pohon sirgungguPengobatan tradisional gurah yang berkembang di Giriloyo, 17 kilometer selatan Yogyakarta, kini sering dikunjungi pasien dari berbagai kota untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Giriloyo sendiri merupakan sebuah dusun yang berada di dekat tempat para raja-raja Mataram dimakamkan. Di daerah yang masuk dalam kabupaten Bantul tersebut ternyata juga menyimpan keunikan lain, yaitu tempat tumbuh pohon Sirgunggu yang biasa dipakai untuk ramuan gurah. Dengan cara meneteskan getahnya ke hidung pasien, berbagai penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan akan disembuhkan, sehingga rasanya menjadi lebih segar.

Video Praktisi

Temukan Ide Bisnis dari Hobi Travelling

Tumbuhan sirgunggu merupakan tumbuhan perdu yang tingginya bisa 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman berupa buah batu berbentuk bulat telur.


Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara yang jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).

Kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan sirgunggu berbeda-besa. Daunnya mengandung unsur kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Pada kulit akarnya terdapat glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Sementara kulit batangnya mengandung senyawa triterpen, asam ureanulat, asam kueretaruat, dan asam seratogenat.

Di daerah Giriloyo tersebut, sirgunggu digunakan untuk gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung guna mengobati berbagai penyakit yang berkaitan dengan lendir, seperti asma, batuk, atau untuk memperoleh suara yang jernih. Efeknya berupa pengeluaran lendir dari hidung dan mulut.

Dalam kepercayaan para tabib khususnya yang ada di wilayah Giriloyo, hanya sirgunggu dari sana saja yang berkhasiat. Padahal sebenarnya tanaman obat ini bisa tumbuh di mana saja, bahkan di seluruh Indonesia, sehingga dikenal dengan berbagai nama, antara lain kertase, pinggir tosek (Madura), simar baungkudu (Toba), tinjau handak (Lampung), segunggu (Sunda) dan sagunggu, sirgunggu (Jawa).

Pada awalnya, gurah memang hanya dipakai oleh kalangan pondok pesantren, agar suara menjadi bening dan nyaring ketika membaca al-Qur’an, namun pada perkembangannya, saat ini, tak hanya para qori’/ qori’ah saja yang menggunakan jasa para penggurah di Giriloyo ini. Banyak penyanyi dangdut, pop dan rock dan masyarakat luas mencoba membenahi ataupun mempertahankan kemerduan suaranya dengan cara gurah.

Proses pengobatan gurah sendiri rasanya panas dan sedikit perih. Bagi yang pertama kali mengalaminya, mungkin disertai pula dengan rasa sakit yang menyengat pada saraf saluran pernapasan. Kondisi tak nyaman itu, apa boleh buat, tidak bisa dihindari para pasien yang menjalani pengobatan gurah. Inilah pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dari dalam tubuh dengan suatu ramuan cairan yang diteteskan melalui hidung, yang kini gencar sebagai salah satu pengobatan alternatif.

Selain itu, banyak pula orang yang meyakini terapi gurah punya khasiat lain yang lebih dahsyat, yakni menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. Pada dasarnya, penyakit yang bisa disembuhkan terapi gurah adalah penyakit yang memiliki sifat kelebihan cairan. Seperti, sinusitis, polip, asma, katarak, hingga keputihan.

Dalam pengobatan sinusitis dan polip, jelas terapi gurah diharapkan akan mengeluarkan semua lendir dan kotoran yang melekat pada tulang hidung. Melalui gurah tersebut, bahkan lendir-lendir yang tersembunyi akan keluar dengan sendirinya. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi dalam proses pengobatan asma. Lewat terapi gurah, diharapkan lendir yang kerap menyumbat pernafasan si pasien dapat keluar, hingga si pasien bisa bernafas dengan lega.

Selain itu, gurah juga memiliki sifat detoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam tubuh. Makanya, ada ahli gurah yang berani mengatakan kalau terapi ini juga bermanfaat mengatasi ketergantungan narkoba. Para pengguna narkoba tersebut mengalami ketergantungan karena zat-zat jahat yang terdapat dalam tubuhnya. Dengan gurah, zat tersebut bisa pelan-pelan dibersihkan.

(Sumber gambar: http://heqrisonline.blogspot.com/2009/06/tumbuhan-sirguggu-banyak-manfaatnya.html)