Krisis global telah melanda Amerika serikat pada medio tahun 2008, krisis ini mengakibatkan efek domino yang sangat dahsyat di dunia. Dimulai dari eropa dan sekarang mulai dirasakan kawasan Asia.
Indonesia sebagai eksportir bagi negara Amerika Serikat mulai mengalami goncangan. Permintaan yang terus mengalami penurunan dan bahkan diperkirakan pada tahun 2009 ini nilai ekspor diperkirakan turun sebesar 30% dari tahun sebelumnya. Sebuah kenyataan pahit yang harus diterima dunia Usaha kita.

Video Praktisi

Kunci Pemasaran Bisnis Kuliner Roti van Java

Sektor UKM yang berhasil menyelematkan bangsa ini dari keterpurukan pada tahun 1998 akan diuji lagi pada tahun 2009 ini. Krisis kali ini lebih dirasakan dampaknya daripada krisis 10 tahun silam, dikarenakan rendahnya permintaan dari negara importir. Sejak krisis ekonomi melanda Amerika, ekspor keluar negeri memang terasa sangat seret, terutama ekspor tujuan Amerika Serikat dan Eropa, dampak krisis ekonomi sangat terasa. Banyak pesanan yang ditunda dan malah sebagian order dibatalkan demikian keluh salah pengusaha sepatu pemasok merek terkenal di Amerika Serikat. Senada disampaikan para pengusaha manik-manik asal Desa Plumbongambang, Kecamatan Gudo kabupaten jombang. Menurutnya, akibat krisis ekonomi melanda dunia menyebabkan omsetnya turun drastis. Termasuk pasar domestik di kawasan wisata Bali dan Jogjakarta yang selama ini menjadi pasar potensial manik-manik asal Desa Gambang Gudo, ikut terdampak.

Pasar manik-manik terkikis dan mengalami penurunan permintaan. Kalau biasanya sebulan omzet kita bisa mencapai satu miliar lebih, termasuk ekspor, sekarang turun drastis. Permintaan pasar luar negeri sepi, pasar domestik juga sangat seret. Pasar luar negeri yang selama ini mendapat kiriman manik-manik Plumbon Gambang antara Malaysia, Philipina, Brunai Darussalam, Australia, dan beberapa negara Eropa.

Pameran di Jombang
Salah satu usaha Pemerintah untuk membantu pemasaran para pelaku UKM dengan mengadakan Pameran produk Unggulan Daerah yang melibatkan seluruh stake holder. Seperti halnya pemerintah Jombang yang melaksanakan Gelar Produk Jombang (GPJ).

Pelaksana pameran ini adalah Bagian Penanaman Modal dan Promosi Potensi Daerah (PMPPD),–hasil evaluasi dianggap mendulang sukses dibanding pagelaran tahun-tahun sebelumnya. Tolak ukurnya, tidak hanya dari kuantitas peserta, juga tingkat apresiasi masyarakat terhadap even tersebut.

Ajang pameran ini diikuti setidaknya 75 usaha/industri kecil menengah (UKM/IKM) dari Kabupaten Jombang yang memamerkan berbagai macam produk kepada masyarakat. Aneka produk industri rumahan hingga pabrikan digelar dalam event ini. Termasuk aneka makanan oleh-oleh khas Jombang.

Pameran ini sendiri merupakan agenda rutin Pemkab Jombang. Setiap tahun selalu menggelar even tersebut. Hanya saja, pagelaran ini bernilai lebih strategis karena dilaksanakan di tengah krisis ekonomi global, yang ditandai banyaknya perusahaan rontok alias gulung tikar. Ajang ini sangat penting bagi pelaku UKM/IKM ini yang ingin bertahan di tengah goncangan ekonomi dunia. Sehingga pameran tahun ini merupakan momentum kebangkitan bagi UKM/IKM agar bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

Peserta Membludak
Sambutan dunia usaha lokal sangat besar dalam pameran ini, hingga banyak perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam pameran ini tidak bisa ditampung seluruhnya karena keterbatasan lokasi pameran.

Panitia terpaksa menolak partisipasi sekitar 30 usaha/industri lokal karena keterbatasan tempat. Lokasi yang disediakan panitia hanya mampu menampung 75 stan. Jumlah peserta yang ditolak itu, belum termasuk perusahaan dari luar kota yang juga ingin berpartisipasi. Setidaknya, ada lima daerah yang berencana ikut pameran produk unggulan daerahnya, tapi karena keterbatasan tempat akhirnya dengan sangat terpaksa ditolak. Kelima daerah yang ingin berpartisipasi itu adalah Pamekasan, Sumenep, Batu, Magetan dan Sragen Jawa Tengah.

Terlepas dari keterbatasan kemampuan teknis panitia, penyelenggaraan GPJ tahun ini agaknya memang patut mendapat apresiasi. Sebab, pameran produk unggulan ini dilakukan di tengah suasana ekonomi dunia yang lesu. Karena itu, pameran ini setidaknya bisa menjadi ’vitamin’ dan menambah stamina para pelaku usaha menghadapi goncangan ekonomi dunia.

Sampoerna Expo 2009
Kalangan usaha kecil menengah (UKM) program pengembangan kewirausahaan (PPK) mengikuti Sampoerna Expo 2009 di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu 18 maret 2009. PPK Sampoerna Expo 2009 diisi 52 produk unggulan asal Kabupaten Pasuruan termasuk pengusaha UKM binaan PT HM Sampoerna. Produk unggulan itu mulai kerajinan tangan dari kayu, bordir, makanan olahan hingga hasil tenun.

Selain pameran produk unggulan UKM, juga diluncurkan buku katalog yang berisi 54 produk unggulan pengusaha UKM yang disaring dari seluruh UKM di Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 17.496 UKM. Pemerintah Kabupaten Pasuruan merespons positif aktivitas yang dapat merangsang masyarakat untuk terus berusaha sehingga angka pengangguran dapat terus berkurang.

(Sumber Gambar : DinasUkmJakarta.go.id)