membuat-lempok
Lempok adalah dodol dengan bahan utama dari buah durian yang merupakan makanan olahan tradisional andalan masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana.

Video Praktisi

Pentingnya Nilai Tambah Suatu Produk, Lumica Jogja

Potensi pasar lempok sangat tinggi baik dalam maupun luar daerah, hal ini dapat dilihat dari bahan utama yang digunakan dalam dodol ini sangat digemari oleh banyak konsumen. Dengan harga lempok yang relatif mahal, lempok akan memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produsen.

Kendala yang dihadapi para produsen lempok adalah kurangnya peran pihak terkait dalam hal promosi yang menyebabkan pemasaran lempok hanya terbatas pada sekitar lokasi usaha saja. Sehingga dalam hal ini perlu adanya peran pemerintah untuk memperkenalkan komoditas ini ke daerah lain sampai ke luar pulau. Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kualitas dodol yang dihasilkan masih beragam serta kualitas kemasan yang digunakan masih sederhana.

Berikut ini adalah proses pengolahan dodol lempok:

Bahan dan Alat
Durian masak         : 4-5 kg
Gula pasir                 : 1 kg
Garam                        : 1 sendok teh
Pisau besar
Tungku
Pengaduk
Plastik pembungkus

Cara Pengolahan
1.    Durian dibuka dan dimbil isinya.
2.    Pisahkan daging buah dari isinya
3.    Tambahkan gula pasir sebanyak 1 kg untuk setiap daging buah sebanyak 4-5 kg dan 2 sendok teh garam.
4.    Semua bahan dinmasukkan ke dalam kuali yang diletakkan pada tungku. Tungku dibuat dari drum bekas dibagi dua (setengah bagian drum) kemudian dibuat lubang kayu
5.    Bahan yang ada di kuali diaduk terus menerus, Api jangan terlalu besar. Lama pengadukan sekitar 3-4 jam.
6.    Lempok siap diangkat dan dianggap matang jika sudah tidak lengket di pengadukan.
7.    Lempok siap dikemas dalam plastik dan diberi label.

(Sumber Gambar : Indonesia.trulyasia.blogspot)