu Tiah dalam rangka membantu produktifitas serta perekonomian mereka. “Kalau dihitung Rupiahnya untuk saat ini memang belum begitu besar, tetapi niat dan kreatifitas mereka patut diacungi jempol,” terang Ibu Tiah. Saat ini terdapat kurang lebih 15 orang ibu-ibu yang ikut serta dalam program pemberdayaan tersebut. Mereka terbagi menjadi beberapa jobdesk, terutama dalam proses jahit, sulam, dan finishing.

Info Produk

Untuk produk kreasi Ciplak Cipluk saat ini dipasarkan dengan harga yang beragam, yakni berkisar Rp.20.000,00 s.d. Rp.90.000,00/ pcs. Dari sisi produk, Ciplak Cipluk memiliki keunggulan dalam permainan warna yang digunakan. “Kesan pertama konsumen terhadap produk kami biasanya dari warnanya, sehingga desain kami sebagian besar merupakan permainan warna agar mereka (konsumen) semakin tertarik,” kata Ibu Tiah.

Adapun menurut Ibu Tiah, dari segi ide dan pengembangan desain, sebagian besar berasal dari dirinya sendiri. Ide-ide tersebut biasa didapatkannya dari membaca buku, majalah, sampai bertukar pikiran dengan para konsumen. “Tidak sedikit konsumen yang sudah memiliki desain sendiri, artinya sejauh ini kami juga open bagi mereka (konsumen) yang memiliki desain sendiri, sebatas desain tersebut mampu kami produksi,” lanjut Ibu Tiah yang juga menjabat Ketua Pusat Studi Wanita tersebut. Salam Sukses!

Tim liputan bisnisUKM