Gabus atau stereofoam selama ini dikenal sebagai bahan untuk dekorasi pada event-event seperti seminar, rapat, bahkan pernikahan. Namun, saat ini bahan yang dijual dalam bentuk lembaran-lembaran tersebut sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku utama sebuah bisnis. Hal itulah yang selama ini digeluti Enggar (40) bersama anggota keluarganya yang lain dengan mengusung nama 52 Happy Smart. Memproduksi miniatur rumah dari gabus menjadi bisnis yang digeluti keluarga tersebut sejak tahun 2003. Sebuah pemikiran sederhana dan dari bahan yang sederhana pula, namun kini bisa menjadi bisnis rumahan yang menjanjikan.

Ditemui di rumahnya Gondomanan Yogyakarta (10/2), Enggar menuturkan awal mula menggeluti bisnis tersebut diawali dari adik laki-lakinya di tahun 2003. “Sejak bapak meninggal dunia, kita sekeluarga berfikir bagaimana tetap bertahan memenuhi kebutuhan hidup keluarga, kemudian lahirlah ide kreatif untuk memanfatkan gabus menjadi miniatur rumah aneka jenis,” kata Enggar ditemani ibu dan salah seorang temannya. Meskipun pada awal memulai bisnis tersebut hanya adiknya yang mengerjakan, namun seiring dengan permintaan akan produk tersebut yang semakin tinggi menjadikan produksi miniatur rumah dari gabus itu sebagai bisnis keluarga.

Membuat miniatur rumah dari gabus memang terkesan mudah. Namun, untuk menghasilkan sebuah bentuk rumah-rumahan yang mirip dengan rumah nyata dibutuhkan ketekunan dan ketelatenan dalam detail ukurannya supaya pas. Salah sedikit dalam proses pengukuran maka dipastikan rumah-rumahan yang dihasilkan juga tidak akan berdiri sempurna. Dalam proses pembuatannya, gabus yang masih berwujud lembaran dipotong-potong sesuai dengan pola yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah berwujud potongan-potongan tersebut, langkah selanjutnya adalah proses pengecatan sesuai dengan cat rumah pada umumnya. “Karena konsumen kita kebanyakan anak-anak kecil, maka warna juga berpengaruh agar menarik minat mereka untuk membeli,” penjelasan Enggar yang banyak menggunakan warna mencolok dalam setiap produknya.

Selama ini,  52 Happy Smart memasarkan produk mereka dalam bentuk potongan-potongan pola yang siap disusun menjadi sebuah rumah. “ Hampir mirip seperti mainan puzzle, kita menjualnya bukan dalam bentuk miniatur jadi, tetapi yang masih berwujud potongan yang siap disusun menjadi rumah, sehingga juga bisa dijadikan media belajar bagi anak untuk berfikir kreatif menyusun rumah-rumahan,” imbuh Enggar tentang produknya. Harga jual produk tersebut juga cukup terjangkau yaitu dari Rp. 10.000,00 s.d. Rp. 25.000,00 per buahnya tergantung dengan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatannya.

Untuk proses pemasaran, 52 Happy Smart sering door to door ke banyak sekolah PAUD dan TK yang ada di wilayah Jogja dan sekitarnya. Selain itu, pameran yang diselenggarakan pemerintah dan swasta juga sering menjadi ladang pemasaran bagi mereka untuk memasarkan produknya. Bahkan, produk miniatur rumah tersebut juga pernah mendapatkan order dari Jakarta, Lampung, Kalimantan, dan Temanggung.

Dengan kapasitas produksi 50 buah per harinya, Enggar mengakui saat ini merasa kualahan dalam melayani permintaan pasar yang sangat tinggi. Keterbatasan tenaga kerja yang dimiliki juga menjadi faktor kendala dalam memenuhi setiap permintaan pelanggan. Hal tersebut makin dirasakan Enggar ketika adiknya saat ini lebih fokus untuk menjalankan bisnis arang yang baru setahun digeluti. “Kita saat ini bagi tugas, saya yang mengurusi miniatur gabus ini, sementara adik menjalankan usaha arangnya,” kata Enggar yang mengaku sudah bosan jadi pegawai tersebut. Sungguh, sebuah kreatifitas yang patut menjadi teladan bagi kita. (tim liputan bisnisUKM)