kabupaten trenggalekMenggali berbagai macam potensi daerah seakan-akan tidak pernah ada habisnya. Melimpahnya kekayaan alam dan meningkatnya kemampuan sumber daya manusia, membuat setiap daerah di Indonesia mulai berkembang pesat dan menunjukan keunggulannya di tiap-tiap sektor. Tak terkecuali geliat para pelaku bisnis lokal di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang mulai menunjukan eksistensinya di pasar lokal, nasional, bahkan hingga merambah pasar internasional.

Kabupaten trenggalek sendiri merupakan salah satu daerah pegunungan yang terletak di bagian selatan Propinsi Jawa Timur. Dengan luas wilayah sekitar 126.140 Ha, Kabupaten Trenggalek terbagi menjadi 14 kecamatan dan 157 desa dengan jumlah penduduk mencapai angka 796.966 jiwa pada tahun 2009. Daerah ini memiliki ratusan pelaku UKM yang tersebar di berbagai kecamatan maupun desa dengan aneka macam produk komoditas yang tidak bisa dianggap remeh.

Untuk mengetahui seberapa besar potensi daerah yang terdapat di Kabupaten Trenggalek, berikut ini kami informasikan selengkapnya bagi para pembaca.

Potensi Bisnis Hasil Perkebunan
Mengingat kondisi tanah di daerah Trenggalek yang kurang subur, sebagian besar masyarakat lebih memilih tanaman perkebunan seperti cengkeh, kopi, ketela pohon, umbi-umbian, jagung, kakao, sayuran, serta aneka macam buah-buahan (misalnya : durian, mangga, alpukat, belimbing, pisang, manggis, dll) untuk dikembangkan menjadi potensi bisnis daerah yang memiliki nilai ekonomi cukup besar. Selain itu, sebagian wilayah Trenggalek merupakan kawasan hutan yang ditanami pohon sengon, akasia, mahoni, jati, dan lain sebagainya.

Potensi Industri Kerajinan
Salah satu potensi daerah Kabupaten Trenggalek yang berhasil menembus pasar ekspor adalah industri kerajinannya. Beragam sentra industri kerajinan banyak ditemukan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah Tulungagung ini, seperti misalnya kerajinan anyaman bambu yang terdapat di desa Wonoanti, kecamatan Gandusari (20 km dari pusat kota Trenggalek). Desa tersebut memproduksi aneka macam souvenir berupa kotak snack, rantang, tudung saji, kotak tisu, keranjang parsel, sampai perabot furnitur meliputi meja tamu, meja makan, serta pembatas ruangan dari anyaman bambu. Produk kerajinan tersebut kini telah dipasarkan di sekitar Ponorogo, Kediri, Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga menembus pasar Brunei Darussalam, Inggris, dan Amerika Serikat.

Disamping itu, Kabupaten Trenggalek juga memiliki beberapa wilayah yang menjadi pusat industri kerajinan genteng. Terdapat lebih dari 100 pengrajin genteng di Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kec. Gandusari. Selain itu sentra kerajinan genteng juga bisa ditemukan di Desa Kamulan, Kec. Durenan, di Desa Sukowaten, Kec. Karangan, serta di Desa Petung, Kec. Dongko.

Potensi Industri Makanan
industri makananSeperti halnya daerah-daerah lain, Kabupaten Trenggalek juga memiliki makanan khas yang sering dijadikan sebagai buah tangan para wisatawan. Salah satunya yaitu kue kering manco yang terbuat dari tepung ketan berselimut gula merah cair dan dilengkapi dengan taburan wijen. Sentra industri kue manco terdapat di Desa Sugihan, Kecamatan Kampak.

Selanjutnya ada juga industri sale pisang yang terdapat di Kecamatan Karangsuko, Kabupaten Trenggalek. Berbeda dengan sale pisang di daerah lain, produk sale pisang di Karangsuko dibentuk menyerupai buah anggur. Bentuknya yang unik dan rasanya yang nikmat membuat produk makanan ini banyak diminta pasar nasional seperti di Jakarta, Malang, Blitar, Semarang, Kediri, dan Surabaya.

Industri makanan lainnya yang tidak kalah populer yaitu industri tempe keripik dan industri alen-alen. Untuk industri tempe keripik berada di Jl. Yos Sudarso, sedikitnya terdapat 25 orang produsen tempe keripik yang telah menjalankan peluang usaha ini sebagai mata pencaharian mereka. Sedangkan untuk produsen alen-alen terdapat di  Desa Sumbergedong, Desa Surodakan, dan Desa Ngantru Kec. Trenggalek.

Potensi Industri Perikanan
Di Kabupaten Trenggalek terdapat dua sumber utama industri perikanan, yaitu laut dan perikanan air tawar. Untuk hasil tangkapan laut berupa cumi-cumi, ikan tuna, ikan makarel, dan rumput laut, masyarakat Trenggalek mengandalkan potensi pantai Prigi, pantai Pelang, dan pantai Konang. Sedangkan untuk hasil perikanan air tawar yang biasa dipasarkan adalah ikan lele, ikan gurame dan ikan nila.

Setelah membahas tentang berbagai macam potensi bisnis di Kabupaten Trenggalek, diharapkan masyarakat di daerah lain mulai terinspirasi untuk mengoptimalkan kekayaan alam dan budaya di sekitarnya sebagai peluang bisnis baru yang menjanjikan untung besar bagi masyarakat setempat. Keberhasilan potensi daerah Trenggalek ramaikan pasar internasional menjadi bukti nyata bagi kita bahwa setiap daerah memiliki peluang yang sama untuk bisa sukses meningkatkan perekonomian Indonesia. Selalu ada peluang bila kita jeli dengan potensi di sekitar kita. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis !!!

sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/__WSjqe3eGac/TUCyPMDtUhI/AAAAAAAAACE/QBNO_Dc5LDs/s1600/Kab+Trenggalek.png dan http://lancarjayakeripik.com/images/uploads/mancho.JPG