Menjalankan bisnis kos-kosan selama ini masih diyakini bisa mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Apalagi jika bisnis kos-kosan tersebut mampu dikombinasi dengan menjalankan bisnis lain seperti laundry maka peluang untuk memperoleh keuntungan akan lebih besar lagi. Di lokasi strategis seperti pusat perkotaan, perdagangan, lingkungan kampus, dan lingkungan perkantoran bisnis kos-kosan sekaligus laundry tumbuh subur dengan fasilitas dan harga yang bervariasi. Salah satu wilayah yang menjadi ‘medan perang’ bisnis kos-kosan sekaligus bisnis laundry di wilayah Yogyakarta adalah Kecamatan Depok Sleman.

Di lokasi yang dikenal sebagai lingkungan anak kampus itu, dua usaha yang lekat dengan kalangan mahasiswa tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya kampus baik negeri maupun swasta yang berada di wilayah tersebut. Salah satu pengusaha kos-kosan dan usaha laundry di wilayah itu yang berhasil ditemui tim bisnisUKM Senin (11/3) adalah Ibu Sarminah (42). Membuka kos-kosan sejak tahun 2000, Ibu Sarminah mampu memanfaatkan peluang dengan sekaligus menjalankan bisnis laundry kiloan.

Di rumahnya Kledokan Caturtunggal Depok Sleman, Ibu Sarminah beserta suami mampu mengelola bisnis kos-kosan sekaligus membuka usaha laundry kiloan secara beriringan. Di tahun keempat setelah membuka bisnis kos-kosan atau tepatnya 2004, Laundry Amanah mulai dijalankan Ibu Sarminah dengan konsumen pertamanya adalah para penghuni kos-kosan sendiri. “Awal mulanya anak-anak kos saya ‘wajibkan’ untuk mencuci di tempat saya,” terang Ibu Sarminah sembari tertawa. Dari langkah awalnya tersebut, banyak penghuni kosan yang kemudian ‘memasarkan’ Laundry Amanah secara langsung kepada teman-temannya hingga usaha tersebut dikenal kalangan luas.

Kunci sukses

Dalam menjalankan usaha kos-kosannya, Ibu Sarminah mengedepankan hubungan kekeluargaan dengan para penghuni. “Semua penghuni saya anggap anak sendiri, sehingga saya sering berinteraksi dengan mereka agar tidak ada jarak antara pemilik dengan para penghuni kosan,” jelas Ibu Sarminah ditemani salah seorang putrinya. Usaha kos yang terbagi menjadi dua bangunan tersebut memiliki 8 buah kamar dengan fasilitas kamar mandi dan dapur. Harga kos-kosan yang ditawarkan saat ini per kamar 2 juta rupiah/ tahun. Sementara untuk sistem kontrak  satu rumah sekaligus saat ini Ibu Sarminah mematok harga 8-11 juta rupiah/ tahun.

Sementara untuk usaha laundry kiloan, Ibu Sarminah sangat mengedepankan kualitas dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya. “Kami mementingkan kualitas cucian, meskipun masih semi manual karena menggunakan sinar matahari dalam proses pengeringannya, namun kualitas bagi kami tetap nomor satu,” imbuh Ibu Sarminah. Bahkan untuk proses mencuci, Ibu Sarminah turun langsung menanganinya meskipun memiliki 3 orang tenaga bantu. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga kualitas cucian agar terjaga dengan baik.

Dalam sehari, Laundry Amanah rata-rata melayani 30-40 kg laundry aneka jenis dari mulai baju, kaos, celana, jaket, boneka, dll. Harga yang dipatok Laundry Amanah Rp.2.500,00/ kg dengan waktu pengerjaan maksimal 3 hari. “Berhubung proses pengeringan masih manual, maka saat cuaca tidak menentu kami biasa konfirmasi ke pelanggan untuk memberitahukan kalau cuciannya belum kering seperti waktu yang dijanjikan,” terang Ibu Sarminah yang saat ini memiliki 2 mesin cuci kapasitas 8 kg dan 14 kg. Dengan harga seperti itu, Ibu Sarminah mengaku mampu menghasilkan omzet rata-rata 3 juta rupiah per bulan.

Seiring perkembangan usaha laundry yang semakin pesat, maka Ibu Sarminah dalam waktu dekat akan menambah satu mesin cuci lagi. Hal itu dilakukan sebagai langkah pengembangan di tengah persaingan usaha sejenis yang sangat ketat. Dengan adanya pengembangan tersebut, Ibu Sarminah berharap mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pelanggannya yang didominasi kalangan mahasiswa.

Tim liputan bisnisUKM