Modal Rp 3 Juta, Mantan Tukang Kebun Ini Hasilkan Omzet Rp 2 Miliar

/ / Inspirasi Bisnis /
Putu Darmaya, mantan tukang kebun kini jadi pengusaha kerajinan kerang

Putu Darmaya, mantan tukang kebun ini sekarang sukses jadi pengusaha kerajinan kerang di Bali.

Modal usaha minim tak harus jadi momok bagi siapa saja yang berniat membuka usaha. Simak pengalaman Putu Darmaya, dengan modal Rp 3 juta saja mantan tukang kebun ini sukses menjalankan usaha kerajinan kerang hingga mampu menghasilkan omzet miliaran berkat pesanan rutin konsumen dari berbagai negara.

Sebelum menekuni usaha kerajinan kerang, Putu Darmaya sudah melakoni berbagai macam pekerjaan. Pernah menjadi tukang kebun, tukang cuci kapal, front office hotel dan manager hotel di Malaysia, manager kafe serta menangani usaha ekspor-impor, sampai akhirnya berlabuh pada usaha kerajinan.

Kisah Ini Berawal Dari Seorang Kenalan di Spanyol

Usaha kerajinan kerang dengan omzet miliaran

Dalam sebulan, permintaan pengiriman barang ke Spanyol bisa sampai dua kali. Dengan nilai barang antara Rp 120 juta – Rp 150 juta. Kini omzet Bisnis Putu Darmaya capai Rp 2 miliar per bulan.

“Sejak di Malaysia, saya sudah memiliki hubungan baik dengan seorang pelaku usaha dari Spanyol. Dia berpesan kalau saya sudah di Bali, disuruh menghubungi. Benar saja, ketika saya kemudian kembali ke Bali, saya pun menginformasikan pada tamu Spanyol ini,” ujarnya.

Tak lama kemudian, orang Spanyol itu datang dan meminta pada Putu Darmaya untuk mencarikan barang-barang kerajinan khas Bali. Berhubung Putu Darmaya tidak memiliki modal, maka orang Spanyol itu menjanjikan pembayaran secara ‘cash’. Dalam bahasa Spanyol, cash atau tunai disebut ‘caspa’. Tapi orang Spanyol itu selalu menyebutkan ‘caspla’.

Mulailah, hubungan sebagai mitra bisnis dimulai. Putu Darmaya rajin berburu barang kerajinan sesuai permintaan mitra bisnisnya. Yakni kerajinan kayu, batu, kerang, logam dan lainnya. Dalam sebulan, permintaan pengiriman barang bisa sampai dua kali. Dengan nilai barang antara Rp 120 juta – Rp 150 juta.

“Karena sudah lancar permintaan kerajinan, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka kios kerajinan di daerah Mas, Ubud. Saya sewa kios dengan biaya Rp 3 juta per tahun, karena tidak ada modal. Itu saja modal yang saya keluarkan. Karena untuk pembelian barang kalau ada pemesanan, selalu diberi uang cash dulu. Terinspirasi dari bisnis secara cash, maka saya menamakan usaha saya Caspla Bali,” katanya.

Buat Delapan Website Untuk Genjot Pemasaran Online

Usaha kerajinan kerang khas Bali

Produk yang banyak diminati adalah kerajinan dengan ukiran Bali, dan table ware semacam mangkok atau piring buah.

Untuk menjaring konsumen yang lebih luas, Putu Darmaya mulai mengenalkan usaha di internet. Tanggung-tanggung, dia membuka delapan website sekaligus. Masing-masing website menawarkan produk kerajinan berbeda.

Ternyata, website yang paling banyak pengunjung adalah yang menawarkan kerajinan kerang. Bahkan, website dengan nama Baliseashell.com menjadi website nomer satu di dunia, yang dicari pelaku usaha atau peminat kerajinan kerang. Sudah jutaan orang yang mengunjungi website tersebut.

Melihat tingginya respon dari konsumen mancanegara, Putu Darmaya pun memutuskan untuk fokus membidik usaha kerajinan kerang, dengan mendatangkan berbagai cangkang kerang dari seluruh daerah di Indonesia.

Sampai kini, tak kurang ada 1.500 desain kerajinan yang telah ditawarkan untuk pembeli mancanegara. Konsumen yang memesan pernah dari berbagai negara, namun didominasi berasal dari Italia, Dubai, Prancis dan Tiongkok.

“Omzet usaha kerang saya kini sudah melejit dan omzetnya mencapai angka di atas Rp 2 miliar per bulan,” ucapnya.

Produk yang banyak diminati adalah kerajinan dengan ukiran Bali, dan table ware semacam mangkok atau piring buah. Meski produk kerang sekarang memiliki persaingan yang sangat ketat, tapi Putu Darmaya berkeyakinan asal bisa menjaga kualitas barang dan bisa berkomunikasi dengan baik dengan pelanggan, maka usahanya akan tetap lancar.

“Banyak juga sekarang produk kerajinan kerang dari Tiongkok yang membanjiri pasaran dunia, tapi produk saya kan memiliki kekhasan. Misalnya, ada yang menggunakan ukiran, itu produk buatan tangan karya seniman ukir Bali yang sudah terkenal kemampuannya. Makanya produk kerajinan dengan ukiran ini tidak bisa ditiru dan menjadi salah satu andalan kami dalam memasarkan kerajinan kerang ke seluruh dunia,” ujar lelaki kelahiran Nusa Penida ini sembari menutup obrolan kami.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Vivi)

Kontributor BisnisUKM.com Wilayah Bali