Sapi Potong Grobogan Peluangnya Semakin Membaik

sapi potongSelain dikenal sebagai sentra penghasil melon dan semangka, ternyata Kabupaten Grobogan juga memiliki potensi ternak sapi potong yang sangat menjanjikan. Jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Provinsi Jawa Tengah, Grobogan merupakan kabupaten tertinggi yang berhasil menjadi produsen sapi potong.

Bahkan menurut hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, sekarang ini komoditas sapi potong di Kabupaten Grobogan menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Blora, yakni sekitar 200.206 ekor sapi potong, perah dan kerbau. Sedangkan jumlah populasi yang dimiliki Kabupaten Blora yaitu 268.074 ekor sapi potong, perah dan kerbau.

Dari data tersebut, diketahui bahwa di Kabupaten Grobogan sedikitnya terdapat 197.430 ekor sapi potong dan tersebar di tiga kecamatan, antara lain di kecamatan Pulokulon yang memiliki 14.454 peternak dengan jumlah sapi potong sekitar 24.459 ekor, Kecamatan Gabus dengan jumlah peternak 11.833 dan jumlah hewan ternak 23.562 ekor, serta disusul oleh Kecamatan Toroh dengan 11.442 peternak dan jumlah sapi potong sebanyak 20.407 ekor.

Tingginya jumlah populasi sapi potong di daerah Grobogan dipengaruhi oleh tingkat permintaan pasar yang semakin hari semakin pesat. Hal ini dikarenakan sapi potong dari Grobogan terkenal memiliki kualitas yang cukup bagus dan terbebas dari segala penyakit. Tidaklah heran bila sekarang ini harga jual sapi Grobogan semakin hari kian merangkak naik.ternak-sapi-potong1

Harga sapi potong lokal putih dengan bobot sekitar 90 kg bisa mencapai Rp 6.500.000,00, sedangkan untuk sapi potong jenis metal bisa menjangkau harga Rp 8.500.000,00 hingga Rp 10 juta rupiah per ekornya. Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 1,5 – Rp 2 juta dari harga sapi  potong di bulan-bulan sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut dikarenakan kualitas sapi potong Kabupaten Grobogan benar-benar terjamin kualitasnya dan dipicu oleh permintaan pasar yang kian hari semakin meningkat pesat. Bahkan sekarang ini tidak hanya pasar lokal saja yang menggemari sapi potong Grobogan, namun juga konsumen di luar daerah seperti dari Jakarta, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, dan Cirebon. Kondisi ini dibuktikan pada saat menjelang Hari Raya Qurban tahun lalu (2011), dimana Kabupaten Grobogan mampu memenuhi permintaan sapi potong dari dalam dan luar provinsi hingga 700 ekor dari tiga pasar sapi yang ada di daerah tersebut, yakni Pasar Kliwon Wirosari, Pasar Wage Dayang, dan Pasar Pon Ketitang.

Banyaknya permintaan sapi dari dalam dan luar daerah, menjadikan sapi potong Grobogan harganya semakin membaik dan memiliki daya saing yang cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas sapi potong di daerah lain. Semoga informasi berita bisnis yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan banyak manfaat bagi para pembaca dan mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk segera memulai usaha. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Salam sukses.

Sumber gambar :
1. http://www.solopos.com/dokumen/2011/10/sapi.jpg
2. http://krjogja.com/news_image/img/118225