Inspirasi Bisnis, Pengusaha Sukses

Segarnya Bisnis Minuman Dari Buah Carica

Bisnis Minuman Buah Carica

Merintis bisnis minuman mulai dijalankan oleh Eko Budi Sulistiyo (46) setelah ia di-PHK dari perusahaan swasta tempatnya bekerja. Kewajiban memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga, membuatnya harus memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk menekuni bisnis rumahan dengan mengolah buah carica menjadi syrup.

Syrup carica hasil olahannya, kemudian dipasarkan dengan menitipkannya ke toko-toko sekitar tempat tinggalnya. Tanpa disangka ternyata hasil olahan buah carica dapat diterima oleh pasar. Dari situlah ia yang bekerja dibantu oleh istrinya yaitu Trisila Juwantara menjadi semakin bersemangat dalam berbisnis.

Usahanya dalam meningkatkan pasar, mereka mulai menambah inovasi kemasan produk dan mengangkat beberapa karyawan untuk membantunya dalam melakukan proses produksi. Sekarang ini bisnis minuman pengolahan buah carica pun semakin berkembang dengan melibatkan 60 orang karyawan, bahkan kapasitas produksinya juga mampu mencapai 1 ton buah carica setiap harinya.

Hanya dengan modal Rp 500.000,00 serta pengetahuan dan usaha keras akhirnya Ia bisa menciptakan sebuah peluang bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “Seiring dengan berjalannya waktu serta tuntutan bisnis, kini kami mencanangkan Industrialisasi Pengolahan Buah Carica Dieng yang Ramah Lingkungan lengkap dengan aspek bisnis plan nya”, ungkap Trisila.

Harapan mereka dari bisnis minuman tersebut adalah produk hasil olahannya itu bisa terus berkembang menjadi industri besar yang efisien. Dengan begitu Ia mampu menyelamatkan dataran tinggi dieng dari bencana yang selalu mengancam seperti tanah longsor dan meningkatkan kesejahteraan petani carica dan masyarakat UMKM pada umumnya. Selain itu Ia juga berharap dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi dan menjadi sebuah industri pangan yang mampu menmbus pasar dunia.

Produk yang berhasil diproduksi sampai dengan saat ini adalah olahan buah carica yang dikemas dalam glas jar, cup mangkok, plastic pouch dan lain sebagainya. Dengan tingkat keawetan produk yang bisa bertahan hingga 12-24 bulan dalam penyimpanan normal menjadikan buah carika ini cocok dipasarkan melalui pusat oleh-oleh, restorant, swalayan, minimarket, supermarket dan hotel. Kandungan gizi serta rasa yang khas juga menjadikan produk ini terus berkembang di pasaran.

Sistem manajemen untuk bisnis minuman ini menggunakan sistem keagenan pada setiap wilayah yang telah memiliki jalur distribusi atau sudah establish. Saat ini Ia bekerjasama dengan beberapa agen di Indonesia seperti agen distribusi wilayah Jawa Tengah dan DIY, Jabodetabek, agen pemasaran Bali, Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan dan lain sebagainya. “Kami juga mulai merintis kerja sama dengan pemasar internasional melalui CBI Belanda” ungkapnya juga.

Produk olahan buah carica tersebut Ia beri nama carica Yuasafood. Pertumbuhan pasarnya pun semakin luas bahkan omzet setiap bulannya mampu mencapai Rp 200.000.000,00. Tentunya dengan tingkat persaingan pasar untuk produk sejenis yang masih sebatas di daerah Wonosobo saja.

Resiko usaha pengolahan buah carica terletak pada tingkat kesulitan mencapai kondisi ideal dimana antara ketersediaan bahan baku, bahan pembantu, produksi, stok dan pamasaran bisa berjalan lancar dan kontinyu. Hal tersebut harus di antisipasi dengan tepat mengingat karakter bahan hasil pertanian sangat bergantung dengan factor alam sehingga ketersediaannya tidak dapat di prediksi dengan sangat tepat sehingga harus di pikirkan skenario-skenario usaha lain sebagai langkah cadangan.

Fluktuasi penyerapan pasar yang cenderung naik turun sesuai musim yang ada di Indonesia yaitu musim kemarau dan penghujan mempengaruhi tingkat pemasaran produk olahan koktil carica. Sehingga manajemen produksi dan stok harus di atur sebaik mungkin.

Kemenangan terbesar yang dirasakan adalah saat pemasaran produk minuman telah menembus pasar nasional melalui ritel modern di kota besar di seluruh Indonesia ( Hypermart, Alfamidi ), swalayan, mini market, pusat oleh –oleh dll.  dengan harga jual antara Rp. 6.000/ pcs. Untuk Kemasan mangkok , Sampai Rp 25.000,-/pcs untuk kemasan glas jar.

Di akhir wawancara, ia tak lupa memberikan kunci sukses dalam menjalankan bisnis minuman dari buah carica yaitu Tekun, Teken, Tekan. Tekun tanpa mengenal Kata Menyerah sehingga Motivasi untuk Sukses tetap tertanam di dalam jiwa dan jangan meninggalkan Teken yaitu tuntunan maupun Standart Mutu dan juga Nasihat serta arahan dari berbagai Pihak demi kemajuan Usaha niscaya segala sesuatunya akan menghantarkan kita kepada Tekan atau bisa mencapai Goal / Impian kita.

Tim Liputan BisnisUKM