kabupaten wonogiriMenggali potensi bisnis di daerah Jawa Tengah memang seakan-akan tak pernah ada habisnya. Hampir setiap kabupaten memiliki potensi unggulan tertentu yang bernilai ekonomi cukup tinggi. Misalnya saja seperti potensi daerah Wonogiri yang belakangan ini komoditasnya mulai diekspor ke luar negeri.

Video Praktisi

Strategi Pemasaran Menjalankan Usaha Konveksi

Kabupaten Wonogiri yang terkenal dengan sebutan Kota Gaplek, merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi bisnis cukup berlimpah. Terletak di area lahan seluas 182.236,02 Ha, Wonogiri berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar di sebelah utara, Kabupaten Ponorogo di bagian timur, daerah Pacitan dan Samudera Indonesia di sebelah selatan, serta Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten di sebelah barat.

Kondisi alamnya yang didominasi oleh gunung dan perbukitan, membuat daerah Wonogiri memiliki potensi daerah yang cukup beragam. Baik dari sektor industri, pertanian dan perkebunan, perdagangan, pertambangan, maupun dari sektor potensi wisata alam yang tentunya tak kalah menawan jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Jawa Tengah.

Untuk mengenal lebih dekat potensi bisnis di wilayah Kabupaten Wonogiri yang berhasil menembus pasar ekspor, berikut kami informasikan beberapa sektor unggulan yang terdapat di sekitar daerah tersebut.

Peluang Ekspor Metejambu mete
Produksi mete di Kabupaten Wonogiri memang luar biasa. Bahkan dari delapan provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai produsen mete terbesar, Wonogiri sangat mendominasi pasar dengan berhasil memasok mete hingga 70% lebih dan menembus pasar ekspor ke beberapa negara tetangga. Pada tahun 2010 silam, sedikitnya ada 14.934 kepala keluarga yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri yang memilih menanam jambu mete untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya. Tidaklah heran bila lahan pertanian seluas 21.658 Ha kini disulap menjadi kebun jambu mete, dan bisa menghasilkan mete gelondong kering hingga 12,00 ton dengan nilai jual sekitar Rp 70.000,00 – Rp 80.000,00 per kg.

Potensi Bisnis Gaplek
Memiliki lahan pertanian yang minim pengairan, membuat masyarakat Wonogiri lebih memilih singkong daripada tanaman lainnya untuk dikembangkan sebagai produk unggulan di sektor pertanian. Umumnya, singkong-singkong yang dihasilkan masyarakat kemudian dijemur menjadi gaplek dan diolah menjadi aneka macam produk baru seperti tiwul, maupun dikembangkan menjadi tepung tapioka untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan nasional. Bahkan tidak hanya itu saja, industri gaplek Wonogiri juga berhasil menembus pasar ekspor untuk memenuhi permintaan dari negara China.

Potensi Industri Mebel Kayu
Selain dikenal sebagai kota gaplek, Wonogiri juga dikenal sebagai sentra industri mebel yang memiliki kualitas bagus dengan harga yang kompetitif. Ukirannya yang sangat khas merupakan warisan dari para lelulur, sehingga tidak heran bila potensi industri mebel kayu yang tersebar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Batuwarno, Giritontro dan Paranggubito ini tidak hanya diminati pasar lokal dan nasional, namun juga berhasil menembus pasar luar negeri, seperti misalnya diekspor ke Eropa, Denmark, Jerman, serta Hongkong.

Semoga adanya informasi mengenai potensi kabupaten wonogiri mulai diekspor ke luar negeri ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi masyarakat di seluruh Indonesia untuk mulai berkarya dan mengangkat potensi alam disekitarnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber gambar :
1. http://4.bp.blogspot.com/-AZ3gFL1Qv48/Tu-V39yJQyI/AAAAAAAABJs/1t_AXWHCP_c/s1600/gapurselamatdi91.jpg
2. http://hutbunbondowoso.files.wordpress.com/2011/07/jambu-mete.jpg