Liputan UKM, Pengusaha Sukses, Video UKM

Produksi Tas Handmade, Dieksi Sukses Berwirausaha

Menemukan jalan kesuksesan memang tak semudah apa yang kita bayangkan. Lika-liku inilah yang dirasakan oleh Dieksi Agawati Hapsari (26) dalam merintis bisnis tas handmade yang Ia geluti saat ini.

bisnis tas handmadeTerlahir dari keluarga menengah ke bawah, ternyata tak menyurutkan semangat Dieksi untuk bisa berkarya dan mendapatkan pendidikan layak seperti teman-teman lainnya. “Saya pengen kuliah dan pengen bisa seperti teman-teman lainnya, namun karena orang tua tidak ada biaya makanya saya berusaha sendiri mencari uang tambahan dengan merintis bisnis kaos flannel,” ujar Dieksi mengenang perjuangannya saat itu.

Ditemui tim BisnisUKM.com di kediamannya beberapa waktu yang lalu, sarjana pendidikan Bahasa Inggris ini mengaku terjun di bisnis kerajinan tangan sejak tahun 2008 silam. “Sebelumnya bisnis saya kaos flanel, Alhamdulillah berkembang selama dua tahun tapi di tahun 2010 bisnis itu bangkrut karena saya sibuk dengan tugas akhir dan sempat saya tinggal juga ke luar negeri,” ceritanya.

Soklat Banget, Murah Banget

Soklat Banget, Murah Banget

Paket mulai dari 3,8 Juta mendapatkan semua perlengkapan lengkap.

Jatuh Cinta Pada Kain

PRODUKSI TAS HANDMADE DIEKSI SUKSES BERWIRAUSAHA

Tahun 2010 hingga 2011 merupakan masa-masa terberat bagi Dieksi. Saat itu dirinya berhenti produksi dan masih belum memiliki rencana bisnis yang akan Ia jalankan lagi setelah bisnis pertamanya gulung tikar. “Saat itu saya coba browsing di Google untuk mencari inspirasi baru, dan ketika saya mengantarkan ibu membeli kain saya jatuh cinta pada motif kain yang cantik-cantik, dari sinilah saya iseng membeli beberapa lembar kain dan belajar menjahit tas hingga bisa berjalan seperti sekarang ini,” jelas pengusaha muda ini.

Latar belakang pendidikannya yang terbilang cukup jauh dari dunia fashion, menjadi salah satu kendala bagi wanita yang hobi travelling ini ketika awal-awal merintis usaha. “Saya sendiri belajar menjahit secara otodidak, bahkan di awal merintis usaha saya sempat rugi berjuta-juta karena saya menggandeng penjahit dan terlanjur membuat stok barang cukup banyak ternyata produknya tidak laku,” kata Dieksi.

tas handmadeMenggunakan Adixi Corner Craft sebagai brand produk tas handmade yang Ia buat, Dieksi sengaja membuat desain yang dinamis dan membidik kalangan anak muda sebagai target pasar utamanya. Dengan ciri khas menggunakan kain katun, kain linen, dan kain kanvas sebagai bahan baku utamanya, saat ini bisnis tas handmade yang dijalankannya telah mampu memproduksi sedikitnya lima buah tas per hari dan mendatangkan omzet sekitar 3-4 juta rupiah per bulan.

Dengan adanya dukungan orang tua agar bisa mandiri dan membuka lapangan kerja bagi orang-orang di sekitar, kini Dieksi sukses berwirausaha dan memproduksi tas handmade yang bernilai jual cukup tinggi di pasaran. “Saya berharap di masa yang akan datang bisa punya toko sendiri, produk Adixi bisa go internasional dan produk handmade lebih dihargai kalangan masyarakat luas,” tuturnya sembari tersenyum.

Tim Liputan BisnisUKM