boneka maskotSelain dijadikan sebagai barang koleksi atau mainan bagi buah hati tercinta, sekarang ini boneka seringkali dijadikan sebagai alat promosi (maskot) dan souvenir dalam beberapa kesempatan. Melihat bentuk boneka yang semakin beragam, tidak heran bila sekarang ini tak hanya konsumen anak-anak dan kalangan remaja putri saja yang tertarik dengan boneka. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang akhirnya memilih boneka sebagai maskot perusahaan ataupun dijadikan sebagai bingkisan souvenir dalam berbagai event yang mereka adakan. Pasar inilah yang kemudian dilirik Rusfan Hamid (42) yang sejak tahun 2010 silam mulai merintis bisnis pembuatan boneka.

Ditemui di bengkel produksinya pada Senin (5/11), Rusfan mengaku bahwa sebelum menekuni bisnis boneka seperti sekarang ini, beliau sempat menjalankan bisnis jual/ sewa kostum badut di seputaran kota Yogyakarta. “Mulanya saya melayani pemesanan dan persewaan kostum badut, namun berhubung banyak konsumen yang memuji kualitas kostum badut yang saya produksi, banyak diantara mereka yang akhirnya menyarankan kenapa tidak dibuat boneka kecil,” ujarnya. Dari sinilah Rusfan mulai tertarik memproduksi aneka macam boneka yang banyak dipesan perusahaan-perusahaan untuk dijadikan maskot maupun souvenir.

membuat bonekaBerbekal kain flanel atau kain boneka yang Ia dapatkan di kota Jogja, Rusfan mengaku bahwa desain boneka yang paling banyak dipesan konsumen adalah boneka hewan dan boneka karakter atau tokoh kartun yang sedang digandrungi anak-anak. Dibantu oleh 20 orang tenaga kerjanya, proses produksi boneka dimulai dari membuat desain, memilih bahan, dan membuat pola sesuai dengan desain yang diinginkan. Setelah pola terbentuk, selanjutnya potong kain yang akan digunakan dan jahit potongan-potongan tersebut sebelum akhirnya diisi dengan bahan dakron.

Strategi Pemasaran Boneka Roes One

Mengusung “Roes One” sebagai nama usahanya, bapak dua anak ini memasarkan produk-produknya kepada para pelanggan yang membeli atau menyewa kostum badut. “Ketika ada konsumen yang hendak membeli atau menyewa kostum badut, saya tak pernah lupa selalu mempromosikan produk-produk boneka yang saya produksi, jadi kostum badut laku terjual dan boneka-boneka juga ikut dipromosikan,” ungkap lelaki yang setiap harinya bekerja di salah satu pondok pesantren putri di kota pelajar ini. Disamping memasarkannya dengan strategi konvensional, Rusfan juga mulai memanfaatkan peran internet untuk mengembangkan pemasaran bisnisnya, salah satunya saja dengan mempromosikan produk bonekanya melalui website bisnisukm.com.

boneka souvenirDengan mematok harga jual sesuai dengan desain dan jumlah orderan yang diinginkan konsumen, setiap bulannya kapasitas produksi Roes One juga menyesuaikan pesanan yang datang ke bengkel kerjanya, orderan paling banyak bisa memproduksi 5.000 boneka dalam sebulan. Dari bisnis tersebut, Rusfan bisa mengantongi omzet sekitar Rp 5 juta- Rp 10 juta per bulan.

Meskipun dalam menjalankan bisnisnya ada beberapa kendala yang sering Ia hadapi, namun lelaki paruh baya asli Yogyakarta ini tak pernah menyerah dalam menghadapi segala tantangan. “Saya berharap semoga bisnis yang saya jalankan bisa lebih meningkat dan menjadi pusat produsen boneka yang ada di kota Jogja,” pungkasnya pada hari itu.

Tim liputan bisnisUKM