Sotong Pangkong, Menu Khas Ramadhan di Pontianak

Sotong pangkongSuasana Ramadhan di Pontianak selalu unik. Mulai dari dentuman Meriam Karbit yang bersahut-sahutan hingga malam Lebaran di sepanjang tepian Sungai Kapuas, maraknya penjual mainan tradisional menjelang malam likuran sampai beragam jenis makanan khas ramadhan yang dijajakan para penjual, menjadi sebuah moment yang tak bisa kita temui di luar bulan Ramadhan.

Dan salah satu makanan khas ramadhan yang banyak ditemui di Pontianak sendiri adalah sotong pangkong. Sesuai namanya, sotong pangkong merupakan sotong (cumi) yang sudah dikeringkan, lalu dipanggang di atas bara api dan dipangkong atau dipukul dengan palu hingga berbentuk pipih.

Baca Juga Artikel Ini :

Wariskan Resep Masakan Melayu Hingga Generasi Ketiga

Bisnis Rotikap Kadriyah, Melanglang Buana Hingga ke Eropa

Sepanjang ramadhan, mulai dari malam pertama hingga menjelang Hari raya Idul Fitri, para penjual sotong pangkong berderet rapi membuka lapak di sepanjang kawasan Jalan Merdeka, Pontianak. Mereka berjualan sejak pukul 16.30 wib hingga pukul 01.00 dini hari. Salah satu penjual sotong pangkong yang sudah lima tahun berjualan di kawasan Merdeka adalah Nazar.

Makanan khas ramadhan di PontianakNazar saban malam menjual sotong pangkong tepat di samping Gang Punai. Ia mengaku, selain di bulan ramadhan, ia juga tetap berjualan sotong pangkong. Namun, jika di luar Ramadhan ia hanya bisa menjual sebanyak ½ kg per hari, sedangkan di bulan ramadhan ini Nazar mampu menjual sotong pangkong hingga 1 – 2 kg per hari.

Sebelum mempunyai gerobak dan berjualan sendiri, Nazar bertahun-tahun membantu temannya yang juga menjual sotong pangkong di kawasan Merdeka. Nazar menjelaskan, sotong yang sudah dikeringkan ia beli di pasar, dengan harga per kilo Rp 230.000. Nazar menjual sotong pangkong mulai dari ukuran kecil Rp 15.000 per buah, ukuran sedang Rp 20.000 per buah, dan yang paling besar ia jual seharga Rp 30.000 per buah.

Sotong pangkong buatan Nazar dimakan dengan dua jenis kuah yang lezat, kuah kacang dan kuah ebi pedas yang dapat kita pilih atau dicampur jadi satu. “Omzet saya sepanjang ramadhan sebesar Rp 4 juta. Sedang untuk di luar ramadhan paling hanya Rp 1 juta per bulan,” ujar Nazar.

Pembuatan sotong pangkongJika di luar Bulan Ramadhan, Nazar berjualan sejak pukul 16.30 wib hingga 24.00 wib saja. Selain menjual sotong pangkong, ia juga mengambil upah sebagai buruh harian (tukang) jika ada yang membutuhkan tenaganya. Pembeli yang datang berasal dari Pontianak, berbagai daerah di Kalbar, Jakarta, hingga Singapura. Pernah juga ada yang memesan sotong pangkong untuk dipaketkan ke Jakarta.

“Namun sepanjang ramadhan saya fokus menjual sotong pangkong dan tidak menerima job tukang,” ungkap ayah satu anak ini.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

Ke depan, Nazar ingin mempunyai tempat yang lebih permanen serta mempunyai cabang di beberapa kabupaten atau kota di Kalbar. ia juga ingin mempunyai karyawan yang membantunya karena saat ini ia mengerjakan semuanya sendiri.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Vivi)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Kalimantan Barat