Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman polong-polongan atau legum terpenting kedua setelah kedelai di Indonesia. Di Indonesia menurut hasil penelitian dikenal empat macam varietas unggul yaitu, varietas gajah, banteng, macan, dan kijang. Varietas kijang mempunyai kandungan minyak terbesar yaitu 49,9% dari berat daging.

Video Praktisi

Tips Memulai Bisnis Bagi Pemula, Owners Gudeg Kaleng Mbak Yayah

Biji kacang tanah digunakan sebagai pembuatan peanut butter sebanyak 23% sebagai kembang gula, 22% untuk kacang asin dan 4% untuk disangrai. Kacang tanah dimanfaatkan untuk berbagai makanan, antara lain sebagai kacang goreng, kacang rebus, sayur asam, bumbu gado-gado, tauge, minyak kacang, dan sisa ampas minyak dapat dibuat oncom.

Minyak kacang tanah digunakan sebagai bahan pangan maupun bahan non pangan. Bahan pangan digunakan sebagai minyak goreng, bahan dasar pembuatan margarine, mayones, salad dressing, dan mentega putih. Dan digunakan dalam industri sabun face krim, shaving krim, pencuci rambut dan bahan kosmetik lainnya. Dalam bidang farmasi digunakan untuk campuran pembuatan adrenalin, dan obat asma.

Kacang tanah dapat dipres sehingga minyaknya keluar. Hasil pres adalah kacang tanah dengan kadar minyak yang rendah, dan minyak kacang tanah. Selanjutnya kacang tanah dengan kadar minyak rendah digiling menjadi tepung kacang tanah. Sedangkan, minyak hasil pres dapat digunakan langsung sebagai minyak goreng.

Berikut ini adalah proses pembuatan minyak kacang tanah:

Bahan

  • Biji kacang tanah

Peralatan

  • Panci
  • Alat pengering
  • Alat pres
  • Pengukus
  • Pengiling

Cara Pembuatan

  • Proses Pendahuluan
  1. Blanching. Kacang tanah dicelupkan ke dalam air mendidih selama 1-3 menit sambil diaduk-aduk. Setelah itu kacang ditiriskan.
  2. Pengeringan. Kacang yang telah di blanching dikeringkan pada suhu 130-150°C selama 3-4 jam sehingga kadar air kurang dari 6%. Setelah itu kacang didinginkan.
  3. Pembuangan kulit ari. Kacang yang telah dikeringkan digosok-gosok dengan tangan sehingga kulit arinya terlepas. Setelah itu, kacang ditampi sehingga kulit ari yang telah terlepas dapat dibuang dan diperoleh biji kacang tanpa kulit ari.
  • Pengepresan
  1. Kacang yang telah dibuang kulit arinya dibungkus dengan kain katun tebal yang kuat, kemudian dipres sehingga sebagian besar minyaknya keluar. Hasil pengepresan adalah bungkil dan minyak kacang tanah.
  • Penggilingan Bungkil
  1. Bungkil kacang tanah digiling dengan mesin penggiling sampai halus (60 mesh). Penghalusan bungkil dapat juga dilakukan dengan menggunakan blender atau ditumpuk dengan lesung. Hasil yang diperoleh disebut dengan tepung kacang tanah. Tepung kacang ini berkadar minyak rendah.
  • Pemurnian Minyak Kacang
  1. Minyak kacang tanah didiamkan selama semalam, kemudian disaring dengan kain saring rapat (3 lapis).  Setelah itu minyak dipanaskan pada suhu 1500 C selama 15 menit.  Selama pemanasan dilakukan pengadukan.
  2. Setelah pemanasan, minyak didiamkan lagi selama semalam.  Endapan yang terbentuk dibuang, kemudian disaring lagi dengan kain saring rapat (3 lapis).  Hasil yang diperoleh adalah minyak kacang tanah yang dapat disimpan lama.
  • Pengemasan
  1. Tepung kacang tanah dikemas di dalam kantong plastik, atau kotak kaleng.
  2. Sedangkan minyak kacang disimpan di dalam botol kaca yang berwarna gelap dan ditutup rapat.

(Sumber gambar: http://www.blisstree.com/files/71/2007/04/oil.jpg)