Merintis Usaha Kreatif Bermodalkan Skill Design Grafis

MERINTIS USAHA KREATIF BERMODALKAN SKILL DESIGN GRAFIS

Memiliki skill khusus di bidang design grafis rupanya memberikan keuntungan tersendiri bagi Arkky Anindita Punarbawa (27). Berbekal keahlian dan passion yang dimilikinya, wanita yang akrab dipanggil Arkky ini merintis usaha kreatif dengan membuat produk handmade dari bahan kertas dan kain blacu.

Bermula dari keisengannya meneruskan bisnis sang suami yang sebelumnya menekuni usaha paper toys, jebolan Deskomvis MSD Yogyakarta ini awalnya hanya memproduksi note book (buku notes) dan produk lainnya yang menggunakan bahan baku kertas. “Dulu yang mulai pertama kali suami saya buat paper craft, tapi karena sekarang sibuk kerja jadi saya yang mulai meneruskannya,” ujar istri Deni Rizkito ketika ditemui tim bisnisUKM beberapa waktu yang lalu.

pengusaha sukses di usaha kreatifSadar akan keterbatannya yang tak sejago suaminya dalam membuat desain paper toys, di bulan Mei 2012 Arkky mulai bereksperimen membuat produk-produk handmade dari kain blacu yang motifnya di desain sendiri oleh wanita yang hobi dengan kucing tersebut. “Setelah bosan bermain kertas, saya mulai membuat produk kerajinan seperti dari kain blacu yang desainnya dibuat dari digital print atau desain cap,” kata Arkky.

Memiliki Kecintaan di Bidang Design Grafis

Kecintaan Arkky terhadap dunia design grafis memang terbilang cukup besar. Selain mengembangkan bisnis kreatif yang digawanginya dengan mengusung bendera PaperOn, wanita cantik ini masih menjalankan profesi utamanya sebagai desainer grafis. “Sebenarnya sampai sekarang saya masih menyediakan jasa desain grafis, tapi ketika project sedang kosong saya sengaja meluangkan waktu untuk membuat produk handmade seperti dompet, toot bag, dan lain-lain,” jelasnya.

usaha kreatifMembidik segmen anak muda sebagai pangsa pasar utamanya, tak mudah bagi Arkky untuk memperkenalkan usaha kreatif yang sedang Ia jalankan. Bahkan di awal-awal merintis usaha, produk yang Ia pasarkan sama sekali tak dilirik oleh para konsumen. “Di awal merintis usaha Paperon saya sempat hampir berhenti karena produk-produk saya sama sekali tak dilirik konsumen, tapi setelah mengingat kembali passion saya memang di bidang design grafis, saya mulai mencari inovasi baru yang sekiranya digandrungi anak muda dan terkesan limited edition,” kenang Arkky sembari tertawa.

Memanfaatkan komunitas Indonesia crafter dan event-event bazar sebagai ajang pemasaran bisnisnya, Arkky optimis dari keaktifannya mengikuti berbagai macam kegiatan promosi bisnisnya bisa dikenal luas oleh masyarakat. “Kedepannya saya ingin bisa menjual kain dari paperon, punya workshop sendiri dan bisa punya website bilinguage agar bisa dikenal hingga mancanegara,” tutur Arkky menutup kunjungan kami.

Tim Liputan BisnisUKM.com