Jika Anda orang yang sering beraktivitas keluar kota kemudian menggunakan jasa penginapan atau hotel pastilah tidak asing dengan produk sandal spon. Sandal yang menjadi bagian fasilitas hotel/ penginapan tersebut terlihat praktis dan terkesan santai. Meskipun terlihat sederhana, namun kebanyakan tamu penginapan atau hotel lebih suka menggunakan sandal spon tersebut untuk beraktivitas santai di sekitar penginapan. Terlebih, sandal spon memang menjadi fasilitas sekali pakai untuk tamu hotel, sehingga meskipun sederhana namun tetap eksklusif.

Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota tujuan wisata memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan produksi usaha sandal spon. Banyaknya hotel dan penginapan bisa memberikan peluang bagi berkembangnya usaha produksi pembuatan sandal spon. Namun tidak banyak orang yang memanfaatkan potensi tersebut untuk menjalankan bisnis produksi sandal spon. Salah satu produsen sandal spon yang berhasil kami temui Rabu (2/2) adalah Andika Craft yang beralamat di Murtigading Sanden Bantul. Usaha yang sudah berdiri sejak tahun 2007 tersebut kini fokus mengembangkan produksi sandal spon. “Awalnya kita mengembangkan produk kerajinan semacam box tissue, eceng gondok, cermin, dan sejenisnya, namun saat ini sandal spon yang menjadi fokus utama kita”, penjelasan Andi (29) selaku pemilik usahanya.

Pada awal berdirinya Andika Craft, Andi masih menjalankan usahanya dengan istrinya Ika Purwaningsih. Namun dengan kapasitas produksi yang semakin banyak yaitu berkisar 10.000 s.d. 15.000 pasang per bulannya, Andika Craft merekrut tenaga yang berasal dari pemuda di lingkungan sekitar tempat usahanya. Hingga sekarang, Andika Craft sudah memiliki 11 tenaga kerja produksi.

Saat ini, Andika Craft memproduksi empat jenis sandal spon, yaitu sandal spon putih (jahit), sandal spon putih (emboss), sandal batik jepit, dan sandal batik selop. Dari keempat jenis sandal tersebut yang paling banyak peminatnya adalah sandal spon putih jahit. Dengan harga Rp.1.800,00 s.d. Rp.6.000,00 per pasangnya, produk Andika Craft kini sudah menjadi langganan rutin dari 10 hotel yang berada di wilayah Jogja dan Solo ( 6 di Jogja dan 4 di Solo). Dua hotel  bintang 5 yang berada di Solo setiap bulannya rutin membeli 5.000 pasang sandal spon dari Andika Craft. Sementara untuk hotel bintang 3 dan 4 berada pada kisaran 1.000 pasang per bulannya.

Dan untuk tahun ini, Andika Craft memiliki target untuk membuka pasar produknya hingga ke luar pulau jawa. “Tahun lalu kita sudah melebarkan pasar keluar Jogja, dan tahun ini kami berharap bisa memasarkan hingga keluar pulau jawa seperti Palembang, dll”, penjelasan Andi tentang rencana pemasarannya. Selama ini, Andi Craft masih mengandalkan sistem door to door dalam mempromosikan produknya. Andi yang saat ini memegang kendali manajemen bersama istrinya, tidak lelah mendatangai calon pelanggannya untuk diajak kerjasama. Menurut Andi, dia juga sudah mencoba pemasaran online, “kami mencoba juga untuk memasarkan secara online via situs jejaring social facebook, namun hal tersebut belum kami maksimalkan saat ini”.

Untuk kendala dalam menjalankan usahanya, Andi secara jujur mengatakan masih di modal dan peralatan produksinya. Sementara untuk bahan baku produksi banyak tersedia di Jogja. Dengan permintaan yang semakin meningkat tinggi, saat ini Andika Craft baru memiliki 1 unit mesin potong manual dan 3 unit mesin jahit. Sehingga, ketika ada permintaan dalam jumlah yang besar, Andika Craft  mengaku sering kualahan memenuhinya. Sambil berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah, Andi masih yakin bahwa usaha Andika Craft miliknya akan tetap bertahan dengan aneka macam produk-produk unggulannya. (tim liputan BisnisUKM)