Kebiasaan masyarakat kita yang suka ‘ngemil’ ternyata bisa dijadikan sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. ‘Ngemil’ bahkan menjadi hobby tersendiri bagi sebagian orang dikala santai maupun saat menjalankan rutinitas sehari-hari. Banyaknya orang yang suka ‘ngemil’, menjadikan bisnis camilan ini mudah dijumpai di berbagi tempat, termasuk di Yogyakarta.

Salah satu lokasi usaha yang menyediakan aneka camilan di kota pelajar ini adalah Camilan Bu Ageng. Berlokasi di Ngampilan Yogyakarta, Camilan Bu Ageng menyediakan aneka makanan ringan rasa gurih, asin, manis, dan pedas.

Camilan Bu Ageng merupakan jawaban dari kegelisahan Ibu Setyowati (48) yang mengaku bosan jadi pegawai. Ibu dua orang putri tersebut kemudian berinisiatif membuka usaha camilan setelah memutuskan resign dari tempat kerjanya yang sudah 18 tahun dilakoninya pada sebuah kantor biro perjalanan. Tahun 2009 menjadi awal Bu Ited (panggilan Ibu Setyowati) menjalankan bisnis camilan makanan ringan. “Awal mulanya saya masih bingung karena ada dua pilihan usaha yaitu bisnis camilan dan sembako, namun setelah konsultasi dengan beberapa orang akhirnya diputuskan untuk menjalankan usaha camilan tersebut,” kata Bu Ited ditemani salah seorang sahabatnya Ibu Esti Daru (50). Sejak saat itulah, Bu Ited dan Bu Esti bahu membahu menjalankan usaha camilan dengan dibantu 3 orang tenaga bantunya.

Bisnis CamilanSebagai seorang pemula, Bu Ited tidak memproduksi sendiri camilan-camilannya tersebut, melainkan kulakan dari suplier makanan ringan yang ada di Godean dan Magelang. “Pada awalnya dulu kami sempat memproduksi sendiri beberapa produk camilan itu, namun setelah dihitung-hitung lagi ternyata lebih enak mengambil dari supplier langsung,” terang Bu Ited tentang strategi dalam menjalankan usahanya. Meskipun mengaku gambling dalam menentukan produk-produk jualannya, namun selama ini semua camilan yang mereka pasarkan bisa laris dan diminati masyarakat.

Info bisnis camilan Bu Ageng

Beberapa produk yang selama ini menjadi andalan Camilan Bu Ageng antara lain kerupuk setan, singkong bakar, balok manis dan asin, snack koin, lanting bawang, keripik, pisang kapok, dll. “Kerupuk setan yang paling banyak peminatnya karena rasanya yang gurih dan pedas serta produk tersebut hanya dijumpai di toko kami,” imbuh Bu Ited. Secara total, Camilan Bu Ageng saat ini memiliki 60-70 produk camilan yang dikombinasi dengan beragam minuman ringan. Harga yang ditawarkan untuk produk camilan tersebut adalah Rp.15.000 – Rp.80.000/ kg. “Namun kami juga melayani pembelian secara ecer, produk tersebut biasa kami kemas per ons,” jelas Bu Ited yang mengaku bisa memperoleh omzet 8-9 juta rupiah per bulannya.

Bisnis camilan Bu AgengSaat ini Camilan Bu Ageng memiliki 2 buah toko yang menjual produk sejenis. Masing-masing toko memiliki pelanggan yang didominasi pelajar dan ibu rumah tangga. Bu Ited mengaku jika selama ini dirinya belum pernah menjalankan pemasaran secara aktif. Namun dalam moment tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, Bu Ited sering terjun door to door ke beberapa kantoran untuk memasarkan produknya. “Selain hari raya, event bola seperti Piala Dunia dan Piala AFF kemaren juga memberikan pemasukan yang cukup siginfikan bagi kami,” jelas Ibu yang kini tinggal di Notoyudan Yogyakarta tersebut.

Di akhir wawancara, Bu Ited yang ditemui tim liputan bisnisUKM Sabtu (16/4) berharap bisa memperluas area pemasaran dan meningkatkan kapasitas produknya. Beliau mengakui jika dalam menjalankan bisnis camilan tersebut kendala utamanya adalah produk yang mudah melempem (tidak renyah lagi), sehingga diperlukan perlakuan yang benar-benar cermat supaya produknya tidak cepat melempem.


Tim liputan bisnisUKM