kubah masjidMencapai sebuah puncak kesuksesan memang bisa ditempuh dari berbagai jalan. Seperti halnya kesuksesan Suyanto, seorang perantau dari tanah Jawa yang berhasil mengembangkan usahanya di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Menjadi salah satu penduduk Indonesia yang memiliki populasi umat muslim cukup besar, ternyata mendorong Suyanto (35) untuk merintis karirnya sebagai seorang kontraktor perlengkapan tempat ibadah orang muslim (masjid). Mulai dari memenuhi pesanan kubah masjid, membuat perencanaan atau desain masjid, menyediakan perlengkapan interior maupun eksterior masjid, hingga melayani proses finishing seperti pemasangan gypsum, kaca hias, dan proses pengecatan.

Meskipun sekarang ini bisnisnya telah berkembang pesat dan mendapatkan omset milyaran rupiah setiap tahunnya, Suyanto merintis bisnisnya dengan perjuangan usaha yang tidak mudah. Terlahir dalam sebuah keluarga sederhana, lika-liku perjalanan hidup Suyanto menjadikan dirinya sebagai pribadi yang tegar dan pantang menyerah. Sepeninggal ayahnya yang telah dipanggil Sang Khalik pada saat Suyanto masih remaja, Ia terpaksa menggantikan posisi kepala keluarga dan membiayai kebutuhan ibu serta kelima adiknya.

Berbagai macam pekerjaan pun pernah Ia jalani, mulai dari menjadi kuli panggul di Pasar Kramat Jati, menjadi sopir di Brunei Darussalam, menjadi kapten kapal perikanan, hingga memutuskan merantau ke Banjarmasin dan meneruskan profesinya sebagai sopir di daerah tersebut. Pengalaman pahit inilah yang pada akhirnya menggiring Suyanto untuk mengawali kisah suksesnya dalam merintis sebuah usaha.

Merintis Sukses Bisnis di Banjarmasinpengusaha sukses

Perjalanan bisnis Suyanto dimulai ketika Ia masih berprofesi sebagai seorang sopir, Ia sering melihat proses pembangunan masjid di daerah Banjarmasin dan iseng-iseng menawarkan diri untuk memasok kubah masjid dari Jawa. Siapa sangka bila langkah kecil tersebut kini membukakan peluang besar bagi lelaki kelahiran Demak, 19 Desember 1977 ini.

Melihat kualitas kubah masjid yang ditawarkan Suyanto cukup bagus, pesanan pun mulai ramai berdatangan dari masjid-masjid lainnya. Sehingga pada pertengahan tahun 2005, Ia memutuskan untuk menjadi pemasok kubah masjid dan mendirikan sebuah badan usaha dibawah bendera CV. Sumber Kubah. Saat itu modal usaha yang Ia miliki tidaklah besar, Ia hanya mengandalkan uang muka pembayaran kubah yang diterimanya di awal perjanjian dan digunakannya untuk mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), serta dokumen-dokumen lainnya untuk mendirikan badan usaha tersebut.

Setelah pesanan kubah di perusahaannya semakin ramai, suyanto pun memberanikan diri untuk memproduksi kubah masjid sendiri dengan menggunakan bahan stainless steel, aluminium, dan galvalum atau baja ringan.  Aneka macam bentuk kubah dengan desain dan warna yang menarik, mulai ditawarkan Suyanto dengan kisaran harga Rp 450.000,00 hingga Rp 1 milyar rupiah untuk tiap unitnya.

Dengan kerja keras dan kegigihan Suyanto dalam meraih kesuksesannya, kini lelaki perantauan asli Demak ini tidak hanya berhasil menjadi kontraktor perlengkapan masjid dengan omset lebih dari 5 milyar rupiah setiap tahunnya, namun juga berhasil mengembangkan raksasa bisnisnya ke sektor jasa. Seperti misalnya mengembangkan jasa rental mobil serta merintis usaha jasa kos-kosan dengan jumlah 100 kamar di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Nah, semoga kisah sukses pengusaha yang berjudul perkembangan bisnis melejit melalui pesanan kubah masjid ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera merintis sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan ciptakan peluang usaha sebanyak-banyaknya, salam sukses.

Sumber gambar :
1. http://www.sumberkubah.com/images/phocagallery/thumbs/phoca_thumb_l_img_0015.jpg
2. http://photo.kontan.co.id/photo/2012/01/20/1674655067p.jpg