Olah Limbah Kulit Telur Jadi Lukisan Bernilai Jual Tinggi

Bisnis kerajinan seni kulit telur Tanpa dinyana sisa kulit telur ternyata dapat dimanfaatkan jadi peluang usaha. Ya, di tangan seorang Cahyudi Susanto, sisa-sisa kulit telur yang bagi sebagian besar masyarakat tidak berguna bisa disulap menjadi lukisan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.  Dengan menggunakan limbah cangkang telur, Yudi membuat beragam lukisan kaligrafi dan memproduksi lukisan wajah tokoh-tokoh tersohor di negeri ini.

Ide usaha ini datang di tahun 2010 tepatnya setelah Yudi melihat banyak limbah kulit telur yang terbuang sia-sia di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kebetulan, ada salah seorang tetangganya menekuni usaha pembuatan roti yang banyak menggunakan telur ayam. Dari sana Yudi berpikir, untuk mengkreasikan sisa-sisa kulit telur yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi.

Seni lukis kaligrafi dari limbah kulit telur“Awalnya dari keisengan saya di waktu senggang, coba-cobalah saya membuat lukisan kaligrafi sederhana dari kulit-kulit telur,” tutur Yudi di rumahnya beberapa waktu lalu.

Setelah lukisan selesai, Yudi mulai mengupload hasil karyanya dalam website sederhana yang dibuatnya  dan  ternyata keisengan tersebut berbuah manis. Ada permintaan yang masuk setelah Ia upload ke website. Kemudian, dalam perkembangannya Yudi merambah objek lukisan tidak hanya kaligrafis melainkan mulai melukis wajah tokoh-tokoh tersohor di Indonesia.

Lukisan Suharto adalah karya tokoh nasional yang pertama berhasil dia buat menggunakan sisa kulit telur. “Saya tanya ke orang-orang, siapa yang saya gambar ini dan banyak yang menjawab Suharto. Dan dari situ saya mulai percaya diri dan membuat tokoh-tokoh Indonesia lainnya” katanya.

Baca Juga Artikel Ini :

Aneka Kerajinan Cangkang Telur Bernilai Jual Tinggi

Search Ide Bisnis Kreatif Dari Limbah Cangkang Telur

Kulit telur bagi Yudi memiliki keunikan tersendiri. Setelah dia pelajari terdapat beberapa warna yang dapat dihasilkan oleh kulit telur.  Kulit yang tebal  untuk warna kulit gelap, sedangkan kulit yang  tipis untuk warna kulit terang. Untuk pengerjaannya, kulit telur dicuci dan dibersihkan kemudian dikeringkan.

Sebelum mengerjakan kerajinan lukis tersebut, Yudi membuat sketsa terlebih dahulu di sebuah papan atau triplek yang telah dicat warna hitam. Ketika ditanya kenapa warna hitam? Yudi berpendapat, jika bukan latar belakang hitam hasilnya akan kurang maksimal dan tidak kelihatan teksturnya. Namun, hanya bagian background yang boleh dicat, sementara seluruh bagian lukisan menggunakan kulit telur.

Pengrajinan limbah kulit telurSelain itu, Ia pun tidak menggunakan kavas sebagai medianya. Pasalnya. Jika menggunakan kanvas kulit-kulit telur mudah pecah. Setelah dibuat sketsa  barulah kemudian Yudi berimprovisasi. Agar kulit telur tersebut tidak mengelupas, Yudi menempelkannya dengan lem.

Nah, untuk menghasilkan satu karya lukisan biasanya Yudi membutuhkan kurang lebih 300 butir telur untuk satu meter persegi triplek. Dengan kreativitas yang Ia miliki, saat ini hasil lukisan telur Yudi dijual dengan harga yang berbeda-beda. Bahkan Yudi termasuk salah satu pengrajin yang aktif mengikuti pameran. Langkah ini sengaja Ia ambil untuk mengoptimalkan pemasaran karyanya secara online.

Mengingat proses pengerjakan kerajinan lukisan kulit telur memerlukan waktu yang lama, yakni kurang lebih satu bulan lamanya, Yudi pun mematok harga lukisannya dengan harga yang cukup tinggi, yakni sebesar Rp 4 Juta-an untuk lukisan ukuran standar 70 x 80 cm.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?

Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.

Klik Disini

“Kadang untuk pameran, saya lihat dulu siapa yang membuka pameran tersebut dan dimana dilangsungkannya. Saya  siapkan lukisan untuk mereka yang hadir di sana. Dan rata-ratanya cara ini terbilang efektif memasarkan lukisan kulit telur saya,” katanya. Disamping cara tersebut, Yudi juga menerima orderan lukisan telur yang datang dari masyarakat luas. Untuk objek lukisan, Yudi menyerahkan semuanya kepada para pemesan.

Owner AneggartHingga tahun 2016 ini, Yudi mengaku perkembangan bisnis kerajinan seni lukis telurnya terbilang cukup stabil, andaikata melonjak pun Yudi juga tidak bisa berbuat apa-apa lantaran hanya dirinya saja yang bisa membuat lukisan telur ini.

“Sebulan satu lukisan saja sudah lumayan, kalau lebih dari itu saya tidak mampu mengerjakannya.” tutur Yudi. Sebab, seperti diketahui untuk pengerjaan lukisan kulit telur butuh kesabaran ekstra tinggi. Yudi mencontohkan untuk membuat mata, kumis, butuh serpihan kulit telur yang ukurannya kecil. Lukisannya pun tidak bisa sehari jadi, melainkan butuh waktu berhari-hari untuk mencari warna yang tepat dan memadukan antar warna dan lainnya.

Di awal usahanya, Yudi mengakui banyak orang yang mencibir lukisan kulit telur buatannya karna harganya relatif cukup mahal. Namun dia berkilah masalahnya bukan pada kulit telur yang susah dicari melainkan pada tingkat kesulitan proses pengerjaannya. “Ada saja yang mencibir dan kurang menghargai, tetapi tak masalah bagi saya karena seni memang bernilai jual tinggi,” pungkasnya.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Harry)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Jakarta