Peluang Usaha Pembenihan Ikan Nila di Kolam

budidaya ikan nilaIkan nila merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang hidup di air tawar. Ikan nila ini cenderung lebih mudah diperkembangbiakan dan mudah untuk dipasarkan dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya karena ikan nila memang paling banyak dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Teknik dan cara pembenihan ikan nila yang sangat mudah serta pemasarannya yang memang cukup luas menjadikan budidaya ikan nila banyak dipilih oleh masyarakat sebagai peluang usaha perikanan dan kelautan yang cukup bagus dan menarik untuk dilakukan, baik dalam skala rumah tangga maupun skala besar. Apalagi jika pengelolaannya dilakukan degan tepat, maka usaha ini akan mendatangkan keuntungan yang besar.

Konsumen

Peternak pembenih atau pembesar benih ikan nila mempunyai pasar yang hampir sama, yaitu para peternak pembesaran ikan. Peternak pembenih adalah peternak nila yang memijahkan indukan ikan nila dan kemudian menjual larva atau benih ikan nila sampai ukuran 10-12 cm (gelondongan).

Selain para peternak pembesaran, pasar benih ikan nila ini juga termasuk para peternak pembesar benih. Jadi pemijah menjual benih ukuran larva (3-5 cm), kemudian dibesarkan lagi oleh peternak pembesar benih yang tidak mempunyai indukan. Selanjutnya peternak pembesar benih juga menjual kepada peternak pembesaran nila untuk konsumsi.

Baca Juga Artikel Ini :

Sukses Budidaya Ikan Nila

Usaha Membesarkan Ikan Bawal dan Nila

Memulai Bisnis

Benih ikan nilaPembenihan ikan nila menjadi salah satu usaha budidaya ikan yang sangat produktif. Meskipun jumlah telurnya relatif sedikit, akan tetapi frekuensi untuk pemijahan ikan nila cukup sering. Ikan nila dapat dikawinkan setiap bulan hingga usia produktifnya habis. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum memulai usaha pembenihan ikan nila.

  1. Pilih lokasi usaha pemijahan yang memiliki air dengan suhu 24-32 derajat celcius, pH 6,5-8,5, oksigen terlarut minimal 3 ppm dan air tidak tercemar.
  2. Buatlah kolam pemanenan. Luas kolam untuk perawatan induk 160 m2 dengan luas kolam pemijahan 80 m2 dan luas untuk kolam pendederan 160 m2.
  3. Pasang hapa dengan ukuran 1m x 2m x 3m pada kolam pemijahan dan juga pendederan.
  4. Siapkan peralatan pembenihan yang dibutuhkan seperti wadah benih, pompa air, seser, termometer dan juga pH kit.
  5. Siapkan induk ikan nila yang telah matang telur.
  6. Masukkan induk ikan di kolam pemijahan. Perbandingan antara induk nila jantan dan nila betina adalah 1 : 3.

Keuntungan Bisnis

Budidaya pembenihan ikan nila di dalam kolam memungkinkan ikan untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan cepat dan kepadatan ikan juga tinggi. Syaratnya adalah para peternak harus bisa menjaga kualitas air dan juga pemberian pakan secara baik serta berkualitas, dengan begitu hasil yang akan didapatkan juga akan maksimal.

Kelebihan lainnya untuk usaha budidaya pembenihan ikan nila ini adalah tidak membutuhkan modal yang besar, namun hasilnya hasil yang didapatkan cukup maksimal serta pemeliharaannya relatif mudah.

Hambatan Bisnis

Kekurangan dari usaha pembenihan ikan nila dikolam adalah kesehatan ikan nila yang mudah terganggu sehingga dapat mengakibatkan peternak gagal panen. Hambatan yang biasa dialami diantaranya seperti :

  1. Sering terjadi inbreeding pada ikan sehingga kualitas ikan nila pada keturunan yang berikutnya akan mengalami sebuah penurunan.
  2. Air kolam yang kotor atau tidak terjaga kualitasnya serta pakan yang tidak memuaskan dapat menghambat dan merusak pertumbuhan telur ikan nila.
  3. Perkembangan ikan nila tidak terkontrol karena cukup mudah memijah.
  4. Hambatan lainnya adalah, untuk menjaga lingkungan air di dalam kolam membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Strategi Pemasaran

Panen ikan nilaPotensi pasar untuk ikan nila sampai dengan saat ini masih sangat lebar dan harga jualnya pun cukup terjangkau di pasar, mulai dari ikan nila dalam stadium bibit hingga ikan nila yang dikategorikan sebagai ikan layak konsumsi. Semua pasar untuk ikan nila tersebut masih sangat memungkinkan untuk dimasuki.

Para petani dapat memasarkan ikan nila dengan cara menyuplainya ke berbagai kolam pemancingan ikan, pasar tradisional, rumah makan atau restoran, supermarket dan bahkan untuk skala ekspor sekalipun.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?

Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Video.

Klik Disini

Kunci Sukses

  1. Pastikan bahwa tempat untuk pemeliharaan induk ikan jantan dan induk betina terpisah.
  2. Setelah induk dipilih, masukkan induk di dalam kolam dalam satu kolam. Biarkan induk memilih pasangannya. Setelah terjadi pembuahan, telur ikan akan dierami oleh induk betina di dalam mulutnya. Telur dierami selama kurang lebih 4-5 hari sampai menetas.
  3. Setelah 2-3 hari telur menetas, larva kemudian diberi pakan. Pakan larva dapat berupa pakan alami seperti rotifer, daphnia dan moina atau pakan buatan yang berukuran serbuk.
  4. Lakukan pergantian air agar kualitas air tetap terjaga selama perawatan larva.
  5. Ikan nila dapat dipanen setelah dipelihara 1-2 bulan.
  6. Lakukan treatment mulai dari larva untuk membuat ikan nila jantan (seks reversal). Nila jantan biasanya memiliki pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan nila betina dan dagingnya pun lebih tebal.
  7. Untuk mendapatkan induk nila yang berkualitas baik sebaiknya Anda mengetahui sentra produksinya, seperti di Tasikmalaya, Bogor, Bandung, Ciamis, Parung Jawa Barat, Banjarnegara, Semarang, Banyumas, cilacap dan juga Temanggung.

Analisa Ekonomi

Modal Usaha
Kolam ikan dengan luas 400 m2                                   Rp 50.000.000,00
Induk sebanyak 60 paket (60 jantang, 180 betina)                Rp  1.350.000,00
Peralatan budidaya pembenihan dan panen                         Rp  1.300.000,00
Hapa 32 buah                                                    Rp  1.600.000,00
Pompa air 1 unit                                                Rp  1.500.000,00+
Total modal                                                    Rp 55.750.000,00

Biaya Produksi Per Tahun
Pakan                                                           Rp 45.000.000,00
Tenaga kerja 2 orang                                            Rp 14.000.000,00
Pupuk 700 kg dan kapur 300 kg                                   Rp  1.300.000,00
Listrik                                                         Rp  1.000.000,00
Penyusutan dan biaya lain-lain                                  Rp  7.500.000,00+
Total Biaya Produksi                                           Rp 69.200.000,00

Pendapatan dan Keuntungan
Penjualan benih dari 180 betina x 500 x 10 x 80% x Rp 130,00    Rp 93.600.000,00

Keuntungan   = Pendapatan – Biaya Produksi
= Rp 93.600.000,00 – Rp 69.200.000,00
= Rp 24.400.000,00/ tahun
Laba per bulan
= Rp 24.400.000,00 : 12 bulan
= Rp 2.033.300,00
Sumber gambar :
1. https://nurdinlathief.files.wordpress.com/2012/08/img02043-20120807-1559.jpg
2. http://www.bibitikan.net/wp-content/uploads/2013/04/benih-ikan-nila-kualutas-terbaik-untuk-sukses-budidaya.jpg
3. http://www.suryamina.com/wp-content/uploads/2013/06/budidaya-ikan-nila-gesit.jpg