Modal 500 ribu, Kuningijow Jadi Juragan Rak dan Tas Etnik

Proses produksi tas etnik dan rak organizerJika selama ini banyak orang takut merintis usaha karena mengaku tak punya modal, maka lain halnya Irwan Adha Hasibuan (36) yang nekat memulai usaha dengan modal Rp 500 ribu saja. Pengalamannya bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jogja selama kurang lebih 5 tahun, menjadi modal Irwan memasuki dunia usaha.

Bisnis tas etnik Molle“Awalnya saya masih bekerja di sebuah perusahaan ternama di jogja sejak tahun 2005, .kemudian di tahun 2010 saya mulai berfikir bahwa tidak selamanya saya ingin menjadi karyawan. Dengan modal Rp 500 ribu saya pun memulai usaha yang berhubungan dengan jarum dan benang jahit,” ujar Irwan.

Di awal karir merintis usaha, semuanya terasa berat bagi Irwan karena saat itu Ia masih berstatus sebagai karyawan. “Sepulang kerja saya sempatkan belanja ke toko bahan dan tak jarang sampai dirumah sudah jam 10 malam. Karena masih awal jadi proses potong bahan masih manual, memang cukup melelahkan tapi karena saya dibantu istri tercinta dan dialah yang memberikan support paling besar dalam hidup saya,” katanya.Proses packing tas etnik Molle

Setelah satu tahun menjalankan bisnis sampingan di sela-sela kesibukannya menjadi seorang karyawan, di awal tahun 2011 Irwan memutuskan resign dan ingin menekuni usaha rak organizer dan tas etnik walaupun masih terbilang kecil.

“Saya memiliki keyakinan (Jawa) gelem rekoso mesti dikaceki artinya yang mau bersusah payah pasti ada imbalannya. Alhamdulillah hingga sekarang bisnis berjalan lancar walau rintangan selalu ada tapi tetap harus semangat,” Irwan mengatakan.

Terapkan Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi)

Tas etnik KuningijowKetika  ditanya alasannya memilih bisnis tas etnik dan rak organizer, Irwan berujar bahwa peluang usaha yang bagus adalah usaha yang banyak saingannya. “Prinsip saya semakin banyak saingan semakin banyak pilihan dan peluang,” tuturnya sembari tertawa.

Dibantu tujuh orang penjahit dan seorang karyawan, sekarang ini Kuningijow memproduksi rak organizer dan tas etnik yang dipasarkan dengan merek Molle. Bahkan merek tersebut kini tak hanya menguasai pasar Jogja namun sudah mulai merambah seluruh daerah di Indonesia.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

Memanfaatkan strategi pemasaran online baik melalui website toko online maupun social media, setiap bulannya Irwan bisa mengantongi omzet sekitar Rp 60 juta. “Alhamdulillah kedepanya semoga semakin baik dan bisa berlipat omsetnya perbulan. Walaupun sebenarnya kadang terkendala masalah permodalan dan pemasaran. Kalau butuh mendesak, saya minta tolong teman tapi bila untuk menambahkan modal biasa kita ajukan pinjaman ke bank. Besar harapan saya bila beriklan di bisnisUKM.com usaha saya makin berkembang,” tambahnya.Rak gantungan tas

Di akhir sesi wawancara kami, Irwan tak sungkan untuk berbagi tips dan trik bagi para pemula yang ingin mengikuti jejak kesuksesannya merintis bisnis tas etnik dan rak organizer. “Jangan takut akan pesaing karena pasar yang memilih mana yang layak menjadi yang terbaik, dengan cara tingkatkan kualitas dan jaga mutu. Semakin banyak pesaing semakin banyak pilihan, setelah itu serahkan pada Allah, insyaAllah semua menjadi mungkin,” pesannya.

Informasi selengkapnya mengenai tas, dompet Molle dan rak organizer Kuningijow dapat Anda akses dengan cara, KLIK DISINI.

Tim Liputan BisnisUKM