Peluang Bisnis Jasa Layanan Penjualan Tiket Pesawat Terbang

Banyak konsumen yang tidak mengetahui secara detail mengenai informasi keberangkatan pesawat. Celah inilah yang bisa dimanfaatkan untuk membuat usaha di bidang jasa online ticketing.

bisnis-tiket-pesawatTim bisnisukm berhasil menemui salah satu praktisi online ticketing, Rio Cundris Kurniawan, 30 tahun, yang pernah bergerak di usaha ini lebih dari 4 tahun. Menurut Rio, panggilan akrabnya, apabila bisnis online ticketing dikelola secara profesional, dalam satu bulan omsetnya bisa mencapai milyaran.

Konsumen

Sasaran pasar online ticketing, jasa layanan penjualan tiket pesawat terbang adalah para calon penumpang pesawat terbang. Banyak orang yang malas keluar untuk mencari ticket, oleh karena itu masyarakat lebih senang memesan malalui online dan tinggal menunggu tiket pesanan mereka diantar ke rumah. Pengguna pesawat terbang sendiri, biasanya berasal dari masyarakat kalangan menengah keatas. Karena harga ticket pesawat yang cukup mahal.

Syarat, Prosedur & Proses Penjualan

Dalam membuat usaha ini ada 2 syarat penting yang harus dipenuhi. Yang pertama adalah sudah berbadan usaha PT (Perseroan Terbatas) dan yang kedua adalah mempunyai sertifikat keanggotaan ASITA (Asosiasi Pariwisata Indonesia).

Setelah keagenan disetujui, pihak maskapai akan memberikan 2 jenis tiket yang bisa dijual, yaitu tiket fisik dan e-ticket. Biasanya agen online ticketing ini menjual tiket dari seluruh maskapai.

Untuk e-ticket, pihak agen melakukan deposit minimal 5 juta. Deposit tersebut langsung dikurangi dengan nominal pembelian tiket yang dilakukan. Sedangkan untuk pembelian tiket fisik, jaminan yang harus diberikan agen adalah sebesar 500 ribu per tiket dengan minimal pembelian 10 tiket.

Seandainya nanti agen tersebut tidak meneruskan usahanya, jaminan tersebut bisa diambil dengan cara mengembalikan tiket fisik yang telah diambil.

Proses konsumen mendapatkan tiket tersebut relatif mudah. Pada waktu calon konsumen datang, pihak agen menanyakan hari dan jam berapa akan berangkat. Setelah itu pihak akan memberikan pilihan maskapai dan harga tiket yang dikenakan ke calon konsumen.

Jika konsumen sudah menentukan pilihan, maka tiket tersebut akan dibooking terlebih dahulu tanpa mengeluarkan biaya dengan batas waktu pengambilan tiket. Apabila konsumen tidak mengambil tiket tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan, otomatis tiket tersebut akan di-”cancel” (dibatalkan).

Karyawan & Peralatan

Jumlah karyawan yang ideal pada awal membuka usaha ini adalah 3 orang. Dua orang ditempatkan untuk reservasi dan 1 orang untuk operasional usaha. Reservasi bertugas untuk meng-”handel” calon pembeli.

Bagian operasional ditugaskan melakukan berbagai tugas operasional keagenan seperti mengantar tiket ke pembeli, membeli tiket (fisik) ke maskapai atau mengantar setoran ke maskapai.

Yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan pegawai tersebut tentang masalah connecting (jadwal penerbangan, maskapai yang digunakan, jam berangkat, dsb). Pegawai harus bisa menjelaskan ke konsumen mengenai masalah ini, karena banyak calon konsumen yang tidak tahu.

Peralatan yang dipakai dalam menjalankan usaha online ticketing ini sebenarnya tidaklah banyak. Instalasi internet (server, modem dsb), 2 unit komputer, software gratis yang diberikan maskapai (kecuali garuda), 1 unit printer dot matriks, serta peralatan kantor pada umumnya seperti meja, kursi dsb.

Kelebihan usaha

Saat ini kemajuan teknologi khususnya internet, menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis online ticketing ini. Karena kebanyakan orang lebih memilih memesan ticket melalui online, daripada harus berdesak – desakan dengan pembeli lainnya. Hal ini menjadi prospek yang bagus untuk bisnis ini.

Kekurangan usaha

Banyak pelaku bisnis yang menjalankan bisnis ini, sehingga persaingan bisnis online ticketing sangat tinggi. Mereka saling berebut pasar dengan menawaran harga bersaing, semakin rendah harga jual ticket semakin banyak pula pelanggan yang didapatkan.

Pemasaran

Menurut Rio, strategi pemasaran yang paling efektif digunakan adalah iklan di yellow pages. Iklan ini cakupannya sangat luas. Biayanya berkisar 900 ribu sampai 1,4 juta dengan ukuran kolom 10 x 10 cm.

Selain itu bisa dengan menggunakan brosur yang disebar ke daerah-daerah yang potensial. Untuk menambah daya tarik calon konsumen, sistem diskon bisa digunakan. Besarnya berkisar antara 2-3%.

Jumlah ini diambil mengingat rata-rata agen mendapat 7% dari harga dasar. Harga tiket pesawat tersebut terdiri dari harga dasar + asuransi + ppn + surcharge (biaya bbm yang dibebankan penumpang).

Biasanya, bulan Januari – April adalah masa sepi. Bulan Mei – Desember adalah masa ramai. Pada masa ramai, tiket tidak pernah dipasang harga murah. Tapi diberikan harga tengah atau harga mahal.

Sebenarnya pihak Maskapai mempunyai 10 – 13 jenis harga. Mulai dari paling murah sampai yang paling mahal. Pada  waktu masa sepi, semua harga dibuka. Sedangkan pada masa ramai, harga yang dibuka adalah harga tengah hingga mahal.

Yang membuat mahal atau murah adalah masa berlaku tiket. Untuk harga yang paling murah, apabila kita membeli tiket untuk besok maka besok kita harus berangkat. Sedangkan untuk harga-harga yang lain bisa digeser jam maupun tanggal.

Sebagai catatan, untuk penerbangan domestik, Garuda dengan Lion mempunyai kelas bisnisnya. Selain itu semua maskapai kelas hanya menjual kelas ekonomi untuk semua penerbangan domestic.

Kunci sukses

Sebaiknya berikan penawaran harga yang bersaing, sehingga pelanggan Anda tidak pindah ke tempat lain. Selain itu berikan jasa pelayanan lebih pada konsumen, misalnya mengantarkan ticket tersebut ke alamat konsumen Anda. Hal ini menjadi nilai lebih bagi usaha Anda, untuk menanamkan loyalitas pelanggan.

Simulasi Keuntungan 1 Bulan

Pemasukan
Penjualan Tiket                              : Rp  1.000.000.000,00

Pengeluaran
Pembelian Tiket                              : Rp 993.000.000,00
Gaji 3 Orang Pegawai @ Rp 700.000,00         : Rp   2.100.000,00
Listrik & Air                                : Rp     200.000,00
Telepon                                      : Rp     300.000,00
Administrasi                                 : Rp     100.000,00
Internet                                     : Rp     150.000,00
Operasional                                  : Rp     100.000,00
Promosi                                      : Rp     500.000,00+
Total                                        : Rp 996.450.000,00

Laba Bersih
Rp 1.000.000.000,00 – Rp  996.450.000,00 = Rp  3.550.000,00

Sumber : Tim Bisnis UKM

  •  
  •  
  •  
  •