Bicara batik tulis, pasti lekat dengan kota-kota seperti Jogja, Solo dan Pekalongan yang menjadi sentra industri batik di tanah air. Tapi taukah Anda, Cilacap juga punya batik khas? Jarang yang mengetahui  jika Cilacap ternyata memiliki potensi besar pada kerajinan batik. Sentra produksi batik di Kabupaten Cilacap saat ini ada di Kecamatan Maos Cilacap dan  kemudian berkembang ke Nusawungu dan beberapa desa di wilayah Cilacap bagian timur. Produksi batik Cilacap dikelola oleh 2 kelompok usaha wanita Batik Rajasa Mas Di desa Maos Lor yang diketuai Euis Rohaini dan Kencana Desa Maos Kidul yang diketuai Ny Maryo.

Menurut cerita, seni batik dibawa kaum bangsawan yang datang ke Maos sekitar abad ke-18 dan konon katanya batik tulis Maos merupakan karya warisan masa Pangeran Diponegoro. Sejak saat itu, seni batik tulis mulai diperkenalkan dan hingga saat ini dikenal dengan batik tulis Maos.

Produk batik tulis tradisional asli Cilacap cukup diminati para kolektor batik di Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Eropa. Kini produk tersebut bahkan sudah bisa dijumpai di Julia Van Causal Boutiq, Toohool Boutiq dan Sossumi Boutiq di London, Inggris dan sejumlah butik di Belanda.

Selain laris di pasaran  Internasional, batik tulis Maos, Cilacap saat ini mulai digandrungi kalangan pejabat seperti DPRD Propinsi Jawa Tengah yang telah memesan sebanyak 100 potong. Sejumlah butik artis di Jakarta juga menjual batik ini, antara lain Angelina Sondakh Boutiq, Ida Royani Boutiq dan Oskar Lawalata Boutiq.

Lebih membanggakan lagi bahwa batik khas Cilacap telah diikutkan dalam event pameran di Kuching, Serawak Malaysia yang berlangsung pada tanggal 8-15 Juli bersama dengan produk lain dari 50 negara. Indonesia menjadi salah satu peserta dengan mengirimkan delapan perajin dan batik Cilacap menjadi satu-satu wakil Indonesia dalam event internasional tersebut. Sempat ada wacana yang berkembang bahwa akan muncul trend fashion Indonesia dengan batik Cilacap di tahun 2009. Harga batik Maos, Cilacap bervariasi tergantung corak, motif, tingkat kesulitan serta jenis kain yang dipakai.

Seperti halnya batik Solo dan Pekalongan yang mempunyai ciri khas, batik Cilacap pun memiliki pilihan warna klasik yang menjadi ciri khas batik tulis Maos yakni coklat, hitam dan putih serta warna – warna yang berani, yaitu biru, hijau, atau kuning. Untuk motifnya, umumnya mengadopsi motif lingkungan sekitar, seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, dan benda-benda alam lainnya seperti motif klasik (Gandasuli, rujak sente) dan motif kontemporer (tumbuhan khas Cilacap : motif buah jeruk, buah gowok, tumbuhan, dan sungai Serayu). Orang-orang Eropa lebih menyukai motif klasik dengan warna alami seperti kulit mahoni dan jalawe.

Cilacap miliki potensi batik tulis Maos yang telah mendunia ini, merupakan suatu kekayaan warisan luhur budaya bangsa yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mendukungnya, misalnya dengan mengikutsertakan dalam pameran-pameran baik nasional maupun internasional, memperluas pemasaran produk, menjamin ketersediaan ketersediaan bahan baku dan yang penting adalah dilakukannya regenerasi para pembatik karena selama ini cenderung dilakukan oleh generasi tua.

sumber gambar: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/14/02301445/hebat…batik.maos.tembus.mancanegara