Budidaya gurami sepertinya masih menjadi primadona kalangan pecinta bisnis perikanan. Selain prospeknya yang masih stabil, membudidayakan gurami juga tidak memerlukan keahlian penanganan khusus. Hal tersebut yang mencoba dipertahankan oleh Bapak Hamdhani sebagai salah satu pelaku bisnis ikan gurame di Yogyakarta. Meneruskan jejak bisnis gurami yang dirintis oleh putranya, kini bapak yang juga seorang pamong desa ini mampu mengelola bisnis gurami dengan nama gurami jogja.

Ditemui di rumahnya di Pandes 1 Wonokromo Pleret Bantul, Bapak Hamdhani menjelaskan sudah menyukai dunia ikan sejak masih sekolah. “Dari dulu saya senang dengan ikan, menangkap ikan di sungai kemudian mancing ikan itu hobi saya”, kata Pak Hamdhani. Dan kini, selain pengabdian beliau sebagai seorang pamong, Pak Hamdhani juga disibukkan dengan bisnis ikan gurami baik itu telur, pembibitan, hingga pembesaran gurami.

Bisnis telur gurami menjadi awal dirintisnya usaha menjanjikan ini. Pada mulanya, tanpa sepengetahuan Pak Hamdhani, putranya yang bernama Fitria Yulianto lebih dulu menjadi pelaku bisnis jual beli telur gurami. Setelah berjalan sekian lama, ternyata bisnis yang digeluti putranya makin menunjukkan hasil yang signifikan dari segi keuntungan. Hingga akhirnya Pak Hamdhani mengetahui ternyata selama ini putranya menggeluti bisnis jual beli telur gurami. Karena putranya diterima di salah satu perusahaan negara, maka kini pengelolaan bisnis ikan gurami tersebut dikelola oleh Pak Hamdhani.

Mulai tahun 2006, gurami jogja mulai menggunakan pemasaran melalui media online atau internet. Dan ternyata, pemasaran online dirasakan sangat efektif karena kebanyakan customer mengaku mendapat info tentang gurami jogja dari internet.  Dengan semakin banyaknya order dari berbagai wilayah di Indonesia, gurami jogja mengaku masih kesulitan stok memenuhi orderan tersebut. Untuk itu, beberapa langkah dilakukan untuk memenuhinya, salah satunya dengan menambah jumlah kolam pembibitan dan pembesaran di lahan sekitar rumah. Pak Hamdhani berharap dengan bertambahnya kolam-kolam tersebut mereka bisa memenuhi kebutuhan permintaan dari customer yang makin meningkat.

Berbagai wilayah yang selama ini menjadi pelanggan gurami jogja mencakup wilayah Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara. Bahkan dalam waktu dekat mereka juga harus memenhu permintaan order dari Taiwan dan Singapore. Sungguh sebuah bisnis yang menjanjikan karena keuntungan dari berbisnis ikan gurami ini rata-rata 4 juta rupiah per bulannya. Anda tertarik…??

Tim liputan bisnisUKM