kabupaten tegalIstilah “Warteg” alias warung Tegal pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Namun, selain dikenal karena warung makannya yang menawarkan aneka menu rames dengan harga yang sangat terjangkau, Kabupaten Tegal ternyata juga memiliki banyak potensi industri rumah tangga yang menopang perekonomian daerah setempat.

Video Praktisi

Pentingnya Nilai Tambah Suatu Produk, Lumica Jogja

Terletak di jalur utama pantura, Kabupaten Tegal memiliki luas wilayah sekitar 901,52 km dan dikenal sebagai salah satu daerah terpadat di Provinsi Jawa Tengah. Berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Kota Tegal di sebelah utara, Bumiayu dan Banyumas di bagian selatan, Kabupaten Brebes di sebelah barat, serta Kabupaten Pemalang di bagian timur, secara administratif Kabupaten Tegal terbagi menjadi 18 kecamatan yang membawahi 281 desa dan 6 daerah kelurahan.

Melihat kondisi geografis Tegal yang terbilang unik, yakni terbagi menjadi daerah pegunungan dan setengah lainnya adalah daerah pantai, Tegal memiliki banyak potensi bisnis yang mulai dikembangkan menjadi industri rumah tangga. Beberapa potensi industri rumah tangga yang mulai dijalankan masyarakat Tegal antara lain industri pengecoran dan pengerjaan logam, industri tekstil (tenun dan bordir), industri shuttlecock, serta industri pengolahan hasil ikan yang dikembangkan di kawasan Tegal Barat.

Industri Logam di Kabupaten Tegal
Sempat dijuluki sebagai Jepangnya negara Indonesia, Tegal mempunyai beberapa industri pengecoran dan pengerjaan logam yang sengaja dibangun pada tahun 1940 untuk mencukupi kebutuhan peralatan perang bagi tentara Jepang. Dari situ, masyarakat mulai mendapatkan keterampilan untuk mengerjakan logam sehingga keahlian tersebut digunakan untuk membangun bengkel-bengkel sederhana di sekitar Kabupaten Tegal. Melihat peluang pasarnya semakin besar, sekarang ini aktivitas industri logam dibagi menjadi tiga golongan, yaitu industri pengerjaan logam, industri pengecoran logam serta galangan kapal dan dok. Industri tersebut kini telah tersebar di berbagai penjuru Tegal, seperti misalnya di desa Tembok Luwung, Lemah Duwur, Talang, Kajen, Kebasen, serta Kecamatan Adiwerna. Tidak hanya itu saja, pada tahun 1982 Desa Talang dan Cempaka telah ditetapkan sebagai lingkungan industri kecil mengengah perlogaman Takaru (Talang Cempaka Baru).

Industri Tekstil (Tenun dan Bordir)
Sejak puluhan tahun silam, Kabupaten Tegal dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kerajinan tenun yang kualitas produknya mulai menembus pasar ekspor. Kerajinan tenun ikat ATBM yang banyak diproduksi masyarakat tegal adalah sarung byur yang dikembangkan masyarakat Kelurahan Kraton, Mintaragen, Pekauman, serta Clan Kejambon, yang seluruhnya bisa memproduksi kurang lebih 20.000 kodi kain tenun per tahunnya. Selain tenun, Tegal juga memiliki potensi kerajinan bordir yang bisa kita temui di Kelurahan Randugunting dan Desa Debong Tengah (Kabupaten Tegal bagian Selatan). Sedikitnya ada sekitar 13 pelaku industri rumah tangga yang berhasil memproduksi kerudung bordir sekitar 1.500 kodi dan busana muslim serta pakaian hingga 50.000 stel per tahunnya.

Industri Shuttlecock dari Tegal shuttlecock
Siapa sangka bila industri shuttlecock yang kini telah berhasil menembus pasar mancanegara, awalnya merupakan industri rumahan yang dikembangkan masyarakat Tegal. Bisnis yang telah digeluti secara turun temurun oleh masyarakat Tegal ini, kini jumlahnya mencapai 210 unit usaha kecil dan menengah, serta 10 unit lainnya merupakan unit perusahaan besar atau pabrikan. Beberapa perusahaan shuttlecock yang cukup ternama di Kabupaten Tegal antara lain PT. Gajahmada berlokasi di Jalan Gajahmada, PT. Sinar Mutiara di Jalan Kapten Sudibyo, PT. Mido di Jalan Udang, PT. Tora Sakti Indotama dan PT. Garuda Budiono Putra.

Menjamurnya potensi industri rumah tangga di Kabupaten Tegal, menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Tidaklah heran bila daerah ini kemudian dijuluki sebagai Jepangnya Indonesia, karena perkembangan industri di wilayah Tegal berkembang cukup pesat setiap tahunnya. Semoga informasi ini bisa memberikan tambahan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat Indonesia untuk segera merintis usaha dengan mengoptimalkan potensi daerah yang ada di sekitarnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://aansetia.files.wordpress.com/2012/08/guci8.jpg
2. http://v-images2.antarafoto.com/gec/1321616101/produksi-shuttlecock-meningkat-01.jpg