Inspirasi Bisnis

Pontianak Creative Association Bina Komunitas Kreatif di Kalbar

Pontianak Creative AssociationBerdiri sejak 2011, Pontianak Creative Association (PCA) aktif membina para komunitas kreatif di Kalbar yang masih tumbuh di level UMKM. Mafirza, selaku ketua PCA menyebut, saat ini komunitasnya masih tetap aktif membina para anggota komunitas yang bergerak di industri kreatif, terutama yang berbasis digital.

“Kawan-kawan yang berminat menekuni bidang IT telah kita beri pelatihan dan kita bina hingga tercipta startup di bidang industri kreatif,” ujar Riza, sapaan akrab Mafirza.

Beberapa komunitas yang sudah bergabung dan dibina oleh PCA adalah komunitas film, animasi, fesyen, kuliner, desain, dan fotografi. Sementara program kerja PCA yaitu memberi pelatihan berupa seminar, workshop, dan memfasilitasi mereka untuk pameran dan pembinaan lintas komunitas.

Baca Juga Artikel Ini :

Hadapi MEA, Asosiasi BDS Indonesia Kalbar Siap Dampingi UMKM dan Koperasi

Franchise King Coklat Premium

Franchise King Coklat Premium

Harga Promo 3,8 Juta Saja Mendapatkan Booth, Blender, X-Banner, 100 Bahan Baku Gratis, dan semua perlengkapannya.

Melindungi Industri Kreatif Indonesia Dari Pembajakan

Riza mengatakan, kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM kreatif di Kalbar mulai dari desain kemasan produk yang kurang menjual, kurangnya promosi, serta masalah klasik seperti manajemen usaha yang masih konvensional. Saat ini, PCA selaku inkubator bisnis bagi UMKM kreatif di Kalbar dan Pontianak khususnya, selalu bersinergi dengan pemerintah daerah.

Mafirza Ketua Pontianak Creative Association“Karena awal mula berdirinya PCA juga didirikan oleh Kementerian Perdagangan yang waktu itu masih dipimpin oleh Ibu Marie Pangestu,” kata Riza.

Riza menceritakan, setelah Ibu Marie Pangestu pindah ke Kementerian Pariwisata, PCA tetap berada di bawah binaan Dinas Industri dan Perdagangan Provinsi Kalbar. Setelah Ibu Marie Pangestu pindah ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, PCA otomatis pindah di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalbar hingga saat ini.

Dalam membangun industri kreatif di Kalbar, Riza menekankan bahwa pertama kali yang dilakukan adalah membangun industrinya terlebih dahulu. Saat ini, Pemerintah Pusat tengah menggalakkan tiga sub-sektor industri kreatif yaitu film, musik, dan animasi sebagai industri unggulan dan potensial di Indonesia.

Riza menambahkan, ada empat elemen penting yang harus bersinergi untuk menumbuhkan industri kreatif di Kalbar. Keempat elemen itu adalah 1) pemerintah sebagai pemegang regulasi, 2) komunitas sebagai pelaku usaha kreatif, 3) lembaga pendidikan sebagai pencipta bibit pengusaha kreatif di Kalbar dan 4) Industri itu sendiri.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

“Yang sudah bersinergi baru dua yaitu pemerintah dan komunitas. Tinggal lembaga pendidikan yang mau kita hubungkan dengan industri kreatif,” ujarnya.

Riza berharap, semoga dengan kerja keras dan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif RI, Dinas Perindustrian dan Perdagangan RI, serta Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar, dapat bersinergi dengan PCA agar program kerja PCA bisa lebih diserap oleh kawan-kawan pelaku UMKM kreatif di Kalbar.

Bagi para anggota komunitas maupun pelaku UMKM Kreatif di Kalbar-khususnya Pontianak-yang ingin bergabung dengan PCA, Riza mempersilahkan untuk datang langsung ke basecamp PCA di Jl. Gusti Hamzah Gang Nur II No. 5 Pontianak. “Mari bersama kita membangun industri kreatif di Kalbar,” pungkasnya.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Vivi)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Kalimantan Barat