busana batikSebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui secara resmi oleh UNESCO, eksistensi batik belakangan ini kian bersinar di kalangan masyarakat luas. Tak hanya masyarakat lokal saja yang berlomba-lomba mengenakan busana batik, sekarang ini beragam jenis motif batik mulai dicintai konsumen di kancah pasar mancanegara.

Melihat peluang bisnis batik yang semakin bersinar, H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds tidak menyia-nyiakan moment tersebut dan mulai tertarik mendirikan Rumah Batik Komar untuk memenuhi kebutuhan para konsumen. Terlahir dari keluarga pembatik yang tinggal di Desa Trusmi Plered Cirebon, tentunya sejak kecil Komar sudah cukup familiar dengan aneka macam desain batik yang diperjual-belikan kedua orang tuanya. Dari sinilah Komar mulai serius menekuni usaha batik sejak tahun 1998 silam.

Awalnya Komar menjadikan batik sebagai salah satu bisnis sampingan yang Ia kerjakan di sela-sela waktu luangnya sebagai seorang pekerja kantoran. Namun siapa sangka bila dari bisnis sampingan tersebut, kini Komar tidak hanya berhasil memproduksi aneka jenis motif batik modern namun juga mulai menawarkan paket edu wisata batik bagi para wisatawan lokal maupun turis mancanegara yang tertarik mempelajari dunia batik.

Di temui Sabtu (24/11) di salah satu showroomnya di kota Bandung, Anggoro Putro Wibowo selaku Public Relation Rumah Batik Komar Bandung mengungkapkan bahwa Batik Komar sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kerajinan batik. “Sekarang ini kami sudah memiliki kurang lebih empat showroom, tiga diantaranya ada di Bandung dan satu showroom berada di Pekalongan, selain itu kami juga memiliki satu buah workshop yang kami jadikan sebagai tempat untuk melakukan edu wisata batik,” jelas Putro ketika ditemui tim bisnisUKM.

rumah batik komarSaat ini bisa dikatakan perkembangan bisnis Batik Komar sangatlah pesat. Bila dulunya bisnis batik ini dirintis dengan bantuan tiga orang tenaga kerja, sekarang ini Rumah Batik Komar telah memiliki kurang lebih 300 orang tenaga kerja yang tersebar di dua kota yaitu 60-70 orang di Bandung dan 250 orang pekerja lainnya ditempatkan di bagian produksi yang terpusat di Cirebon.

Keunggulan Motif Batik Komar

Jika dibandingkan dengan kerajinan batik yang diproduksi para kompetitor lain, dari segi inovasi desain dan kualitas produk bisa dikatakan hasil kreasi Rumah Batik Komar memiliki daya saing yang cukup kuat di pasaran. “Meskipun untuk karakteristik kami mempertahankan ciri khas Cirebon, tapi kami juga mulai mengembangkan motif batik Jawa Barat, disamping itu Pak Komar sendiri selalu memilih tema atau menentukan motif yang cenderung global, unik, dan orisinil,” ungkap Putro. Tiga hal inilah yang kemudian menjadi kunci utama kesuksesan Rumah Batik Komar dalam menciptakan aneka macam desain batik.

Yang dimaksudkan global disini adalah menciptakan desain motif yang terlihat lebih umum sehingga lebih mudah dikenali konsumen. “Ketika berbicara mengenai motif batik, masih banyak konsumen yang kesulitan mengidentifikasi setiap motif yang ditawarkan, karena itu Pak Komar sengaja membuat desain motif yang tampak global agar para konsumen tidak kesulitan untuk mengenalinya, contohnya saja seperti motif batik mollusca, seri kerang-kerangan, serta seri Kristal air yang pernah dikenakan presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudoyono bersama Ibu Ani Yudoyono,” jelas Putro dengan penuh antusias.

Selain global, batik Komar juga menekankan sisi keunikan pada setiap motif yang Ia ciptakan. “Artinya, motif yang dipilih berada di lingkungan kita sehari-hari namun jarang digunakan para pengrajin lain untuk dijadikan sebagai motif batik, contoh kecil adalah elemen kristal air, meskipun kita setiap hari berhubungan dengan air, namun banyak yang tidak sadar bahwa air menyimpan elemen kristal yang jika kita angkat menjadi motif batik akan terlihat sangat cantik,” tambahnya.

kain batikPoin ketiga yang tak kalah penting adalah orisinil atau original. Disini Komar menekankan bahwa motif batik yang Ia buat harus original atau belum pernah dibuat oleh para pengrajin batik lainnya. Dengan tiga keunggulan tersebut, tidak heran bila sekarang ini lebih dari seratus jenis motif batik karya Komar telah berhasil Ia daftarkan di Direktorat Kehakiman dan Hak Asasi Manusia melalui Direktur Merk dan Hak Cipta agar hasil karyanya bisa dilindungi secara sah berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Untuk urusan pemasaran produk, Komar lebih tertarik mengikuti pameran-pameran baik yang diadakan pihak pemerintah maupun pihak vendor event organizer, melayani penjualan melalui showroom, jual lepas dengan beberapa merek batik yang sudah cukup besar, menjalankan sistem konsinyasi di beberapa toko batik, serta melakukan pendekatan order personal dengan melayani custom desain sesuai dengan permintaan para konsumen.

Di akhir pertemuannya dengan tim bisnisUKM, Anggoro Putro Wibowo yang saat itu mewakili pihak Rumah Batik Komar memberikan sedikit tips bagi para pemula yang ingin terjun di bisnis batik. “Untuk menyiasati peluang usaha di industri batik, mulailah dengan bergabung di beberapa asosiasi atau koperasi-koperasi yang ada di daerah terdekat, dekati pemerintah untuk membangun peluang dan mendapatkan informasi kegiatan pameran, serta jangan lelah untuk berinovasi memperbaiki kualitas produk untuk memperkuat gaya atau ciri khas yang kita miliki,” pesan Putro kepada rekan-rekan pengrajin batik.

Tim liputan bisnisUKM